
Mendengar pernyataan cinta Violet, refleks Noah mencium bibir Violet kembali. Bibir yang sudah menjadi candu baginya, rasanya dia ingin menerjang Violet saat itu juga. Dan untuk itu dia dan Violet harus selamat.
"Kita lanjutkan urusan kita nanti, Baby!" ucap Noah setelah melepas tautan bibirnya. Noah sekarang berusaha memanjat dinding lift supaya bisa menjangkau atap lift tersebut.
"Argh!" teriaknya saat berhasil menjangkau atap lift dan berusaha membukanya.
Srekkk!!
Akhirnya Noah berhasil membuka atap lift, dia segera turun kembali dan meminta Violet naik ke pundaknya lagi.
Suara dentuman terdengar lagi membuat Violet bergegas naik ke atas setelah itu disusul oleh Noah. Keduanya berusaha untuk mencari pintu darurat setelahnya naik ke atap di mana Ruzel sudah menunggu mereka dengan helicopter.
"Noah, aku tidak tahan lagi!" keluh Violet yang wajahnya sudah memucat.
"Sebentar lagi, Baby!" Noah akhirnya menggendong Violet supaya lekas sampai di atap gedung.
Ruzel menunggu dengan harap-harap cemas, mereka harus menyusul Wilson dan Yara di markas The Golden Circle. Dan sedetik kemudian yang mereka tunggu akhirnya tiba juga, Noah yang menggendong Violet sudah sampai ke atap. Ruzel memerintahkan pilot bersiap terbang karena polisi sudah mengincar mereka.
"Cepat!" teriak Ruzel.
Noah masuk dan langsung memakaikan headphone di telinga Violet kemudian dia memeluk gadis yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"Kita ke rumah sakit atau ke markas The Golden Circle?" tanya Ruzel saat helikopter sudah terbang menjauh.
__ADS_1
Belum sempat Noah menjawab, gedung Bill Company meledak dan runtuh karena bom utama yang meledak.
Noah bersyukur sudah keluar dari bangunan itu, dia memandangi wajah pucat Violet. Lelaki itu mengecup bibirnya sejenak, bibir yang beberapa menit lalu mengucapkan cinta padanya. Kemudian tangan kekarnya mengusap perut Violet dengan lembut, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan Violet.
"Uruslah Vio, panggil dokter Antonio! Bawa dia ke pulau biru karena di sana tempat yang paling aman sekarang! Biar aku yang membantu daddy Wilson dan mommy Yara!" akhirnya Noah mengambil keputusan itu.
Ruzel hanya bisa menganggukkan kepala karena melihat kondisi Violet yang melemah. Akhirnya Noah turun dari helicopter dan masuk ke dalam mobil van dengan beberapa anak buahnya.
*****
Di markas The Golden Circle
Setelah memencet alat penyantera sebelumnya, Wilson langsung menekan kakinya yang berada di leher Raul. Dia tidak akan memberi ampun kali ini.
Para bawahan Raul yang melihat bos mereka terancam akhirnya mengepung Wilson. Mereka semua menodongkan senjata ke arah Wilson.
"Will!" Yara mulai panik yang membuat Wilson melepaskan kakinya dari leher Raul.
Di luar markas para anggota Black Mamba yang menyusul bos mereka sudah sampai. Tapi mereka tengah menunggu komando dari Ruzel supaya tindakan mereka tidak salah langkah.
Tapi komando sekarang dipegang oleh Noah sendiri.
"Tunggu aku!" perintah Noah dari balik chip.
__ADS_1
Lelaki itu masih dalam perjalanan dan mempersiapkan dirinya. Dia memakai rompi anti peluru baru dan mempersenjatai dirinya.
Saat markas The Golden Circle sudah tampak, Noah berdiri sambil merenggangkan lehernya.
"Kita akhiri permainan ini sekarang!" ucapnya.
Tangga helicopter diturunkan dan Noah turun memakai itu. Dia segera bergabung dengan anak buahnya dan mengepung markas Raul.
Dor!
Dor!
Dor!
Suara tembakan saling bersahutan. Noah menggigit granat dan melemparnya membuat anak buah Raul langsung tumbang.
"Di mana bos kalian?" tanya Noah pada anak buah Raul yang sekarat.
Tampaknya anak buah Raul begitu setia dan tidak mau membuka mulut.
Dor!
Noah langsung menembak mulutnya tanpa ragu.
__ADS_1
"Aku bisa mencarinya sendiri dan memenggal kepalanya kemudian akan aku jadikan tubuhnya jadi santapan heinaku!" desis Noah kemudian.