
" Nayla ", pekik Sinta saat keluar dari mobil atasannya itu. Ia menghambur memeluk sahabatnya yang tengah berdiri di depan teras menunggu kepulangan suaminya.
" Selamat ya nay atas kehamilan loe. Gue gak nyangka banget loe sekarang sudah mau menjadi ibu ", kata Sinta sambil melerai pelukannya.
" Makasih sin. Trus loe kapan nyusul sama pak Romi ? ", tanya Nayla sambil menaikan turunkan alisnya.
" Apaan sih nay, gue sama pak Romi kan baru tahap perkenalan. Dan loe tahu sendiri kan kalau gue sama tuh laki kayak susah akurnya ", bisik Sinta saat kenzoe dan Romi sudah mendekat. Nayla pun manggut-manggut. Saat Kenzoe sudah berada di depannya, Nayla segera mencium tangan suaminya dan mengambil alih tas kerjanya.
" Bagaimana sayang, apa masih terasa mual ", tanya Kenzoe seraya merangkul pinggang sang istri dan mengajaknya berjalan masuk ke rumah.
" Sudah nggak kok mas, malah sekarang aku laper lagi ", kata Nayla tersenyum malu-malu.
" Lagi ? ", tanya Kenzoe bingung.
" Iya, soalnya tadi jam tiga sore nay baru saja menghabiskan satu mangkok sup daging. Dan sekarang nay lapar lagi ", jawab Nayla sambil nyengir kuda.
" Gak apa-apa sayang, mas malah seneng kalau kamu doyan makan. Dari pada mual-mual kayak tadi pagi, mas gak tega liatnya ",
" Iya juga sih mas. Makasih ya mas kamu suami super perhatian, nay beruntung sekali bisa nikah sama mas ", kata Nayla sambil mengecup pipi sang suami.
Romi dan Sinta yang berjalan di belakang sepasang suami istri itu tampak jengah melihat adegan romantis yang berlangsung di depannya.
" Ehem, bos kita masih di sini loh ya ", kata Romi yang membuat kenzoe dan Nayla langsung menoleh ke belakang.
" Astaga, gue lupa masih ada pak Romi sama Sinta ", batin Nayla merutuki kebodohannya. Ia pun hanya bisa tertawa bodoh untuk menutupi rasa malunya.
" Gak apa-apa Rom, itung-itung loe bisa belajar bersikap romantis sama Sinta ", kata kenzoe seraya mendudukan diri ruang keluarga.
Mereka berempat akhirnya mengobrol bersama sampai lupa waktu. Setelah puas mengobrol mereka pun melanjutkan acaranya dengan makan malam bersama. Tampak menu-menu istimewa yang di siapkan mbok Siti dan mbak Tami sudah terhidang di atas meja makan. Sinta yang melihat banyak makanan enak di depannya tampak menelan ludahnya berulang kali. Bukannya norak, namun ia yang notabenenya dari keluarga sederhana seperti Nayla, memang jarang sekali makan makanan enak seperti ini.
" Ayo pak Romi, Sinta silahkan di cicipi makanannya. Ini semua bukan gue yang masak, gue mah tinggal makan doang ", kata Nayla terkikik.
" Yaelah nay, gue pikir loe bakalan ngomong kalau ini semua masakan gue gitu. Ternyata... ", kata Sinta sambil geleng-geleng kepala.
" Hehehe, gue sekarang gak di bolehin ngapain-ngapain sin. Kata mas kenzoe gue harus banyak istirahat, duduk diem kayak ratu di singgasananya ", kata Nayla sambil melirik sang suami. Kenzoe yang dilirik malah tertawa sambil mengelus puncak kepala sang istri.
__ADS_1
" Itu semua demi kebaikan kamu dan calon anak kita sayang ",
" Iya mas Kenzoe sayang ", balas Nayla yang membuat semuanya tertawa.
Akhirnya mereka pun menikmati makan malam itu dengan di selingi obrolan dan juga candaan.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Keesokan paginya, saat Nayla dan Kenzoe masih asyik berpelukan di dalam selimut, tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang cukup keras.
Tok tok tok
Nayla yang mendengar ketukan pintu, segera membuka matanya. Ia melihat jam di dinding yang masih menunjukkan pukul lima pagi. Siapa gerangan yang tengah mengetuk pintu kamarnya sepagi ini.
Nayla pun segera beranjak turun dari ranjang dan berjalan mendekat ke pintu kamar. Tangannya segera meraih kenop pintu itu dan dengan pelan mulai membukanya.
Saat pintu terbuka lebar Nayla di buat terkejut dengan keberadaan sang mama mertua di depan kamarnya.
" Sayang ", kata mama Imel sambil menghambur memeluk menantunya.
" Mama itu berangkatnya dari kemarin malam. Trus papah kamu ngajak nginap dulu di hotel, sebab kita sampai di bandung itu sudah lewat jam sepuluh malam. Dan akhirnya pagi sekali mamah sudah datang kesini. Ini tuh karena mamah ingin segera memastikan kalau kabar kehamilan kamu itu benar atau tidak ", jawab mama Imel panjang lebar.
" Jadi gimana sayang, kamu beneran hamil ?",
" Iya mah, sudah empat Minggu ", jawab Nayla malu-malu.
Kenzoe yang mendengar suara berisik tampak mulai mengerjapkan kedua matanya. Di lihatnya sang mama yang tengah berdiri di depan pintu bersama istrinya.
" Mamah, ngapain pagi-pagi gini udah ada di sini. Ganggu orang tidur aja ", gerutu kenzoe.
Mama Imel yang mendengar ucapan kenzoe, segera menghampiri putranya itu. Dengan gregetan ia menjewer kuping Kenzoe dengan kencang.
" Aduh duh mah sakit ", kata kenzoe seraya melepas tangan sang mama dari kupingnya.
" Mama apa-apaan sih ", kesal kenzoe.
__ADS_1
" Kamu yang apa-apaan. Kenapa kamu gak kabarin mama secepatnya kalau istrimu itu tengah hamil. Masa mama malah dapat kabarnya dari Tante Naya ", kata mamah Imel tak kalah kesal.
" Maaf ma, kenzoe lupa ", jawab Kenzoe enteng.
" Lupa ? Astaga kamu memang minta di jewer lagi ya ", kata mama Imel sambil meraih kuping Kenzoe. Namun dengan cepat Kenzoe menghindar, Ia segera turun dari ranjang dan berlari ke arah sang istri.
" Yang, tolongin mas dong dari amukan emaknya singa ", kata kenzoe yang membuat Nayla tersenyum geli mendengarnya.
" Apa kamu bilang, emaknya singa ? Dasar anak kurang ajar ", kata mama Imel sambil berjalan cepat menghampiri putranya.
" Yang tolong yang, mamah mau aniaya mas ", kata kenzoe seraya bersembunyi di balik punggung istrinya. Nayla yang tidak mau suaminya kena jewer sang mama mertua segera mengalihkan suasana.
" Maafiin kita ya mah, soalnya semalem saking senangnya jadi lupa memberi kabar ke mamah ",
Mama Imel yang sudah berdiri di depan Nayla nampak menghela napas panjang.
" Ya sudah yang terpenting kamu dan dedek bayinya sehat. Itu sudah cukup membuat mamah senang ", kata mama Imel seraya mengelus perut Nayla yang masih rata itu.
" Ya sudah, sekarang mamah istirahat dulu ya. pasti capek habis menghajar mas Kenzoe ", kata Nayla yang membuat mama Imel tergelak.
" Iya sayang kayaknya mamah memang butuh istirahat. Semakin tua bikin mamah cepat capek ", kata mama Imel seraya berjalan keluar melewati nayla. Kenzoe tampak masih bersembunyi di balik punggung sang istri.
" Hari ini kamu selamat ya Zoe ", kata mama imel seraya menatap tajam putranya. Kemudian ia kembali melangkah menuju kamarnya yang juga terletak di lantai atas.
" Huff akhirnya terselamatkan juga dari amukan emak singa ", gumam kenzoe yang masih di dengar Nayla.
Nayla hanya mengulum senyumnya melihat kelakuan sang suami. Ternyata om galaknya itu bisa berubah jadi konyol juga semenjak kenal dengannya. Apa jadinya nanti ya kalau semua anak-anaknya mewarisi sifat bar-bar dirinya. Oh Nayla sungguh tidak bisa membayangkan kekacauan apa yang bakal terjadi.
**********
Ayo ayo jarinya di gerakin buat pencet like nya
Pokoknya dukungan kalian bikin othor bersemangat up date tiap hari ππ
Terima kasih ππ
__ADS_1