Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Raul Smith


__ADS_3

Disisi lain, Vector menemui kembali orang tuanya karena James dan Megan memanggil dirinya ke mansion mereka.


Sebenarnya Vector sangat malas menemui mereka yang tidak peduli pada anak-anaknya tapi kali ini James sangat mendesak Vector untuk datang, membuat lelaki itu mau tidak mau memenuhi permintaan daddy-nya.


Saat Vector sampai James sudah bersiap akan pergi dan menunggu anak laki-lakinya di dalam mobil.


“Masuklah!“ titah James.


Vector masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Megan sang mommy.


“Di mana, Vio?“ tanya James yang sebelumnya mencari ke apartemen putrinya tapi tidak menemukan Violet.


“Sekarang baru menanyakan di mana Vio?“ cibir Vector dengan tatapan mencemooh.


James tidak bertanya lagi begitu juga dengan Megan karena keduanya dilanda ketakutan luar biasa. Ancaman kematian untuk mereka sudah ada di depan mata.


“Kita sebenarnya mau ke mana?“ tanya Vector saat mobil memasuki bangunan hotel.


Mobil berhenti di lobi hotel tersebut, James dan Megan turun disusul oleh Vector di belakang. Vector terus mengikuti kedua orang tuanya sampai mereka masuk ke dalam lift.


Biasanya lift akan berjalan naik tapi Vector merasa aneh karena lift itu justru berjalan turun ke bawah.


“Kenapa lift nya turun ke bawah?“ tanya Vector memastikan.

__ADS_1


Rupanya lift itu memang menuju ruang bawah tanah, bangunan hotel hanya dijadikan kedok semata karena ruang bawah tanah terdapat markas rahasia.


Seorang pria berbadan besar menghampiri Vector dan keluarganya lalu membimbing jalan menuju ruangan di mana bosnya berada.


“Dad, sebenarnya kita di mana?“ tanya Vector yang masih bingung.


Megan langsung menyenggol lengan Vector dan berkata. “Sudah diam saja!“


Mereka masuk ke suatu ruangan dan Vector sangat terkejut melihat orang tuanya yang langsung berlutut di hadapan seseorang yang duduk dengan membelakangi mereka.


“Dad, Mom! Apa yang kalian lakukan?“ tanya Vector semakin dibuat bingung dengan keadaan, orang tuanya yang biasanya congak hari ini tampak tertunduk pasrah di sana.


“Diam dan berlututlah!“ ucap James yang masih dalam posisinya.


“Biarkan dia!“ ucapnya.


Lalu pandangannya mengarah pada James dan Megan yang tampak gemetaran.


“Apa hukuman yang pantas untuk kalian?“ tanyanya.


James dan Megan membungkukkan tubuhnya. “Ampuni kami, Tuan Smith!“


Lelaki itu malah tersenyum miring, tangannya meraih pistol di atas meja dan tanpa ragu menembak kepala James dan Megan.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


Empat tembakan bergantian yang langsung membuat tubuh James dan Megan tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.


Kejadian itu sangatlah cepat, jangankan mencegah untuk berteriak pun Vector tidak bisa. Badan Vector ikut ambruk melihat orang tuanya dibunuh di depan matanya.


“A... pa yang kau lakukan?“ Vector menatap lelaki yang menembak orang tuanya.


Lelaki itu dengan santai menyesap rokoknya. “Mereka tidak berguna! Seharusnya kau senang karena aku sudah menyingkirkan mereka!“


“Kau....“ Vector berdiri dan ingin menyerang lelaki itu tapi langkahnya terhenti saat mendengar lelaki itu berkata. “Mereka bukan orang tua kandungmu!“


“A... pa?“ tanya Vector terbata. “Apa maksudmu brengsek!?“


“Aku Raul Smith, ayah kandungmu!“ ucap lelaki itu.


Bagai tersambar petir ketika Vector mendengar itu, tenggorokannya bagai tercekat sampai tidak bisa mengeluarkan suara.

__ADS_1


Raul berdiri dari tempat duduknya lalu mendekati Vector yang kebingungan. “Selamat pulang, Vector Smith!“ ucapnya.


__ADS_2