Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Pengepungan


__ADS_3

Tangan Violet terulur ke pipi Noah membelai wajah yang terdapat banyak luka lebam.


"Wajahmu?" tanya Violet.


"Aku dihajar habis-habisan oleh daddy mu!" sahut Noah dengan terkekeh.


Tapi sejurus kemudian...


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipinya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Violet.


"Bodoh! Kau sangat terlambat! Ditubuhku sekarang...."


Perkataan Violet menggantung karena bibirnya langsung dibungkam oleh Noah dengan bibirnya, Noah menggigit bibir bawah Violet supaya gadis itu memberi akses lidahnya untuk masuk dan menaut di dalam sana. Dan dia mendapatkan apa yang dia mau, Violet membuka mulutnya dan kedua anak manusia itu bermain dengan indera pengecap mereka.


"I miss you, Baby!" geram Noah saat melepas pergulatan bibirnya.


Violet memukul dada Noah dengan tetesan air mata. Dia ingin memukul sepuasnya untuk melampiaskan semuanya.

__ADS_1


"Stop, Vio!" Noah mencekal tangan Violet supaya berhenti. "Pukul aku sesuka hatimu setelah kita bisa keluar dari sini!"


"Di mana mereka menanam microbom itu?" tanya Noah kemudian.


"Di punggungku, apa kau bisa mengeluarkannya?" sahut Violet dengan nada penuh harap.


"Aku yang membuat alat itu!" balas Noah yang langsung berdiri sembari menggendong Violet dan membawa gadis itu untuk duduk


Noah memasang chipnya supaya bisa terhubung dengan Ruzel. "Bagaimana keadaannya?"


"Seisi gedung sedang di evakuasi dan ada bom aktif di segala sisi, sekitar lima belas menit lagi akan meledak!" lapor Ruzel yang sudah menyebar bom itu sebelumnya. "Waktumu hanya sedikit, cepatlah!"


"Mereka sudah berada di markas The Golden Circle!" jawab Ruzel yang terus memantau keadaan.


Noah segera memutuskan panggilannya karena dia yakin Wilson dan Yara akan mengulur waktu supaya Raul tidak memencet tombol untuk meledakkan microbom di tubuh Violet.


"Ini akan sangat sakit, Vio. Tahanlah!" ucap Noah sembari menaikkan kaos yang dipakai Violet.


Violet tidak menjawab tapi dia mempersiapkan diri dengan rasa sakit yang akan dia rasakan sebentar lagi. Pasti rasanya tidak jauh berbeda dari saat pertama pembuatan tatto emas itu.

__ADS_1


"Aku mulai!" Noah mengeluarkan pisaunya dan dengan perlahan membuka kulit punggung Violet yang ada tatto emas di sana. Dia harus sangat hati-hati supaya tidak merusak komponen yang ada pada microbom itu yang justru bisa meledak sewaktu-waktu.


"Arghhhh!!!" teriak Violet yang pada kenyataannya tidak bisa menahan sakit yang luar biasa itu.


Noah mencoba mencari sapu tangan dan meminta Violet menggigitnya karena jujur mendengar teriakan gadis itu membuat dia tidak bisa berkonsentrasi.


Tangan Noah mulai melakukan pekerjaannya lagi dengan Violet yang menahan sakit apalagi saat pisau itu semakin menembus kulitnya dan Noah menyayatnya, rasanya dia mau pingsan.


"Sedikit lagi, Baby!" ucap Noah yang mulai melihat microbom itu. Lelaki itu bersumpah akan membunuh Raul dengan tangannya karena membuat Violet menderita seperti ini. Apalagi kondisi gadis itu tengah hamil muda.


"Cepat, Noah!" Violet rasanya tidak bisa menahan sakit lagi, matanya mulai berkunang-kunang.


Bersamaan dengan itu, pintu di tempat mereka berada didobrak dari luar. Pasti itu ulah Lius dan anggota The Golden Circle yang berhasil menemukan mereka.


"Noah!" lirih Violet yang wajahnya sudah memucat.


Brak!


Pintu akhirnya terbuka, Violet dan Noah langsung dikepung dari segala sisi.

__ADS_1


"Jangan bergerak!" Lius menodongkan senjatanya tepat di kepala Violet.


__ADS_2