
Selain mengurus organisasi mafianya kini Noah juga sibuk mengurus Bill Company yang berada di bawah pimpinannya. Berkat ketelitiannya, sesuai ekspektasi saham naik semenjak Noah menjadi CEO.
Noah tersenyum puas melihat laporan dengan menyesap rokoknya sampai asap rokok itu mengepul di sekitar wajahnya.
“Jadi Vector masih tidak mau menjual sahamnya?“ tanya Noah memastikan.
Ruzel mengangguk, lelaki itu selalu setia berada di samping Noah.
“Kita lihat sejauh apa dia bisa bertahan!“ jawab Ruzel asal sambil bermain ponselnya. Tidak biasanya konsentrasi Ruzel tampak teralihkan oleh sesuatu dan hal itu membuat Noah penasaran.
“Ada apa?“ tanya Noah.
“Aku mencoba melacak dan menghubungi anak buah kita yang memata-matai Violet tapi dia tidak bisa dihubungi dan dilacak!“ jelas Ruzel.
Noah menggeram. “Apa Jack belum ada kabar?“
“Jack belum menghubungi!“ jawab Ruzel mematikan ponselnya. “Sepertinya keluarga Bill memang menyimpan rahasia besar!“
Noah menutup matanya, tentu saja dia sangat mencemaskan Violet tapi dia berusaha menahan diri sebelum mengetahui semua informasi dari Jack.
“Vio!“ batin Noah memanggil wanita bajanya.
__ADS_1
Di sisi lain, Jack beserta anak buahnya tengah mengejar seseorang yang menjadi informan terakhir untuk melengkapi semua informasi yang dia dapatkan.
“Cepat cari dia!“ perintah Jack yang membuat anak buahnya menyebar.
Seorang lelaki yang tak lain adalah dokter yang memeriksa Violet sebelumnya bersembunyi karena di kejar-kejar orang yang tidak dia kenal.
Vector sudah membayar mahal dirinya tanpa dia sadari justru hal itu membuat nyawanya terancam.
Merasa anak buah Jack menjauh, dokter itu segera keluar dari tempat persembunyiannya. Tapi baru membalik badan dia melihat Jack yang menodongkan senjata ke kepalanya.
“A... apa salahku? kita tidak saling mengenal!“ ucapnya gemetaran.
“Aku hanya perlu informasi mengenai Violet Bill,“ ucap Jack dengan nada bersahabat.
“Violet Bill? itu.... aku tidak bisa memberitahunya!“ balas dokter itu terbata.
“Kau seorang dokter, 'kan? Hidupmu pasti sehat selama ini jadi organ dalam mu pasti akan bernilai mahal jika dijual!“ Jack mulai mengancam dengan gaya khasnya.
Karena sayang nyawanya dokter itu memberitahu Jack apa yang dia tahu, mengenai kehamilan Violet dan Vector yang meminta merahasiakan kehamilan adiknya dengan imbalan yang besar.
__ADS_1
Dor!
Setelah dokter itu memberikan informasi, Jack menembak mulut sang informan, begitulah cara main Jack yang kotor.
“Semakin menarik!“ ucap Jack menyeringai. Sekarang dia sudah tahu semuanya dan Jack bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat jika menjual informasi yang dia dapatkan.
Begitulah Jack Hunter, tidak konsisten dan licik!
“Siapkan helicopter, kita akan ke Pulau Biru!“ perintah Jack pada anak buahnya.
Hari itu juga, Jack pergi ke Pulau Biru untuk menemui Wilson karena dia akan mendapat keuntungan lebih dari lelaki itu daripada menjualnya pada Noah.
Dan tanpa dia duga saat Jack dalam perjalanan ada helicopter lain yang mengikutinya. Dibalik helicopter itu ada seseorang yang tidak ingin informasi yang Jack dapatkan akan sampai pada Wilson yang notabene adalah musuh bebuyutannya.
“Tembak helicopter itu sampai jatuh ke laut!“ perintahnya.
Seorang sniper bersiap menembak dari helicopter dengan senjata laras panjang menggunakan peluru mirip rudal yang ukurannya kecil tapi daya ledaknya sangat dahsyat.
DUAR!!!
Helicopter Jack hancur dan puing-puingnya jatuh ke lautan. Jack tewas dengan anak buahnya serta informasi yang dia dapatkan.
__ADS_1
*****
Musuh sesungguhnya sudah muncul. Siapakah dia?