Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Misi Pertama Violet


__ADS_3

NB : Next episode akan banyak adegan kekerasan dan pembunuhan, harap bijaklah dalam membaca!



Violet gemetaran karena memegang senjata, dia sempat dilatih oleh Yara saat di Pulau Biru tapi baru tahap membidik pisau dan panah.


Hidupnya yang biasanya hanya di catwalk dan di depan kamera kini berubah drastis menjadi seorang gangster.


“Ayo fokus dan bidik sasaranmu!“ perintah dari seorang penembak jitu The Golden Circle.


Violet mengangkat tangannya dan membidik papan yang berada di depannya. Dia menghela nafasnya beberapa kali lalu mulai menembaki papan itu.


Dor! Dor! Dor!


Violet berusaha menembak tepat sasaran dan menghabiskan semua pelurunya.


Dor!


Tembakan terakhir baru papan yang jadi sasaran langsung terjatuh.


Plok! Plok! Plok!

__ADS_1


Terdengar suara tepukan tangan mendekat, Raul yang sedari tadi mengamati Violet dari kejauhan akhirnya mendekat.


“Untuk pemula tembakanmu lumayan, kau memang bibit seorang mafia!“ ucapnya.


Violet menatap Raul dengan tajam, dia tahu senjata ditangannya pelurunya sudah habis tapi dengan berani gadis itu mengarahkan pistol tepat di kepala Raul.


“Selanjutnya kepalamu!“ ucap Violet lantang.


“Hahaha!“ Raul tertawa nyaring melihat perlawanan Violet. “Hanya kau anggota baru yang berani pada bosnya!“


“Aku tidak akan sudi menjadi anak buahmu!“ ketus Violet yang masih menodongkan senjatanya.


Raul tersenyum miring, dia mendekati Violet dan membalas tatapan gadis itu sama tajamnya. “Setelah kau mendapat tatto di tubuhmu, kau bagian dari kami!“


Seorang lelaki yang sudah babak belur diseret ke hadapannya. Lelaki itu terjatuh tersungkur persis di depan kaki Raul.


Raul mengambil sebuah alat dari kantong celananya, alat itu seperti remote tapi ukurannya lebih kecil dan praktis.


“Biar aku tunjukkan padamu, bagaimana kalau ada anggota yang berkhianat!“ ucap Raul dengan wajah datar sambil menatap anak buahnya yang berada di bawah kakinya.


“Ampuni aku, Bos!“ Lelaki itu masih memohon belas kasih dari Raul.

__ADS_1


Tapi Raul yang berdarah dingin itu tidak akan memberinya ampun. Raul memencet tombol yang berada pada remote di tangannya.


Dor! Crashhh!


Badan lelaki itu meledak dan hancur, bahkan gumpalan daging bercampur darah muncrat mengenai badan Raul dan juga Violet.


Violet yang melihat itu langsung muntah seketika. “Huek!“


“Tatto yang dipasang ditubuh anggota The Golden Circle terdapat microchip bom jadi saat mereka berani berkhianat, aku tidak perlu repot-repot untuk menghabisi mereka!“ jelas Raul yang membuat tubuh Violet bergetar.


“Hal sama akan terjadi padamu saat kau berani berkhianat, kau dan calon bayimu akan lenyap!“


Violet tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia memeluk perut ratanya dengan air mata yang menetes.


Bau amis darah dan juga organ manusia yang berceceran di ruang latihan itu membuat Violet tidak tahan untuk berlama-lama di sana. Gadis itu cepat berlari ke kamar yang diperuntukkan untuknya supaya bisa membersihkan diri.


“Hiks! Hiks!“ Violet tidak kuasa menahan tangis sambil membersihkan dirinya. Dia merasa hidupnya sangat tidak adil. Tapi dia dituntut tidak boleh lemah, lagi-lagi Violet harus menguatkan diri sendiri demi bayinya.


Saat Violet selesai membersihkan diri, dia keluar dari kamar mandi. Baru saja Violet membuka pintu, dia terkejut karena mendapati Vector sudah berada di kamarnya.


“Cepatlah Vio! Kenapa kau lama sekali!“ gerutu Vector tidak sabaran.

__ADS_1


“Ada apa?“ sahut Violet dengan ketus.


“Kau harus melakukan misi pertamamu! Dan ingat, jangan sampai gagal!“ ancam Vector.


__ADS_2