
Empat hari telah berlalu setelah acara jalan-jalan kemarin. Kenzoe yang sibuk dengan pekerjaannya itu jadi sering lembur dan pulang larut malam. Ia akan bertemu Nayla di saat gadis itu mengantarkan kopi pesanannya.
Nayla yang juga tengah sibuk menggantikan pekerjaan rekan kerjanya yang cuti menikah, membuatnya tidak ada waktu untuk sekedar mendekati om galaknya. Keduanya sama-sama di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing.
Saat ini kenzoe tengah sibuk menekuri berkas-berkas di tangannya. Ia yang terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai tidak tahu ketika pintu ruangannya di buka seseorang. Sampai ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya.
" Zoe ",
Kenzoe yang mendengar suara yang sangat ia kenal tengah memanggil namanya, segera mendongak menatap ke arah sumber suara.
" Tania ", ucap kenzoe yang terkejut dengan kedatangan kekasihnya itu.
Tania menatap kekasihnya dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia berjalan mendekati meja kerja kekasihnya itu. Saat tiba di dekat kenzoe Tania segera menjatuhkan tubuhnya di pangkuan sang kekasih. Kemudian ia mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzoe sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher kekasihnya.
" Aku kangen banget sama kamu Zoe ", kata Tania sambil sibuk memainkan jemari lentiknya di dada sang kekasih. Tania yang tak mendapat respon dari sang kekasih segera mendongakkan kepalanya.
" Apa kamu tak merindukan aku Zoe ", mendengar pertanyaan Tania membuat kenzoe tertawa sumbang.
" Apakah kamu masih peduli, ketika aku merindukan kamu atau tidak. Sedangkan semua telepon dan pesanku hanya kamu baca tidak kamu balas sama sekali. Bahkan kamu meneleponku hanya sekali dalam seminggu. Lalu aku ini kamu anggap apa ? " jawab Kenzoe pada akhirnya.
" Maaf ", satu kata yang meluncur dari bibir Tania membuat kenzoe tersenyum sinis. Mudah sekali ia meminta maaf, setelahnya ia juga dengan mudah mengulanginya.
" Kamu tahu kan Zoe, sebulan ini aku melakukan syuting di Singapura. Jadwalnya sangat padat, sehingga aku benar-benar tidak ada waktu untuk sekedar memegang handphoneku. Produser sudah marah-marah karena jadwal sudah molor dari perkiraan, sehingga mau tidak mau kami semua harus bekerja keras untuk menyelesaikan syuting itu dalam waktu sebulan ", kata Tania berusaha menjelaskan, berharap sang kekasih sudi mengerti.
" Apakah membalas pesan yang tak sampai semenit kamu juga tidak bisa ", tanya Kenzoe lagi tanpa mau melihat wajah Tania. Entah kenapa hatinya tidak merasakan bahagia ketika sang kekasih datang memberi kejutan padanya. Yang ada hanya rasa kesal dan kecewa.
" Ku mohon maafkan aku Zoe. Aku janji aku akan menebus waktu kebersamaan kita di lain waktu. Kamu tenang saja, selama dua Minggu ini aku akan melakukan syuting di kota ini. Jadi kita akan ada banyak waktu untuk bertemu ", kata Tania dengan mata berbinar. Namun sayang, wajah Kenzoe sama sekali tidak terlihat senang.
" Sial, apakah kali ini dia benar-benar marah. Aku harus menggodanya agar hatinya kembali luluh. Ya cara ini pasti berhasil ", kata Tania dalam hati.
Tania mulai menarik tengkuk Kenzoe dengan pelan kemudian menautkan bibirnya dan menyesap bibir kenzoe dengan pelan. Kenzoe yang tidak membalas panggutan kekasihnya itu, membuat Tania melepas ciumannya.
" Kenapa kamu tidak membalasnya Zoe ", tanya Tania heran.
" Aku sedang tidak ingin ",
__ADS_1
Mendengar jawaban Kenzoe membuat Tania menjadi sangat geram. Ia kembali menautkan bibirnya pada bibir sang kekasih dan mulai ********** dengan rakus. Meski hatinya terasa sakit karena sang kekasih sama sekali tidak membalas ciumannya, ia tetap meneruskan mencumbu bibir itu untuk mengobati rasa rindunya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Di tempat lain tampak Nayla yang tengah duduk terkulai di ruangan OB. Hari ini pekerjaannya sangat banyak sekali. Bahkan hampir menjelang makan siang pekerjaannya itu belum juga selesai. Namun ia yang sudah sangat lelah memutuskan untuk beristirahat dulu. Nayla akan melanjutkan pekerjaannya setelah jam makan siang usai.
Saat Nayla tengah sibuk mengatur napasnya yang ngos-ngosan, tampak pak Romi yang datang menghampirinya.
" Nay ", terisak Romi yang membuat Nayla terjingkat.
" Astaga pak Romi ", pekik Nayla kesal. Bukannya merasa bersalah Romi malah tergelak.
" Aku punya makan siang yang enak-enak. Ayo kita makan siang di ruangan bos kenzoe ", bisik Romi yang sudah mulai akrab dengan gadis ingusan itu.
Melihat keakraban keduanya membuat rekan kerja Nayla berbisik-bisik menggosipkan mereka berdua. Nayla yang merasa tengah di bicarakan tidak mau ambil pusing.
" Baiklah pak, bapak tunggu saja di depan pintu ruangan pak kenzoe, nanti Nayla menyusul. Nanti kalau kita terlihat terlalu dekat, saya takut timbul gosip yang tidak-tidak pak ", bisik Nayla.
" Ok, aku tunggu di atas ", jawab Romi yang di angguki Nayla cepat.
*****
Ting
Lift itu terbuka dan nampak Nayla yang tengah keluar dari sana. Dengan langkah tergesa ia menghampiri Romi yang tengah berdiri tidak jauh dari ruangan Kenzoe.
" Pak Romi ", panggil nayla. Kemudian manik mata Nayla melirik ke arah meja kerja Agnes si nenek lampir.
" Tenang, Agnes sudah ke kantin untuk makan siang ", kata Romi yang seakan tahu dengan apa yang di pikirkan Nayla.
" Kok pak Romi tahu isi pikiran nay. Wah kayaknya pak Romi ada bakat jadi cenayang ", kata Nayla yang membuat Romi tergelak.
" Ya sudah sebaiknya kita segera masuk. Saya sudah lapar sekali ", ajak Romi yang di angguki Nayla setuju.
Romi pun segera membuka pintu ruangan Kenzoe tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
" Zoe, aku membawa..... ",
Mata Romi melotot sempurna ketika melihat adegan live di depan mata. Nampak Tania dan bosnya itu yang tengah berciuman dengan penuh gairah ( itu yang terlihat dari posisi Nayla dan Romi ya ).
Terlebih Nayla, ia nampak diam terpaku melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya. Kenzoe yang beberapa hari ini begitu dekat dengannya, saat ini justru terlihat tengah bercumbu mesra dengan seorang wanita. Tanpa ia sadari air matanya lolos begitu saja hingga membasahi kedua pipinya.
Kenzoe yang mendengar pintu ruangannya di buka oleh seseorang, segera mendorong bahu Tania hingga ciuman itu terlepas. Tania yang kesal karena momen romantisnya terganggu menatap nyalang pada Romi.
" Astaga Romi, kamu mengganggu kemesraanku dengan kekasihku ", kata Tania kesal.
" Ia segera berdiri dari pangkuan sang kekasih. Dan di saat itu pula kenzoe dapat melihat kehadiran Nayla di samping asistennya.
" Nay ', gumamnya pelan. Entah kenapa ada perasaan bersalah bergelayut di hatinya. Padahal Nayla bukanlah siapa-siapanya.
" Pak Romi, sepertinya Nayla makan siang di kantin saja ", kata Nayla yang langsung keluar dari ruangan Kenzoe tanpa melihat ke arah om galaknya. Kenzoe menatap nanar kepergian Nayla tanpa bisa mencegahnya.
" Tania sebaiknya kamu menungguku di apartemen saja. Aku sedang ada banyak pekerjaan. Aku harap kamu mengerti Tania ",
" Tapi Zoe aku... ", Tania tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena mendapat tatapan tajam dari sang kekasih.
" Baiklah ", kesal Tania yang berlalu keluar membanting pintu.
BRAKK
Kenzoe yang nampak frustasi itu memijat pelipisnya sambil memikirkan Nayla.
" Nayla ", gumam kenzoe yang teringat gadis ingusannya itu. Ia bergegas berdiri dari duduknya dan berlari keluar untuk menyusul Nayla.
Romi yang di tinggal sendirian di dalam ruangan bosnya itu menatap nanar pada kantong plastik berisikan makan siangnya.
" Sepertinya bakalan rumit urusannya ", kata Romi sambil berlalu keluar dari ruangan bosnya.
**********
Jangan lupa like komen dan hadiahnya
__ADS_1
Terima kasih ☺️