
Yara ingin memanggil Violet untuk makan malam, tapi saat berada di depan pintu kamar putrinya justru dia mendengar suara-suara lenguhan di dalam sana.
"Ck!" decaknya, Yara mengurungkan niatnya dan kembali ke meja makan di mana Wilson menunggu keluarganya berkumpul.
"Di mana Vio dan Noah?" tanya Wilson saat melihat istrinya kembali seorang diri.
Yara menaikkan kedua bahunya. "Mereka sedang melepas rindu aku rasa!"
Jawaban Yara membuat Wilson terkekeh. "Apa kau juga menginginkannya malam ini, sayang?"
"Kita sudah tua, Will! Sebentar lagi kita mempunyai cucu!" tolak Yara yang tak habis pikir.
"Memang apa hubungannya? Itu adalah dua hal yang berbeda, aku malam ini membutuhkan ketenangan!" ucap Wilson dengan menyesap wine di tangannya. Dia mengingat kejadian satu jam yang lalu saat dia menghabisi Jonas dengan tangannya sendiri.
Sepertinya Yara mengerti perasaan Wilson, dia juga sama terpukulnya tapi itu adalah balasan yang setimpal untuk pengkhianat.
"Vio harus membiasakan diri mulai sekarang!" ucap Yara memecah keheningan yang tercipta beberapa menit sebelumnya.
"Dia pasti akan cepat terbiasa. Acara pernikahan sebaiknya janga ditunda lagi dan biarkan mereka honeymoon atau kita akan mendengar suara percintaan mereka!" dengus Wilson yang samar-samar mendengar suara Noah dan Violet yang semakin nyaring.
__ADS_1
*****
"Noah! Akh...."
"Pelan-pelan!"
Di dalam kamar itu, kedua insan masih melepas rindu mereka. Raga kekar itu terus menusuk sang gadis dari belakang dengan brutal. Tapi mendengar suara Violet barusan, Noah memperlambat gerakannya.
"Sorry, Baby. Aku terlalu bersemangat!"
Noah akhirnya bermain dengan cukup lembut supaya tidak menyakiti bayinya. Sampai dia merasakan puncaknya akan datang, kedua tangannya mencengkram pinggang ramping Violet dan mempercepat gerakannya sampai semburan hangat Violet rasakan.
Keduanya terengah-engah, akhirnya permainan panas itu selesai juga. Violet memejamkan matanya masih menikmati sisa-sisa percintaan mereka sampai dia merasakan punggungnya dikecupi oleh Noah.
"Aku hamil anakmu, Noah!" seru Violet yang takut jika Noah akan menerkamnya lagi jadi dia memakai kehamilannya untuk alasan.
Noah akhirnya mau melepaskan dirinya tapi dengan posesif lelaki itu memeluknya. Keduanya terdiam cukup lama karena menetralkan nafas mereka.
"Lihatlah, masih di dalam kandungan saja, bayi itu sudah begitu menguasaimu!" decak Noah dengan sebal.
__ADS_1
"Kau cemburu pada anakmu sendiri?" tanya Violet sambil mengulum senyumnya.
"Kita harus sering menitipkannya pada mommy dan daddy jika dia sudah lahir, aku tidak mau dia jadi pengganggu!"
"Oh iya? Kita lihat saja nanti, jika dia sudah lahir, kau pasti tidak mau berpisah dengannya!"
"Cih, tidak mungkin!"
Violet enggan berdebat lagi, dia ingin menikmati momen berdua seperti ini. Sebelumnya hubungan mereka hanya penuh dengan ancaman dan dominasi dari Noah jadi untuk sekarang Violet sangat menikmatinya.
"Katakan I love you lagi padaku!" pinta Violet sambil mengadah menatap Noah yang tatapannya juga dibalas lelaki itu.
"Aku tidak mau menunjukkannya dengan perkataan tapi aku ingin menunjukkannya dengan perbuatan yang nyata!"
"Apa itu?"
"Aku besok akan menikahimu, jadi persiapkan dirimu dari sekarang!"
Violet mendengus kasar mendengar itu, bukannya bahagia akan dinikahi justru Violet kesal karena Noah yang menghabiskan energinya untuk bercinta.
__ADS_1
"Kalau mau menikahiku setidaknya berilah aku makan!"
"Ternyata menikahimu tidak merepotkan, Baby. Kau hanya butuh makan!"