Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Hadiah Lamaran


__ADS_3

Wilson dan Yara bersimpuh dengan todongan senjata di kepala mereka. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain yang membuat Raul menjadi muak.


"Nikmatilah detik-detik waktu kalian!" desisnya.


Dengan sisa tenaga yang ada Raul mengambil pedang samurai miliknya yang sangat tajam. Dia ingin memenggal kepala suami istri itu dengan tangannya sendiri.


Wilson dan Yara saling bertatapan, bergerak sedikit saja pasti mereka akan merenggang nyawa. Kalau tidak mati ditangan anak buah Raul, mereka akan mati ditangan Raul sendiri.


"Mengenalmu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku!" ungkap Wilson yang jarang berkata-kata romantis seperti itu.


Yara meneteskan air matanya. "Me too!"


Mereka memejamkan kedua mata mereka seolah sudah siap dengan kematian yang berada di depan mata. Hal itu tentu saja membuat Raul tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha! Kau memang manusia sampah!" Raul mengarahkan pedangnya ke leher Wilson.


Di detik Raul akan menebas leher Wilson, di detik itu juga Wilson membuka matanya dengan senyum seringai. Itulah yang dia tunggu dari tadi, Raul mendekat padanya.


Tangan Wilson dengan cepat merebut pedang samurai dari tangan Raul dan langsung menebas tangan anak buah Raul yang menodongkan senjata padanya.


Crash! Crash!


Suara teriakan memenuhi ruangan itu di mana para anak buah Raul kehilangan lengan mereka. Senjata mereka berjatuhan dan dengan cepat Yara mengambilnya.


Dor!


Dor!


Dor!

__ADS_1


Yara menembaki anak buah Raul tepat di kepalanya yang membuat mereka langsung ambruk seketika.


Kejadian itu sangat cepat hanya berlangsung beberapa detik saja yang mana membuat Raul kalah telak.


"Wow, amazing!" ucap Wilson mengecup bibir istrinya.


Brak!


Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dan Noah menyembul masuk di sana. Noah melihat lautan mayat sambil menaikkan kedua bahunya.


"Sepertinya aku tidak dibutuhkan disini!" ucap Noah kemudian.


Wilson melemparkan pedang di tangannya ke arah Noah. "Aku ingin melihat tontonan yang memanjakan mata!"


"Baiklah kalau daddy memaksa!" Noah mengambil pedang itu dan menatap Raul yang ketakutan di sana.


Raul berlari mengambil pedang samurainya yang lain, dia akan memperlihatkan kemampuannya bermain pedang.


Tidak mau membuang waktu Raul mengayunkan pedangnya ke arah Noah.


Trang! Trang!


Bunyi gesekan kedua pedang itu memekik di telinga. Raul menyerang dan Noah berusaha menangkis setiap serangan.


"Come on, Noah! Aku ingin cepat bertemu putriku!" ucap Wilson dengan tidak sabar.


"Tenang, Dad! Vio aman sekarang! Oh iya, aku akan menikahi Vio setelah ini!" sahut Noah sambil menangkis serangan dari Raul.


"Begitukah caramu meminta menikah dengan putriku!" seru Wilson yang tidak terima.

__ADS_1


Noah tersenyum smirk, dia merasa tenaga Raul sudah melemah. Sekarang saatnya membalik keadaan. Noah mendorong pedangnya yang membuat Raul mundur ke belakang.


"Bajingan!" teriak Raul karena posisinya sangat terpojok sekarang.


"Aku merasa tersinggung, Mr. Smith!" ucap Noah mendengar teriakan dari Raul.


Crash!


Noah menebas lengan Raul yang membuat lengan itu putus dan terjatuh bersamaan dengan pedangnya.


"Argh!" Raul berteriak kesakitan.


Tapi sepertinya Noah tidak puas, dia menebas kembali lengan satunya yang membuat Raul langsung duduk bersimpuh.


"Wah, sepertinya kau menyerahkan diri, Mr. Smith!" Noah mengarahkan pedangnya pada leher Raul. "Ini untuk Violet yang telah kau rampas hidupnya!"


Dalam satu ayunan Noah menebas lehe Raul sampai darahnya muncrat ke wajahnya.


Dug!


Kepala Raul jatuh dan langsung diinjak oleh Noah, Noah menendang kepala itu ke arah Wilson.


"Hadiah lamaran!" ucap Noah tanpa dosa.


"Damn you!" umpat Wilson sambil menendang kepala Raul kembali.


*****


Maaf kalo sadis ya, habis ini tinggal uwu2nya😅

__ADS_1


__ADS_2