Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Calon Bayi Mafia


__ADS_3

Yara memandangi foto-foto Violet yang dia ambil dari internet karena di sana potret Violet yang tersebar secara bebas.


Rasanya tidak jemu memandangi wajah gadis itu apalagi mata Violet yang selalu mengingatkan dirinya pada bayinya yang hilang. Yara sudah menganggap jika bayinya itu sudah tiada mengingat yang mengambil bayi tak berdosa itu adalah musuh Wilson.


Sampai ingatan Yara mengingat Jonas yang berani membawa Violet keluar dari pulaunya. Yara segera keluar dari kamarnya dan mencari salah satu anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengawasi Jonas.


“Bagaimana?“ tanya Yara tidak sabaran.


“Keterangan dari dokter Antonio, tuan Jonas memanggil dan memintanya untuk mengobati luka di dada!“


“Itu pasti perbuatan Noah!“ gumam Yara mengingat anak angkat pertamanya. Padahal bisa saja Noah membunuh Jonas pasti karena Noah masih memikirkan dirinya. “Dan Violet?“


“Semenjak tuan Noah membebaskan nona Violet, keberadaannya tidak terlacak lagi!“


Entah kenapa mendengar itu Yara menjadi mengkhawatirkan keadaan Violet. Yara mendatangi suaminya yang saat ini sedang berburu di hutan. Saat Yara ke sana kebetulan Wilson mendapatkan buruan seekor rusa.


“Sayang, lihatlah!“ ucap Wilson ketika melihat Yara datang.


Biasanya Yara begitu antusias saat suaminya berhasil menangkap buruan tapi untuk kali ini wanita itu tampak murung membuat Wilson merasa keheranan.

__ADS_1


“Why ?“ tanya Wilson dengan menarik istrinya ke pelukannya.


“Aku merindukannya, Will,“ lirih Yara memejamkan matanya.


Wilson tahu apa yang dimaksud istrinya, setiap Yara merasa kehilangan putri mereka, lelaki itu merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga bayi mereka.


“Sorry!“ kata itu yang bisa keluar dari mulut Wilson.



Di tempat tinggal barunya, Violet tampak lebih segar. Dia rutin meminum obat yang diberikan Vector padanya dan berhasil membuat rasa mualnya berkurang.


“Aku ingin menghirup udara luar!“ gumam Violet bersiap-siap ingin berkeliling desa.


Gadis itu mengenakan dress selutut berwarna pink yang terlihat pas dan cantik di tubuhnya. Selama beberapa hari ini, Violet mulai terbiasa hidup sendiri dan melakukan pekerjaan rumah sebisanya.


Kakaknya Vector harus kembali ke kota, mau tidak mau dia tidak boleh manja lagi. Tanpa Violet sadari kalau dia tengah di awasi ketat oleh orang-orang suruhan Vector supaya Violet selalu dalam pengawasan. Bahkan orang-orang yang notabene adalah pembunuh bayaran itu telah menghabisi anak buah Noah yang ditugaskan untuk memata-matai Violet. Tak khayal kini keberadaan Violet sulit terlacak.


“Apa ini susu sapi?“ tanya Violet saat berjalan di pasar tradisional dan menemukan ada seorang penjual susu.

__ADS_1


“Iya ini susu sapi murni hasil dari peternakan sendiri!“ jawabnya.


Violet memberikan lembaran uangnya pada pedagang itu. “Aku mau mencobanya satu!“


Satu botol susu sapi murni menggugah selera Violet, gadis itu meneguknya begitu saja. Saat cairan putih itu melewati tenggorokannya, Violet langsung memuntahkannya kembali, rasanya sangat hambar dan amis karena lemak.


“Huek!“ Violet berlari dan muntah di pagar kebun jeruk.


Mencium aroma jeruk, seketika mual Violet mereda. Matanya melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang berjaga di kebun jeruk itu.


“Aku hanya mau mengambil satu, bukan mencuri!“ batin Violet yang menginginkan buah jeruk tanpa izin pemiliknya.


Jantung Violet berdegup kencang saat melewati pagar kayu untuk masuk ke kebun jeruk. Kaki Violet melangkah pelan dan hati-hati ketika mendekati salah satu pohon jeruk yang rimbun.


“Hmmm, aromanya!“ gumam Violet menghendusi jeruk-jeruk di pohon itu. Dia memetik satu dan langsung mengupasnya saat itu juga. “Rasanya sangat berbeda!“


“Ternyata jauh enak rasa jeruk curian daripada beli!“ ucap Violet merasakan sensasi jeruk yang dicurinya.


Violet tidak menyadari jika saat ini tengah mengandung calon bayi mafia. Masih di dalam kandungan, bayi itu bahkan ngidam jeruk curian.

__ADS_1


__ADS_2