
Ternyata saat tengah hamil pun Violet tetap tidak bisa berkutik di bawah kuasa Noah. Tapi lelaki itu begitu telaten merawatnya sampai dia pulih dan tentunya dengan jatah bercinta sebagai bayarannya.
Awalnya Noah ingin secepatnya menikahi Violet tapi karena kondisi Violet yang masih lemah ditambah harus melayani gairahnya yang tidak habis-habis akhirnya rencana pernikahan akan dilakukan pelan-pelan.
Hari ini, baju pengantin yang dia pesan akhirnya tiba. Walaupun pernikahan akan dilakukan di Pulau Biru dan secara tertutup tapi Noah dan Yara mempersiapkan acara sebaik mungkin.
"Cepat culik tukang make up, tukang dekorasi dan koki terbaik di kota!" perintah Noah pada anak buahnya.
Well, pernikahan ala Mafia memang beda.
Violet menatap gaun pengantin dengan mata berbinar, dia tidak menyangka akan menikah juga.
"Apa kau menyukainya, Baby?" tanya Noah sembari memeluk Violet dari belakang.
"Yes, I like it," balas Violet kesenangan. Saat dirinya masih memandangi gaun pengantinnya, tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang melingkar di lehernya.
Sebuah kalung bertatahkan berlian 407 karat tersemat di leher cantiknya.
__ADS_1
"Apa ini, Noah?" tanya Violet sembari memegangi kalung yang lumayan berat itu.
"Hadiah pernikahan!" bisik Noah di telinga Violet sembari mengecupnya.
Violet menggeliat karena Noah selalu memberi sentuhan ke titik-titik sensitifnya yang membuat gadis itu memejamkan matanya.
"Ta--tapi pasti ini sangat mahal!" ungkap Violet tapi sedetik kemudian dia sadar. "Kau tidak mencuri kalung ini, 'kan?"
"Awalnya aku ingin mencurinya tapi setelah aku pikir-pikir karena akan dijadikan hadiah pernikahan jadi aku membelinya!" jelas Noah dengan membalik tubuh Violet supaya berhadapan dengannya.
Noah menatap Violet yang memakai kalung yang dia berikan. "Kau sangat cantik, Baby!"
"Ugh!" Violet melenguh saat ciuman itu berpindah ke lehernya lalu dengan cepat pindah ke dadanya, kebetulan dia memakai baju dengan kerah sabrina jadi memudahkan monster Noah untuk melahapnya.
"Stop! Jangan di sini!" cegah Violet saat tangan Noah berusaha melepas kain berbentuk segitiga miliknya.
"Kenapa, Baby? Mommy dan daddy tidak ada jadi kita bebas!"
__ADS_1
"Tapi aku tidak terbiasa bercinta di ruangan terbuka!"
Noah mengulum senyumnya. "Apa kau ingin kembali ke mansion saat kita sudah menikah? kita bisa leluasa di sana tanpa pengganggu!"
"Hmm, aku juga merindukan Sarah!"
"Lama-lama kau akan terbiasa hidup seperti ini, kau tidak akan menyesal, 'kan?"
Violet melingkarkan tangannya di leher Noah dan menatap manik lelaki itu. "Aku akan menyesal jika tidak melakukan ini!"
Dengan berani Violet berinisiatif mencium Noah duluan, gadis itu tengah memancing birahi Noah yang sudah di ubun-ubun.
Suara lenguhan panjang terdengar dari mulut gadis itu saat Noah tidak tahan lagi dan melakukan penyatuan di sana. Di ruang tamu.
Suara pertemuan daging itu yang menggema menjadi bukti jika percintaan mereka begitu panas. Keringat keduanya bercucuran sampai Violet mencapai puncaknya duluan.
"Noah..." Violet mengelu-elukan nama laki-laki yang memberinya sensasi nikmat itu.
__ADS_1
Noah berhenti sejenak, dia membiarkan Violet menikmati sisa-sisa kenikmatannya. Setelah itu barulah dia membalik tubuh ramping itu dan menusuknya kembali dari belakang.
Suara desahaan kembali terdengar, kedua insan yang dimabuk cinta itu melakukan percintaan mereka berulang kali sampai puas.