Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Membebaskan


__ADS_3

Di luar anak buah Jonas sudah tidak bisa berkutik karena kalah skill dengan anak buah Noah yang terlatih.


“Kita pergi!“ ucap Noah yang keluar dari mansion dengan menggendong Violet.


Anak buah Noah langsung bubar dan menyiapkan kendaraan untuk bos mereka.


Di dalam perjalanan Violet tidak mau melepaskan pelukannya dari Noah dan hal itu membuat Noah miris. Bagaimana pun, Noah adalah penculik dan pemerkosa gadis itu tapi justru kini Violet tidak mau melepaskan diri darinya.


Noah membawa Violet kembali ke mansionnya. Di sana sudah ada dokter Antonio yang menunggu.


“Leher dan pergelangan tangannya terluka!“ ucap Noah pada dokter Antonio.


Dokter Antonio ingin memeriksa keadaan Violet tapi gadis itu tidak mau disentuh, badannya masih gemetar ketakutan.


“Hei, ada aku di sini!“ bujuk Noah lembut.


Hal itu membuat dokter Antonio terkejut bukan main, seorang Noah yang sebelumnya bengis pada Violet bisa selembut itu.


“Mari, Nona!“ akhirnya dokter Antonio juga ikut membujuk.


Violet merenggangkan pelukannya pada Noah dan membiarkan dokter Antonio mengobati luka dilehernya.

__ADS_1


“Apa lukanya bisa terkena infeksi atau sejenisnya?“ tanya Noah yang tampak khawatir.


“Lukanya tidak terlalu dalam jadi masih aman! Saya akan meresepkan antibiotik supaya lukanya cepat mengering!“ jawab dokter Antonio.


Noah tampak puas, kini matanya tertuju pada pergelangan tangan Violet yang memar. Ingatan Noah kembali pada Jonas karena lelaki bajingan itu yang membuat Violet seperti sekarang.


Bukan Noah tidak bisa membunuh Jonas tapi lelaki itu masih memikirkan Yara sang mommy. Pasti jika Noah membunuh Jonas, ibu angkatnya itu akan kecewa padanya.


“Sudah selesai? berikan resep obatnya pada Ruzel!“ perintah Noah dengan menggendong Violet menuju kamarnya.


Violet hanya bisa mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Noah dan memperhatikan lelaki berahang tegas itu dari bawah karena Noah menggendongnya ala bridal.


Rupanya Noah menunduk dan balas menatap Violet dengan tersenyum tipis. Senyuman yang baru pertama kali di lihatnya dan hal itu membuat Violet merona.


“Um, tidak! Eh, iya__“ Violet langsung tergagap.


Noah mengulum senyumnya sampai mereka sampai di kamar dan Noah menurunkan Violet di sofa kamar.


“Mau mandi?“ tanya Noah perhatian.


Violet hanya bisa mengangguk kecil, dia segera berlari ke kamar mandi karena begitu gugup berhadapan dengan Noah.

__ADS_1


“Ya Tuhan, kenapa monster itu kelihatan tampan!“ gumamnya dengan memegang dada.


Violet segera membersihkan tubuhnya dengan menahan nyeri di sekujur tubuhnya. Setelah ini Violet membayangkan akan bisa membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk Noah dan pikiran liarnya ingin merasakan pelukan dari lelaki itu seperti biasa.


“Aku pasti sudah gila, sadarlah Vio! Dia mafia cabul!“ Violet bermonolog pada dirinya sendiri.


Saat dia sudah selesai, dengan perlahan Violet keluar kamar mandi hanya memakai bathrobe.


“Sarah!“ panggil Violet saat pelayan itu ada di kamar itu.


“Saya membawakan baju untuk Nona!“ ucap Sarah dengan memberikan pakaian yang bermerk bukan murah seperti biasa.


“Kok tumben!“ batin Violet yang segera memakai baju yang diberikan Sarah.


Sarah menatap Violet dengan lekat saat gadis itu memakai bajunya. “Apa saya boleh memeluk, Nona?“


“Kenapa?“ tanya Violet bingung.


Tapi Sarah tetap memeluk Violet dan berkata. “Berbahagialah, Nona!“


“Sarah, ada apa sebenarnya?“

__ADS_1


“Tuan Noah, membebaskan anda, Nona!“


Seharusnya Violet senang mendengar itu bukan tapi kenapa justru sekarang Violet merasa sakit.


__ADS_2