
Srek!
Tangan Noah merobek baju Violet dalam satu tarikan membuat empunya mengumpat dalam hatinya. "Dasar mafia cabul!"
Tapi jujur saja dia juga sangat merindukan permainan ranjang, entah karena hormon kehamilan atau memang Violet yang mesum.
Di tubuh Violet hanya tersisa pakaian dalamnya saja. Tangan kurusnya mengelus dada Noah yang membuat si pemilik raga memejamkan matanya.
"Lakukan, Baby. Aku tahu kau menginginkanku!" ucap Noah dengan geraman karena gairahnya yang semakin memuncak.
Violet memutar bola matanya malas karena seolah-olah dia yang berinisiatif menginginkan hal itu walaupun dalam hatinya dia juga tidak menolak.
"Kau tidak akan mengajariku jadi miskin lagi?" tanya Violet mengalihkan pembicaraan.
Noah berdecak sebal karena Violet menanyakan hal yang tidak penting, dia segera menarik bra Violet untuk membebaskan dua bongkahan yang makin berisi itu. Tangan kekarnya mengusap setelah itu meremas salah satunya membuat Violet memekik kesakitan.
"Sakit! Kau gila ya!?"
"Ukurannya membesar dari terakhir kali aku menyentuhnya!"
__ADS_1
"Itu karena aku hamil!"
Noah terdiam sejenak dan itu disalah artikan oleh Violet, gadis itu buru-buru turun dari perut Noah sambil memungut bra-nya.
"Aku tahu, kau hanya menginginkan tubuhku bukan bayiku!" ucap Violet dengan pemikirannya sendiri. "Aku akan menyelamatkan bayiku, aku bisa merawatnya sendiri!"
Violet sudah berdiri dengan nafas memburu, entahlah dia tiba-tiba ingin marah. Dia berusaha memakai bra-nya tapi langsung ditepis oleh Noah.
"Kenapa kau berpikir seperti itu, hem?"
"Mafia seperti kalian pasti tidak akan mau memiliki anak!"
"Siapa yang bilang seperti itu?"
"Oh, jadi itu yang membuatmu berpikir seperti itu?"
Noah terus maju dengan tubuhnya yang tanpa busana itu, otomatis Violet mundur sampai membentur dinding.
"Akh!" Violet meringis karena punggungnya yang terbentur dinding.
__ADS_1
"Aku sudah memilihkan gaya yang bagus supaya kau tidak kesakitan, sepertinya kau ingin melakukannya sambil berdiri, ya?"
Setelah berkata seperti itu, Noah tidak mau berbasa-basi lagi. Dia segera menyambar bibir Violet dan mengunci pergerakan gadis itu. Dia memberi rangsangan supaya Violet membuka mulut dan membalas ciumannya. Dan terjadilah pergulatan indera pengecap dua anak manusia itu.
Srek!
Noah kembali merobek kain terakhir di tubuh Violet sambil menaikkan satu kaki gadis itu, dia mencoba mengarahkan miliknya untuk memasuki Violet tanpa melepas ciumannya.
"Hmmp!" Violet menjerit dalam ciuman saat benda besar itu memasukinya. Refleks dia mengalungkan kedua tangannya di leher Noah.
Setelah dirasa Violet sudah rileks, Noah melepaskan ciumannya dan menatap Violet yang matanya terpejam. Satu tangannya meraih dagu gadis itu. "Buka matamu dan tatap aku, Baby!"
Dengan perlahan Violet membuka matanya dan jantungnya semakin berdebar karena wajah Noah yang sangat dekat padanya, bahkan nafas Noah menghembus ke wajahnya.
"Will you marry me, Violet Brown?" tanya Noah yang membuat mata gadis itu membulat sempurna.
"Aku menginginkan bayi kita, aku memikirkan masa depan kita! Jadi, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi!" sambung Noah.
Violet bingung, dia tidak menyangka hidupnya akan menjadi seperti sekarang. Orang tua kandung dan pria yang dicintainya adalah mafia, sekarang dia hanya perlu membiasakan diri bukan?
__ADS_1
Sebuah anggukan menjadi jawaban dari pertanyaan Noah yang membuat lelaki itu tersenyum puas, karena memang sebenarnya Violet tidak punya pilihan, itu hanya sebatas formalitas.
"Sekarang kita harus merayakannya, Baby!" ucap Noah mulai menggerakkan tubuhnya yang membuat Violet memekik nikmat. Gadis itu meremas rambut Noah dan merasakan banana perkasa yang maju mundur di bagian bawah tubuhnya. "Akh! Noah..."