Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Amarah Wilson Brown


__ADS_3

Violet memanggilnya?


Noah tidak menyangka wanita baja itu justru meminta bantuan padanya, orang yang telah menawan dan memperkosanya.


Setelah video itu berhenti, ponsel yang masih ada ditangan Noah kembali mendapat pesan video. Kali ini bukan Violet yang ada di video itu melainkan Vector.


“Bagaimana? apa kau menyukainya? Bukankah kau ingin membuat Vio trauma dan depresi?“ ucap Vector dengan tertawa kemenangan. “Lakukan dengan cara yang benar, bodoh!“


“Aku menunggumu di atap gedung Bill Company, kalau kau tidak datang, Violet dan anakmu akan aku lempar dari atas atap gedung!“ ancam Vector.


Setelah itu video berhenti. Noah masih mencerna maksud Vector, anakmu?


Apa Violet hamil?


Noah mengempalkan kedua tangannya sampai buku-buku jarinya memutih, setelah itu dia berdiri dan melayangkan pukulan ke dinding sampai buku-buku jarinya berdarah.


“Selamatkan Vio apapun yang terjadi!“ ucap Noah frustasi.


“Aku rasa bos Wilson harus tahu!“ Ruzel langsung menghubungi orangnya yang berada di Pulau Biru untuk meminta Wilson dan Yara ke kota.

__ADS_1



Helikopter yang membawa Wilson dan Yara mendarat di mansion Noah. Setelah mendapat laporan mendadak mengenai putrinya tanpa menuggu lama lagi pasangan itu langsung meninggalkan Pulau Biru.


Mereka selama ini sudah berpikir bayi mereka sudah meninggal ditangan Raul.


“Katakan apa yang sebenarnya terjadi?!“ Wilson yang baru datang ingin mendengar langsung tentang berita mengenai putrinya.


Ruzel segera menyela karena takut anak buahnya yang lain jadi sasaran amukan bos besarnya.


“Masuklah ke dalam dulu, Bos!“ ucap Ruzel supaya Wilson tenang.


Tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang siap melahap manusia hidup-hidup, Wilson menggandeng tangan Yara untuk masuk ke dalam mansion.


“Dad, Mom. Duduklah!“ ucap Noah berusaha setenang mungkin.


Noah tahu jika kedua orang tua angkatnya pasti dalam keadaan tidak baik apalagi jika sampai mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.


“Aku tidak ingin berbasa-basi!“ ketus Wilson yang tidak mau duduk.

__ADS_1


Tapi Yara mencoba membujuk suaminya. “Tenanglah dulu Will, kita dengarkan penjelasan Noah!“


Hanya Yara yang mampu membuat Wilson menurut bagai kerbau dicucuk hidungnya. Saat Wilson dan Yara sudah duduk, Noah menarik kertas di meja dan meminta Yara dulu yang membacanya.


“Apa ini?“ tanya Yara sembari meraih kertas itu. Awalnya wanita itu mengernyitkan dahi sangat dalam karena tidak mengerti sampai dia membaca namanya tertera di sana.


Yara menutup mulutnya dengan satu tangannya, tidak percaya dengan apa yang dia baca. Setitik air mata mengalir dari pelupuk matanya karena mengetahui jika Violet adalah putri kandungnya.


“Sayang, ada apa?“ tanya Wilson merebut kertas hasil tes DNA dari tangan istrinya.


Wilson mengeratkan gigi gerahamnya pertanda dia sangat emosi saat ini. Mata tajamnya langsung menatap Noah yang ada di depannya.


Tanpa banyak kata, Wilson berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Noah dengan menarik kerah baju anak angkatnya itu.


“Jadi Violet adalah putriku? Dan kau memperkosanya?“ geram Wilson melayangkan satu pukulan ke wajah Noah.


Bug!


Noah terjatuh dengan sudut bibir yang berdarah. Dia tidak akan melawan Wilson untuk kali ini karena lelaki itu sadar akan kesalahannya.

__ADS_1


“Berdiri!“ teriak Wilson yang ingin melampiaskan amarahnya.


Yara yang biasanya akan menghentikan tindakan suaminya, kali ini hanya diam dan hanya bisa menangis.


__ADS_2