Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Kedatangan Tamu


__ADS_3

“Jadi, kau seorang model?“ tanya Yara dengan menyisir rambut Violet dari belakang.


Sebenarnya Violet sudah menolaknya tapi Yara memaksa. Yara begitu telaten menyisir rambut Violet dengan lembut.


“Aku merasa tersinggung Aunty tidak tahu aku, jasaku banyak dipakai oleh iklan brand ternama!“ ucap Violet membanggakan diri.


“Kau tahu sendiri aku hidup di mana, 'kan!“ sahut Yara dengan terkekeh.


“Apa kehidupan pasangan mafia memang seperti ini?“ tanya Violet ingin tahu karena pasti kehidupan mereka jauh dari kata normal.


“Dulu aku seorang perawat, aku bertemu Wilson saat dia terluka karena terkena tembakan. Aku mengobati lukanya dan siapa sangka pria itu jatuh hati padaku. Dia mengklaim aku miliknya dan melakukan berbagai cara untuk membuatku jatuh hati padanya,“


“Dan berhasil, aku jatuh hati pada Wilson dan memutuskan berhenti dari pekerjaanku. Kami menikah, awalnya semua baik-baik saja sampai saat aku dinyatakan hamil dan dari situ cobaan bertubi-tubi menghampiri,“


Violet tampak mendengarkan cerita Yara dengan seksama, dia bahkan membalik badannya supaya mereka berdua bisa bertatapan.


“Musuh-musuh Wilson tahu jika aku dan calon bayi kami adalah kelemahannya. Oleh karena itu, mereka berusaha menyingkirkan kami. Tentu saja Wilson berusaha melindungi kami sekuat tenaga tapi di malam itu tepatnya saat aku melahirkan putri kami, bayi kami diculik dan dibuang entah kemana!“

__ADS_1


Yara tampak meneteskan airmata mengingat kejadian memilukan itu. Dia hanya sempat melihat bayi kecilnya sebentar tapi ternyata tanpa dia duga di ruang bersalin malam itu, Wilson diserang musuh dan mereka berhasil mengambil bayinya.


“Karena itu Aunty tinggal di pulau ini?“ tanya Violet kemudian.


“Ya, setelah kejadian itu aku lebih memilih tinggal di pulau ini karena tempat ini paling aman!“ jawab Yara dengan seutas senyuman.


“Dan Noah?“ tanya Violet lagi.


“Noah anak angkat kami. Setelah kejadian malang itu, Wilson tidak mau memiliki anak lagi. Kami hanya tinggal berdua tapi suatu hari Wilson pulang ke pulau ini dengan membawa pemuda malang!“ sahut Yara dengan mengelus wajah cantik Violet.


Sebenarnya Violet ingin bertanya lebih jauh lagi tapi Yara menyudahi obrolan mereka karena Yara mengajaknya untuk mempersiapkan makan malam.


*****


Sementara Noah mendatangi Wilson yang saat ini sedang berdua bersama Ruzel di sebuah pondok dengan mereka yang menyesap rokok bersama.


“Dad__“ panggil Noah.

__ADS_1


Wilson mendelik ke arah Noah sejenak lalu menyesap rokoknya lagi.


“Jadi bagaimana rencana kalian?“ tanya Wilson kemudian.


“Keuangan perusahaan mulai stabil dan dewan direksi sudah berpihak pada Noah!“ jelas Ruzel. “Walaupun saham Vector lebih besar daripada Noah tapi jika digabung dengan saham semua dewan direksi rasanya sudah cukup untuk melengserkan Vector!“


“Apalagi ada beberapa bukti otentik aliran dana tidak relevan sebelumnya!“ timpal Noah kemenangan karena harapan melihat Vector hancur sudah di depan mata.


Wilson mengangguk puas. “Jangan pernah beri ampun pada musuh! Dan jangan pernah biarkan musuh menyerang titik lemahmu!“


“Apa kau masih belum bisa mengatasinya?“ tanya Wilson yang sangat tahu jika Noah masih mengalami trauma itu.


“Aku pasti bisa mengatasinya!“ jawab Noah percaya diri.


“Vector sudah pernah melihat sisi lemahmu sekali, sebaiknya jangan pernah memberikan tontonan menyedihkan itu lagi!“ timpal Ruzel mengingatkan.


Sampai perbincangan mereka teralihkan dengan sebuah helicopter yang mendekati pulau lalu mendarat di pinggir pantai.

__ADS_1


Sosok lelaki dengan badan atletis keluar dari helicopter memakai kacamata hitamnya diikuti oleh beberapa anak buah di belakangnya.


“Jonas Brown!“ geram Noah dengan mengepalkan kedua tangannya menyadari jika adik angkatnya yang datang.


__ADS_2