Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Tamparan Keras


__ADS_3

Violet terbangun dari pingsannya, setelah dipaksa untuk membuat tatto sebelumnya gadis itu langsung tak sadarkan diri.


“Auw! Sakit!“ rintih Violet merasakan punggungnya sangat perih. Sudah dipastikan kulitnya melepuh saat ini.


Untuk kali ini dia tidak bisa menahan tangisannya lagi, tidak ada tempat yang aman untuk dirinya saat ini karena semua berbuat jahat padanya.


Tapi dia mengingat saat dipaksa membuat tatto tadi, dia menjerit-jerit memanggil nama Noah. Sungguh tidak masuk akal memang, jauh dilubuk hatinya dia berharap lelaki itu menolongnya dan calon bayi mereka. Tapi di sisi lain, dia juga takut Noah justru tidak akan menerima calon bayinya.


“Mom, Dad!“ panggil Violet. Sekarang harapan satu-satunya gadis itu adalah Wilson dan Yara, dia berharap orang tua kandungnya tidak akan memperlakukannya seperti James dan Megan.


Pelukan hangat Yara saat ini yang Violet butuhkan. Gadis keras kepala itu sekarang dalam keadaan yang sangat rapuh sekali.


Krek!


Pintu ruangan di mana Violet disekap dibuka perlahan, Vector menyembul masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Walau bagaimanapun mereka besar bersama-sama, jadi Vector tidak bisa membenci seratus persen Violet masih ada rasa iba di hatinya.


“Makanlah, Vio!“ ucap Vector seakan tidak terjadi apa-apa.


Vector mendekati Violet tapi gadis itu memundurkan badannya menjauh karena takut.


“Aku ingin melihat lukamu! Pasti sebentar lagi akan mengering. Sekarang kau bagian dari The Golden Circle!“ tambah Vector.

__ADS_1


Violet menggelengkan kepalanya karena tidak sudi menjadi bagian kelompok yang menghancurkan hidupnya.


“Kau tidak bisa menolak, Vio! Karena kalau kau menolak, bayimu yang akan menjadi taruhannya!“


Lagi-lagi Violet mendapat ancaman. Tapi dia juga tidak bisa melakukan banyak perlawanan, dia tidak ingin kandungannya terjadi apa-apa.


“Apa yang harus aku lakukan supaya kalian melepasku?“ satu pertanyaan terlontar dari mulut Violet.


“Nanti kau akan tahu, untuk sekarang makanlah!“ sahut Vector, setidaknya Violet harus mempunyai tenaga untuk melakukan misi pertamanya. “Jangan pikirkan dirimu sendiri tapi pikirkan bayimu, kecuali kau memang ingin keguguran!“


Setelah berkata seperti itu, Vector pergi meninggalkan Violet seorang diri.



Bruk!


Noah terjatuh untuk kesekian kalinya dengan wajah yang babak belur. Darah mengucur deras dari hidung dan mulut lelaki itu tapi lagi-lagi Noah harus berdiri untuk menerima serangan dari ayah angkatnya.


“Stop!“ pekik Yara. Akhirnya wanita itu tidak tahan juga melihat adegan brutal suaminya. “Sarah!“


Sarah yang mengintip sedari tadi dengan cepat menghampiri Yara. “Iya, Nyonya!“

__ADS_1


“Cepat ambilkan kompres dingin!“ perintah Yara yang langsung diangguki oleh Sarah. Setelah itu Yara menatap Wilson yang masih kelihatan emosi. “Will, kau membuang tenagamu! Sekarang yang terpenting menyelamatkan putri kita!“


Wilson tidak membalas penuturan istrinya tapi dia langsung berlalu pergi karena jika diteruskan Noah pasti akan mati.


“Kompres dinginnya, Nyonya!“ ucap Sarah.


Yara meraih kompres dingin itu dan mendekati Noah, tanpa banyak kata wanita itu mengompres wajah Noah yang babak belur.


“Dari dulu aku memang seorang pecundang!“ ucap Noah yang merasa dirinya tidak berubah.


“Jadi kau ingin tetap menjadi pecundang?“ tanya Yara yang masih telaten membersihkan luka lebam putra angkatnya.


“Aku pasti bisa menyelamatkan Vio dan mengembalikan wanita baja itu pada kalian!“ balas Noah penuh tekad.


“Dan Mom...“


Yara menatap Noah lekat menunggu penuturan Noah selanjutnya.


“Sepertinya kalian akan memiliki cucu!“


PLAK!

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat di pipi Noah.


__ADS_2