Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Sebuah Video


__ADS_3

Vector semakin menghimpit tubuh Violet membuat gadis itu melakukan perlawanan, Violet langsung menendang banana Vector setelahnya berlari kencang sampai keluar dari rumah.


Tapi tanpa dia sadari kelompok dari The Golden Circle mengepung rumahnya.


“Apa waktunya aku pingsan?“ batin Violet yang memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan. Tapi jika dia pura-pura pingsan pasti Vector akan leluasa menjamahnya.


“Ada gajah terbang!“ teriak Violet sambil menunjuk ke atas yang membuat anak buah Vector mengadah ke langit.


Kesempatan itu dipakai Violet untuk berlari menjauh. “Dasar para mafia bodoh! Arghh.... Kenapa hidupku jadi dikelilingi oleh mafia!“ batin Violet kesal bahkan sekarang dia hamil calon bayi mafia.


Dor!


Satu tembakan tepat mengenai sisi kaki Violet membuat gadis itu langsung menghentikan langkahnya.


“Satu langkah lagi, aku pasti akan benar-benar menembak kakimu!“ ancam Vector yang masih belum menurunkan senjatanya.


Akhirnya Violet hanya berdiri mematung dengan gemetaran sampai dia diseret oleh anak buah Vector untuk masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil tangan Violet diikat dengan mulut ditutup oleh lakban hitam seperti drama-drama yang sering gadis itu tonton.


“Ya Tuhan, kenapa hidupku kok begini banget. Diculik sana sini, bahkan aku korban penculikan dari bayi!“ batin Violet menangis tergugu.

__ADS_1


Violet dibawa ke markas The Golden Circle untuk menghadap pada Raul Smith penculik Violet dari bayi.


“Auw!“ pekik Violet saat lakban dimulutnya dilepas.


Sekarang posisi gadis itu tengah bersimpuh persis di depan kursi kebesaran Raul.


Raul menelisik wajah Violet yang tampak memucat tapi tidak mengurangi kecantikan alami dalam diri wanita itu.


“Bayi yang lemah dulu ternyata menjelma menjadi wanita yang menggoda!“ ucap Raul menyeringai lebar.


Keringat dingin keluar dari pelipis Violet menandakan gadis itu sangatlah ketakutan bahkan untuk berbicara pun rasanya dia kesulitan.


“Kau tahu apa yang harus kau lakukan! Buat dia jadi bagian dari kita!“ ucap Raul dengan tersenyum sangat sinis.


Vector mengangguk. “Akan aku lakukan, Dad!“



Disisi lain, Noah dan Ruzel duduk di ruang tunggu sebuah rumah sakit karena menunggu hasil tes DNA. Sepatu Noah terus mengetuk lantai rumah sakit karena dia sudah tidak sabar.


“Demi Tuhan, aku ingin meledakkan rumah sakit ini sekarang juga!“ geram Noah karena merasa prosesnya sangat lama.

__ADS_1


“Tenanglah! Normalnya tes DNA akan keluar sebulan kemudian! Mereka bekerja dengan cepat sekarang karena ancamanmu!“ ucap Ruzel berusaha menenangkan.


Bagaimana tidak, Noah memang benar-benar akan mengebom rumah sakit itu jika dalam waktu yang ditentukan Noah hasil tes DNA itu tidak keluar.


Sampai akhirnya dokter Antonio keluar dari ruangan laboratorium sembari membawa sebuah kertas hasil dari serangkaian tes yang dilakukan.


“Aku tidak ingin mendengar istilah-istilah medismu! Aku hanya ingin mendengar langsung hasilnya!“ ucap Noah to the point.


Dokter Antonio mengangguk dan mengerti. “Hasil tes 99,99℅ cocok!“


Tidak ada sahutan dari Noah tapi lelaki itu langsung menutup matanya merasakan perasaan yang campur aduk di hatinya. Dia berusaha menguasai dirinya lalu mendelik ke arah Ruzel.


“Kerahkan seluruh kemampuan kita untuk menemukan, Vio!“ perintah Noah dengan tegas. “Kumpulkan mata-mata, penembak jitu dan seluruh anak buah kita!“


Belum sempat Ruzel menjawab tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah pesan video masuk dan dengan cepat Ruzel membuka pesan video itu.


Mata Ruzel membulat, buru-buru dia memperlihatkan video itu pada Noah.


Di video itu terlihat Violet yang menangis dan menjerit karena gadis itu dipaksa untuk membuat tattoo dari lelehan emas panas dan membentuk cincin lingkaran emas di punggungnya.


“Noah! Noah! Tolong aku!“ jerit Violet di video itu.

__ADS_1


__ADS_2