Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Jeritan Hati


__ADS_3

“Kau ingin kembali?“ tanya Yara pada Jonas saat anak keduanya itu berpamitan pulang.


“Aku akan datang lagi, Mom!“ Jonas mencium pipi Yara kemudian beralih memeluk Wilson.


“Aku mengawasimu, camkan itu!“ ucap Wilson penuh ancaman.


Jonas hanya mengangguk dan segera pergi dari Pulau Biru untuk kembali ke mansionnya karena dia ingin bersenang-senang.


“Sudah siap, Bos!“ ucap anak buahnya mempersilahkan Jonas masuk helicopter.


Di dalam helicopter itu, Violet yang tak sadarkan diri duduk di samping Jonas. Setelah menjambak rambut Violet sebelumnya, Jonas memukul tengkuk Violet sampai gadis itu pingsan. Lalu dia meminta anak buahnya untuk diam-diam membawa Violet ke helicopter dengan waspada.


Violet dimasukkan ke dalam koper besar setelah masuk ke helicopter barulah koper itu dibuka.


“Kau milikku, Vio!“ bisik Jonas dengan senyuman iblis.

__ADS_1


Helicopter sudah pergi meninggalkan Pulau, Yara memandangi helicopter yang menjauh. Tanpa curiga dia masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri dan memasak, dia pikir Violet kelelahan setelah berlatih bersamanya dan istirahat di kamar. Bagaimanapun ini untuk pertama kali bagi Violet jadi Yara memakluminya.


*****


Jonas sampai di mansionnya dan langsung membawa Violet ke ruangan pribadinya. Ruangan itu biasa dia gunakan saat menyewa para wanita bayaran untuk memuaskan hasratnya. Jonas memiliki kelainan saat berhubungan badan, dia lebih suka bermain kasar dan menyiksa wanita yang dia tiduri.


Di ruangan itu juga tertempel foto-foto seksi Violet karena Jonas selalu menjadikan Violet fantasinya. Apalagi dia tahu jika Violet adalah tawanan Noah, hal itu semakin membuatnya ingin memiliki Violet.


“Vio, Vio, Vio!“ Jonas membaringkan Violet di atas ranjang sambil terus memanggil nama Violet seperti orang kesetanan.


Kemudian, Jonas mengambil sesuatu di dalam lacinya yang ternyata adalah dua buah borgol. Jonas mendekati Violet lagi dan kedua tangan gadis itu dia borgol di kepala ranjang dengan wajah menyeringai bagai iblis.


Sampai satu jam berlalu akhirnya Violet sudah mulai sadar dan membuka matanya. Violet merasa terkejut karena berada di ruangan mengerikan dengan dominasi warna hitam. Gadis itu semakin syok karena kedua tangannya yang di borgol lalu ingatannya berputar saat Jonas memukul tengkuknya.


“Dimana aku?“ batin Violet ketakutan.

__ADS_1


“Akhirnya kau sadar juga, Vio!“ ucap Jonas yang sedari tadi menunggu gadis itu bangun.


“Bajingan! Lepaskan aku!“ teriak Violet di sana.


“Jangan banyak bergerak, Vio! Tanganmu akan terluka!“ ucap Jonas yang melihat Violet berusaha menarik-narik tangannya yang diborgol.


Jonas mendekati Violet dan mengelus wajah gadis itu dengan lembut namun tanpa dia duga, Violet langsung meludahi wajah Jonas yang membuat lelaki itu geram.


“Jangan sentuh aku!“ ucap Violet yang tidak sudi dirinya disentuh oleh Jonas.


Jonas mengelap wajahnya kasar, dia sudah kehilangan kesabaran. Dengan satu tarikan, dia berusaha merobek baju yang Violet kenakan.


“Jangan!“ teriak Violet karena perlakuan Jonas padanya.


Karena Violet masih memakai setelan olahraga, Jonas kesulitan merobek baju itu. Tapi dia tidak kehilangan akal, diambilnya gunting di laci dan Jonas mulai menggunting baju Violet.

__ADS_1


Air mata Violet tidak bisa ditahan lagi, gadis itu saat ini sangat ketakutan. Dipikirannya hanya ada Noah, dia berharap Noah bisa menolongnya.


“Noah! Noah!“ batin Violet menjerit terus memanggil nama lelaki itu.


__ADS_2