Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Tanpa Perlawanan


__ADS_3

Ruzel baru saja mendapat laporan yang mengejutkan, lelaki itu segera mencari Noah yang saat ini tengah diobati oleh dokter Antonio.


“Salah satu mata-mata kita melapor jika Raul Smith membeli microbom dengan tangan orang lain! Kau mau tahu siapa orang itu?“ tanyanya.


Noah hanya diam dan menunggu kalimat Ruzel selanjutnya.


“Jonas Brown!“


Mendengar nama saudara angkatnya itu membuat Noah meradang.


“Bedebah gila itu pasti akan aku habisi!“ geram Noah dengan menepis tangan dokter Antonio yang mengobati lukanya. “Cukup!“


“Apa semuanya sudah siap?“ tanyanya kemudian.


Ruzel mengangguk. “Kali ini mommy-mu ikut dalam misi!“


Tidak mau berlama-lama lagi, Noah pergi ke gudang senjatanya dan mempersiapkan semuanya. Dia memasang rompi anti peluru dan membawa alat buatannya sebagai penunjang.


Di luar mansion, Wilson dan Yara juga bersiap. Apapun yang terjadi mereka harus bisa menyelamatkan Violet.


“Helicopter sudah siap!“ lapor anak buahnya.


Noah yang baru datang ikut bergabung bersama dan menatap kedua orang tuanya bergantian.


“Aku akan menebus kesalahanku!“ ucap Noah yakin.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi akhirya mereka pergi ke atap gedung Bill Company sesuai arahan Vector sebelumnya.



Di atap gedung Bill Company, Violet sudah menunggu kedatangan Noah dan kedua orang tua kandungnya. Tapi kali ini posisi Violet sebagai musuh mereka.


Dia harus berhasil melakukan misinya karena kandungannya adalah taruhannya.


“Aku harus bisa mengeluarkan microchip yang ada bomnya itu dalam tubuhku!“ gumam Violet dalam hatinya. Dia harus bisa lepas dari kelompok The Golden Circle.


Suara helicopter mulai terdengar membuat mata Violet menatap helicopter yang mendekat ke atap gedung dia berada.


Helicopter perlahan mendekat dan mendarat ke atap gedung itu. Yara bergegas turun dan setengah berlari untuk memeluk Violet.


Satu tembakan melesat di depan kaki Yara yang membuat wanita itu menghentikan langkahnya.


“Mau kemana, Nyonya Brown?“ cibir Vector.


Noah yang melihat itu tentu saja tidak terima, dia menodongkan senjatanya ke arah Vector. “Jangan berani-berani kau menyentuhnya!“


Plok! Plok!


Vector bertepuk tangan. “Si cupu ternyata anak yang berbakti! Aku ingin tahu seberapa berbaktinya dirimu!“


“Jangan main-main denganku!“ geram Noah yang rasanya ingin membunuh Vector sekarang juga.

__ADS_1


Vector mendelik ke arah Violet untuk memberi ruang pada gadis itu, sebelumnya tentu saja dia sudah tahu apa tugasnya.


Tangan Violet sedikit bergetar mengangkat senjatanya. Dia mengarahkan senjatanya itu tepat di kepala Noah.


“Buang senjatamu dan berlutut!“ perintah Violet.


Noah hanya menatap Violet tanpa ekspresi. “Apa benar kau mengandung anakku?“


“Bukan saatnya bertanya hal itu! Sekarang turuti perintahku!“ sahut Violet.


Lalu Violet juga menatap Wilson dan Yara di sana. “Kalian juga berlutut! Kalian tidak bisa menjagaku sampai aku seperti ini sekarang!“


Violet menyalahkan kedua orang tuanya atas apa yang terjadi.


“Kalian bersembunyi di pulau terpencil, membiarkan aku dibesarkan secara tidak adil oleh musuh-musuh kalian!“ tambah Violet yang kecewa.


“Vio....“ perkataan Yara menggantung karena Violet menyelanya.


“Aku tidak butuh penjelasan apapun karena aku tidak akan percaya dengan apapun yang kalian katakan!“


Di detik itu juga Wilson langsung berlutut di hadapan Violet. “Ya, kau benar! Aku gagal menjagamu!“


Yara juga ikut berlutut di hadapan putrinya. Kini kedua orang tua kandung Violet bertekuk lutut tanpa perlawanan.


“Apa yang kau tunggu?“ tanya Violet pada Noah yang masih bergeming di tempatnya. “Kau juga harus berlutut seperti mereka!“

__ADS_1


__ADS_2