
Mata Noah menatap Violet tanpa berkedip, lelaki itu memindai bagian tubuh Violet. Apa ada yang terluka?
Tentu saja dia mencemaskan keadaan wanita baja itu, selama bersamanya Violet tidak pernah dia kasari kecuali di atas ranjang karena lelaki itu sudah kecanduan dengan tubuh Violet sampai ingin selalu meneguk madu dari gadis itu.
Noah akan mengikuti permainan Violet karena dia yakin gadis itu dibawah ancaman. Noah ikut berlutut bersama Wilson dan Yara di sana.
“Hahaha!“ Vector tertawa kemenangan melihat ketiga orang tidak berdaya di bawah kaki Violet.
“Lanjutkan, Vio! Tunjukkan pada mereka kelompok The Golden Circle itu seperti apa, jangan memberi mereka ampun!“ ucapnya kemudian.
Violet yang mendengar itu mendekat pada ketiga orang yang bersimpuh di hadapannya.
“Jabatan CEO harus kembali pada Vector dan semua anak buah dari klan kalian harus masuk ke klan The Golden Circle!“ ucap Violet dengan nada perintah.
Menyerahkan semua anak buah berarti sama saja membubarkan klan mereka.
Wilson hanya diam tidak menjawab begitu juga dengan Noah sebagai pemimpin kelompok tidak mungkin mereka menyerahkan semuanya begitu saja.
Tapi lain hal dengan Yara yang akan melakukan apapun untuk membuat Violet kembali padanya.
__ADS_1
“Baik, kami akan memenuhi semua keinginanmu!“ ucapnya.
Vector menyunggingkan senyumannya, dia mendekati Violet dan memegang kedua bahu gadis itu.
“Sekarang kau harus memilih diantara mereka, Vio!“ perintahnya yang lagi-lagi seperti sebuah ancaman.
“Memilih bagaimana? Bukankah kau sudah mendapatkan yang kau mau?“ tanya Violet yang sudah jengah menjadi budak penurut Vector.
Vector tahu jika ketiga orang yang masih berlutut itu tidak akan melawan Violet, oleh karena itu Vector memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.
“Kau harus membunuh salah satu dari mereka!“ bisik Vector ditelinga Violet yang membuat tubuh gadis itu bergetar.
Kalau di dalam tubuhnya tidak ada microbom pasti sekarang tanpa ragu Violet akan menembak Vector dengan membabi buta.
Dan lagi-lagi Violet harus menurut dan memilih siapa yang akan dia tembak mati.
“Ayo Vio! Jangan banyak berpikir! Mereka semua orang-orang yang menyakitimu!“ ucap Vector menuntut dan memancing emosi Violet.
Violet kembali mengarahkan senjatanya ke depan dan membidik bergantian. Pertama dia melihat Yara yang matanya tampak berkaca-kaca, kedua dia melihat Wilson yang wajahnya tampak tenang tapi tetap tegas dan galak khas bos mafia, ketiga dia melihat Noah.
__ADS_1
Pandangan mereka beradu, desiran aneh itu datang lagi. Wajah Noah tampak babak belur tapi tidak mengurangi ketampanannya.
Violet mulai menarik pelatuknya, dia membuang nafasnya kasar untuk memantapkan pilihannya hingga pistolnya mengarah pada Noah.
“Wow! Kau memilih si cupu itu!“ seru Vector dengan tertawa kecil.
Lalu Vector menatap Noah yang tidak mengucapkan sepatah katapun dari tadi. “Ada kata-kata terakhir? Sebelum kau berakhir di alam baka?“
Noah menatap Violet dan berkata. “Ya, aku ingin Vio tahu satu hal. Aku sangat menikmati setiap percintaan kita!“
“Dasar mafia cabul!“ umpat Violet dalam hatinya. Bisa-bisanya dalam keadaan genting dia masih memikirkan hal itu sampai Noah menyambung kalimatnya lagi.
“Aku selalu merindukanmu dan memikirkanmu! Sebelum aku mati, aku ingin kau tahu itu Vio!“
Dan....
Dor! Dor! Dor!
Violet langsung menembak sebanyak tiga kali tepat di dada Noah sampai lelaki itu ambruk di tempatnya.
__ADS_1