
Setelah beberapa hari honeymoon akhirnya Violet meminta untuk pulang ke mansion. Gadis itu merasa kesal luar biasa pada Noah karena selama itu juga mereka hanya menghabiskan waktu mereka di atas ranjang.
Brak!
Violet menutup pintu kamar dan menguncinya. Dia tidak mau satu kamar dengan Noah lagi, bisa-bisa dia akan keguguran karena digempur habis-habisan.
"Baby, open the door!" ucap Noah di depan pintu.
Noah sangat tidak suka Violet yang hamil karena gadis itu cepat sekali marah-marah padanya.
"Aku tidak mau melihatmu, Noah!" pekik Violet dengan derai air mata.
"Hei, kita pengantin baru tapi kenapa selalu bertengkar!" keluh Noah yang merasa hubungannya dengan Violet selalu seperti Tom dan Jerry, tidak pernah akur.
"Itu karena kau egois Noah, setidaknya pikirkan bayi kita!" Violet semakin terisak di sana.
Noah akhirnya tidak tega juga, dia tidak bisa mengontrol birahinya karena memang dia begitu menggilai tubuh Violet. Karena Violet adalah perawan pertamanya.
"Okay, aku akan membiarkanmu sendiri!" ucap Noah berlalu pergi. Noah mencari Sarah dan meminta pelayan itu supaya memenuhi semua ke kebutuhan Violet karena dia ingin pergi ke markas.
*****
__ADS_1
"Nona..." panggil Sarah saat makan malam tiba, dia mengetuk kamar Violet dengan membawa nampan berisi makanan.
Tak lama pintu dibuka, Violet kelihatan lebih segar karena sepanjang hari dia gunakan untuk tidur.
"Kenapa dibawa kemari? Kemana, Noah?" tanya Violet penuh selidik.
"Sepertinya Tuan Noah pergi bersama Ruzel," jawab Sarah.
Seketika wajah Violet berubah masam, Noah selalu saja membuatnya kesal.
"Dia tidak akan melakukan misi, 'kan?" tanya Violet ketus.
"Kau tega, Noah!" gumam Violet dengan isak tangisnya.
Noah yang baru saja kembali melihat itu semua, dia harus kuat-kuat menahan emosinya. Dekat salah jauh juga salah.
"Siapa yang tega?" tegur Noah mendekat pada istrinya. Dia mengambil batangan coklat dari balik jas yang dia pakai. "Katanya coklat bisa mengembalikan mood seseorang!"
Violet mengambil coklat itu dengan mengulum senyumnya. "Aku kira kau akan melakukan misi lagi!"
"Aku sudah berjanji bukan, aku tidak akan melakukan misi apapun sampai kau melahirkan!" ungkap Noah membelai rambut Violet. "Aku juga janji tidak akan menyentuhmu lagi!"
__ADS_1
"Be-benarkah?" tanya Violet meragu.
"Aku akan menahan diri, biar kau tidak meragukan aku lagi. Aku menyayangi anak kita!" ucap Noah yang entah kerasukan setan apa bisa bicara seperti itu.
Dan Noah membuktikannya, lelaki itu tidak menyentuh Violet dan tidak melakukan misi apapun. Setiap hari yang pasangan itu lakukan hanya bermesraan saja. Semua yang bersangkutan dengan Black Mamba di handle oleh Ruzel.
Sampai tak terasa usia kandungan Violet tinggal menghitung hari saja. Violet rajin melakukan olahraga supaya proses persalinannya nanti lancar.
Seperti saat ini dia tengah berenang bersama suaminya. Dan mereka saling berpelukan di pinggir kolam renang.
"Noah, aku ingin melahirkan secara normal dan juga jadi orang biasa," pinta Violet yang tidak mau Noah melakukan hal gila saat persalinan nanti.
"Yang biasa seperti apa?" tanya Noah yang tidak mengerti.
Belum sempat Violet menjawab, dia merasakan mulas. Dia meremas lengan Noah dengan kuat. "Sakit!" rintihnya.
Noah bergegas memanggil Ruzel dan memintanya untuk menculik dokter kandungan terbaik.
"Cepat, istriku mau melahirkan!" perintah Noah gusar. Sepertinya dia melupakan permintaan Violet sebelumnya.
"Tenang, Baby. Aku akan memenggal kepala dokter itu jika membuatmu kesakitan saat melahirkan!"
__ADS_1