
Violet terus meronta saat tangan Jonas mulai menggunting bajunya. Tangannya yang diborgol membuatnya susah bergerak untuk menghindar.
“Aku akan melihat keindahan tubuhmu, Vio! Bahkan aku akan menyentuh tubuhmu!“ desis Jonas yang sudah bernafsu tinggi.
Tanpa dia sadari di luar mansionnya, Noah dengan membabi buta menembaki anak buahnya. Ruangan itu kedap suara membuat Jonas tidak bisa mendengar apa yang terjadi di luar sana.
Sebelumnya, Yara yang selesai memasak ingin memanggil Violet untuk makan bersama. Saat dia membuka pintu kamar gadis itu, Yara tidak mendapati Violet berada.
Yara panik, dia memerintahkan para bodyguard untuk mencari Violet di seluruh penjuru pulau tapi mereka semua tidak menemukan Violet. Dengan terpaksa Yara menghubungi Noah dan menceritakan apa yang terjadi.
“Pasti bedebah gila itu pelakunya!“ ucap Noah dengan mengepalkan kedua tangannya.
“Aku akan mencoba melacaknya!“ sahut Ruzel langsung mencari keberadaan Jonas sekarang. “Dia ada di mansionnya!“
Noah berdiri dari tempat duduknya. “Kita ke sana sekarang!“
Noah segera meninggalkan gedung perusahaan, dia ke markasnya terlebih dahulu untuk mempersenjatai diri dan membawa beberapa anak buahnya untuk ikut bersamanya.
Saat semuanya sudah siap, Noah beserta anak buahnya bergegas ke mansion Jonas. Lelaki itu bersumpah tidak akan mengampuni Jonas kali ini.
Anak buah Noah langsung menyebar begitu sampai di mansion Jonas. Mereka mengepung ke berbagai penjuru mansion.
Suara tembakan saling bersahutan di mana anak buah Noah dan Jonas saling adu senjata.
__ADS_1
Noah masuk ke dalam mansion dan mencari Jonas berada. Tangannya memegang senjata yang mempunyai micro bom yang dia pakai untuk menghancurkan dinding kaca sebelumnya.
“Katakan di mana tuanmu!“ ucap Noah pada pelayan mansion Jonas dengan menodongkan senjata ke kepalanya.
“Tu__ tuan Jonas, ada di ruangan pribadinya!“ jawabnya gemetaran.
“Tunjukkan padaku di mana itu!“
Pelayan itu menunjukkan di mana ruangan pribadi Jonas berada. Noah melangkah ke sana dan saat sampai di depan pintu ruangan itu, tanpa ragu Noah menembaki gagang pintu sampai pintu itu meledak dan hancur.
Mata Noah melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih, di mana Violet hanya memakai pakaian dalam dengan tangan diborgol dan Jonas yang bernafsu tinggi mengukung gadis itu.
“Noah!“ panggil Violet dengan isak tangisnya saat melihat pintu meledak dan Noah berada di sana.
“Menjauh atau kau mati!“ ucap Noah dengan mengarahkan senjatanya pada Jonas.
Dengan santai Jonas meraih gunting yang berada di dekatnya dan menekan leher Violet memakai itu.
“Jika kau membunuhku, Vio juga akan mati!“ ucap Jonas semakin kuat menekan gunting sampai leher Violet mengeluarkan darah.
Noah bisa melihat jika Violet menahan sakit dengan tangisnya, matanya yang sayu menatap Noah seolah meminta pertolongan pada lelaki itu.
Wanita bajanya tidak baik-baik saja!
__ADS_1
Violet yang biasanya berani melawannya itu sekarang sangatlah rapuh. Seharusnya Noah senang karena itu tujuannya selama ini membuat Violet menderita tapi perasaan lain yang justru Noah rasakan saat ini.
Akhirnya Noah menurunkan senjatanya dan membuangnya. “Lepaskan dia, jangan berani menyentuhnya!“
Jonas menjauhkan gunting di tangannya dengan terkekeh. “Kau bukan Noah yang aku kenal, apa kau jatuh hati pada Vio?“
“Noah yang aku kenal tidak akan menyerah karena wanita!“
Noah menyeringai. “Siapa bilang aku menyerah!“
Dengan kalimat itu, Noah melempar pisaunya tepat mengenai dada Jonas membuat lelaki itu langsung ambruk seketika.
“Argh!“ Jonas merasa kesakitan saat berusaha mencabut pisau itu dari dadanya.
“Aku memberimu kesempatan satu kali lagi jika kau berani mengusikku lagi, aku bersumpah atas nama mommy Yara, aku akan membunuhmu dan memenggal kepalamu hidup-hidup!“ ucap Noah dengan menekankan setiap katanya.
Untuk saat ini, Jonas tidak berkutik karena luka di dadanya.
Noah meraih kunci borgol yang berada di atas nakas dan membuka borgol yang membelenggu tangan Violet yang memar.
Saat tangannya sudah terlepas dari borgol hal pertama yang dilakukan Violet adalah memeluk Noah dengan erat.
“Noah!“ hanya kata itu yang bisa Violet ucapkan, dia merasa aman jika berada di sisi lelaki itu.
__ADS_1
Noah segera melepas coat yang dia pakai dan memasangkan pada tubuh Violet. “Kita pulang!“