
“Vio!“ panggil Yara dengan mengetuk pintu kamar.
Violet yang sudah membersihkan dirinya langsung membuka pintu kamar. Saat pintu terbuka, senyum cantik Yara yang menyambut Violet. Wanita itu memberikan Violet baju dan memintanya untuk memakainya.
“Pakailah, aku menunggumu!“ ucap Yara kemudian.
Sebenarnya Violet ingin menanyakan keberadaan Noah, tapi dia urungkan karena pasti lelaki itu sibuk di luar sana.
“Aunty, kenapa memberiku baju seperti ini?“ tanya Violet.
Yara memberi baju setelan olahraga bukan gaun seperti biasanya.
“Kita akan latihan membidik dan memanah!“ jawab Yara.
Kemudian, Yara membawa Violet ke area panahan di mana wanita itu sering berlatih.
“Menjadi pasangan pria yang mempunyai banyak musuh, kita tidak boleh lemah!“ ucap Yara dengan memberikan pisau pada Violet.
Violet menerima pisau sambil menggerutu dalam hatinya. "Aku hanya tawanan dan partner ranjang, Noah di sini!“
Gadis itu sangat sadar akan posisinya saat ini tapi tidak masalah kalau dirinya harus berlatih, setidaknya dia punya tehnik yang bisa dia gunakan saat dirinya bebas nanti.
Tunggu, bebas? Entah kenapa perasaan Violet menjadi campur aduk saat memikirkan kebebasan. Dulu dia sangat menginginkan hal itu tapi kenapa sekarang justru Violet mulai goyah.
__ADS_1
“Vio!“ panggil Yara karena gadis itu tampak melamun.
“Iya, Aunty!“ sahut Violet yang sadar dari lamunannya. Dia menggelengkan kepalanya mencoba sadar jika Noah adalah penculiknya, dia harus menjaga jarak seperti sebelumnya.
Yara mengajari Violet tehnik membidik sasaran dengan pisau ke papan yang jaraknya cukup jauh dari mereka.
“Intinya di kekuatan tanganmu dan juga kau harus fokus pada sasaran!“ ucap Yara saat Violet akan mencoba membidik.
Violet sudah memegang pisau ditangannya dan mencoba fokus ke depan, ke arah papan. Lemparan pertama gagal tapi Violet terus mencoba sampai beberapa lemparan baru dia berhasil.
“Aku bisa!“ teriak Violet kesenangan sampai tanpa sadar memeluk Yara.
“Sekarang kita berlatih memanah, apa kau pernah melakukannya?“ tanya Yara saat pelukan mereka terlepas.
Yara memberikan alat panahan yang dia miliki dan mengajari Violet bagaimana cara menggunakan alat itu dari memegang sampai membidik sasaran yang tepat.
“Lihat ini, Vio!“ ucap Yara dengan mempratekkan tehnik memanahnya.
Setelah itu giliran Violet yang mencobanya, karena baru pertama kalinya tentu saja gadis itu masih kesulitan. Tapi percobaan demi percobaan, akhirnya Violet berhasil membidik walaupun tidak pas mengenai sasaran.
“Untuk pemula itu sudah lumayan!“ ucap Yara kemudian.
Sampai ada suara deheman yang membuat mereka menoleh ke arah suara.
__ADS_1
“Sayang!“ panggil Yara mendekati suaminya.
Ternyata Wilson yang datang untuk melihat istrinya berlatih.
“Kau selalu seksi saat memanah!“ ucap Wilson di sana.
“Apa kau menyukainya?“
“Aku selalu menyukainya!“
Pasangan suami istri itu saling berciuman membuat Violet undur diri. Karena dia tidak mau momen romantis keduanya terganggu.
Violet kembali ke kamarnya dan menaiki tangga, tiba-tiba tangannya ditarik seseorang ke lorong sepi yang ada di rumah itu.
“Jo__ Jonas!“ panggil Violet terbata saat tahu siapa yang menariknya. “Lepaskan aku!“
“Vio!“ Jonas justru merapatkan tubuhnya dengan Violet sambil mendesis penuh nafsu dan itu membuat Violet gemetaran.
“Jangan mendekat!“ ronta Violet ingin menjauh tapi pergerakannya dikunci oleh lelaki itu.
“Aku sudah tahu semuanya, Vio. Aku sudah tahu kenapa kau bisa ada di sini!“ ucap Jonas yang sebelumnya mengorek informasi pada salah satu anak buah Noah dengan menghajarnya tanpa ampun semalam.
“Bagaimana kalau aku membantumu supaya bisa bebas dari Noah? Aku akan membantumu mengembalikan nama baikmu dan kau bisa menjalani hidupmu seperti semula?“ Jonas memberikan tawaran yang sangat menggiurkan.
__ADS_1