Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 58


__ADS_3

Mentari pagi terlihat mengintip malu-malu dari peraduannya. Secercah sinarnya mulai menerangi seluruh semesta alam. Tepat pukul enam pagi, Nayla yang sudah bangun dari tidurnya, segera keluar dari kamar menuju dapur.


Hari ini ia akan memasak nasi goreng spesial kesukaan suami dan putranya alexio. Nayla tampak bersemangat memasuki dapur seraya menyapa mbok Siti.


" Pagi mbok ",


" Pagi non ", balas mbok Siti seraya tersenyum.


" Bahan-bahannya sudah di siapkan mbok ? ",


" Sudah non Nayla, itu tinggal mengupas bawang putih saja yang tinggal sedikit ", jawab mbok Siti.


Nayla tampak melirik sekilas bawang putih yang berada di dekat kompor.


" Ya sudah, biar nay yang kupas bawang, mbok Siti lanjutin mencuci piring aja ya ",


" Baik non ", jawab mbok sambil mengerjakan kembali tugasnya.


Nayla yang ingin segera memasak nasi goreng buru-buru mengambil bawang putih tadi. Saat ia mulai mengupas bawang itu, tiba-tiba perutnya bergejolak hebat ketika mencium bau bawang tersebut. Entah kenapa bau bawang itu tiba-tiba terasa sangat menusuk hidungnya.


" Hoek Hoek ",


Mbok Siti yang melihat majikannya seperti orang mau muntah, bergegas menghampirinya.


" Ada apa non Nayla ? Non sakit ? ", tanya mbok Siti khawatir.


" Enggak mbok, nay juga gak tahu kenapa mbok, tiba -tiba nay merasa mual ketika mencium bau bawang itu ", jawab Nayla seraya menyingkirkan bawang putih itu jauh-jauh.


Dahi mbok Siti terlihat mengkerut seperti tengah berpikir.


" Bau bawang ? Mual ? gumamnya. sedetik kemudian, terlihat senyum lebar terbit di bibirnya.


" Jangan-jangan non Nayla hamil ? ", tebak mbok Siti sumringah.


" Hamil ? ",


" Iya non, hamil ", jawab mbok Siti lagi.


Nayla tampak berpikir sejenak, kalau di pikir-pikir memang ada benarnya juga yang di ucapkan mbok Siti. Sebab jika di hitung dari tanggal haidnya, seharusnya seminggu yang lalu tamu bulanannya itu sudah datang.


Nayla yang di buat penasaran segera naik ke atas untuk memastikan apa yang ada di pikirannya. Nayla yang siap sedia testpack di kamar, segera mencarinya. Saat ia memasuki kamarnya, tampak kenzoe yang sudah bangun dan tengah duduk di atas ranjang.


Nayla yang melihat suaminya bangun, bukannya menghampirinya malah berjalan menuju laci meja riasnya. Setelah mendapatkan testpack itu, Nayla buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Kenzoe yang melihat istrinya tidak biasa menjadi penasaran. Biasanya jika Kenzoe sudah bangun, istrinya itu pasti akan memeluknya dan menghadiahinya morning kiss yang lama. Tapi hari ini, ia di abaikan begitu saja. Hal itu membuat kenzoe penasaran, ia segera beranjak turun dari ranjang dan menghampiri sang istri di kamar mandi.


Ceklek


Tampaklah Nayla yang tengah berdiri di depan wastafel sambil menunduk seperti memperhatikan sesuatu.


" Sayang, kamu lagi ngapain ", tanya Kenzoe seraya mengintip kegiatan sang istri.

__ADS_1


Nayla tidak menjawab, ia justru menarik lengan sang suami agar lebih mendekat. Sekarang kenzoe tahu apa yang akan di lakukan istrinya. Nayla yang sudah penasaran, segera memasukan testpack itu ke dalam urin yang sudah ia tampung tadi. Keduanya tampak menatap lekat benda kecil itu dengan dada yang berdebar kencang.


Garis merah samar mulai terlihat, dan beberapa detik kemudian tampaklah dua garis merah yang sangat jelas. Sontak keduanya pun langsung saling tatap dengan sorot mata tidak percaya.


" Sayang kamu hamil ", kata kenzoe seraya memegang bahu sang istri. Nayla yang sangat bahagia itu hanya mengangguk-anggukan saja kepalanya untuk menjawab ucapan sang suami.


" Apa mas senang ? ",


" Tentu saja senang sayang, mas sudah lama menantikan ini ", kata kenzoe seraya memeluk sang istri.


" Kalau begitu setelah sarapan, mas temenin nay buat periksa kandungan ya ? "


" Iya sayang, nanti aku telepon Jenny agar siap di ruang prakteknya ", kata kenzoe seraya melepas pelukannya. " Jangan lupa ajak Alex juga ",


" Baiklah. Kalau begitu nay bangunin Alex dulu ", kata Nayla yang di jawab anggukan oleh kenzoe.


Dan setelah cukup lama bersiap-siap, kini mereka bertiga sudah berada di dalam ruangan dokter Jenny.


Tampak dokter jenny yang tengah memeriksa kandungan Nayla dengan alat USG nya. Sedari tadi Alex tampak antusias menatap pada layar monitor di depannya.


" Mana dedek bayinya Tante ", tanya Alex bingung. Pasalnya di layar monitor itu hanya ada bulatan saja.


" Itu sayang yang seperti kantong, kan di tengahnya ada titik kecilnya. Nah itu calon adek kamu, karena usia kandungan mama Nayla masih muda, makanya belum terlihat jelas dedek bayinya ", terang dokter Jenny.


" Oh begitu ya ", kata Alex dengan mata berbinar. Ia terlihat begitu senang menyambut kehamilan mamahnya.


Setelah selesai pemeriksaan, dokter Jenny memberikan resep pada Nayla agar kandungannya semakin kuat dan sehat.


" Terima kasih Jen ", jawab Kenzoe seraya tersenyum. Binar di matanya tidak mampu menutupi rasa bahagianya saat ini.


Setelahnya mereka segera menebus resep yang di berikan dokter jenny tadi. Saat tengah menunggu di dalam mobil, Alex yang penasaran mulai meraba perut sang mamah yang masih rata.


" Mah, kapan dedek bayinya keluar ", tanya Alex seraya menatap Nayla lekat.


Nayla tampak tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu dari putranya.


" Masih lama sayang, mungkin sekitar delapan bulan lagi ",


" Kenapa lama sekali ", protes Alex yang tidak sabaran. Nayla tampak tergelak mendengar ucapan alexio.


" Memang prosesnya seperti itu sayang ", jawab Nayla seraya mengelus lembut rambut sang putra.


" Alex tidak sabar menunggu adek bayi keluar ", kata Alex dengan binar bahagia di matanya.


Setelah Kenzoe selesai menebus resep, ketiganya segera meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Nayla segera mengabari kedua orang tuanya dan juga orang tua Kenzoe. Mereka semua menyambut bahagia kabar baik yang di berikan oleh Nayla.


🌸🌸🌸🌸🌸


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa kandungan Nayla sudah menginjak usia sembilan bulan lebih. Menurut perkiraan dokter jenny, calon bayi mereka akan lahir dalam Minggu ini.

__ADS_1


Saat ini Nayla yang tengah menyiram bunga di taman belakang tampak merasakan rasa mulas pada perutnya. Karena rasa mulas itu jarang datang, Nayla berusaha menahannya. Namun semakin sore, rasa mulas itu semakin terasa sakit. Nayla yang tidak ingin terlambat ke rumah sakit seperti waktu kehamilan Alex dulu, buru-buru masuk ke rumah untuk memanggil mamah Imel dan juga Bu Rani.


Mamah Imel dan ibu Nayla memang sudah menginap di sana sejak seminggu yang lalu. Mereka ingin menjadi nenek siaga yang siap diandalkan jika sewaktu-waktu Nayla melahirkan. Seperti sore ini, saat Nayla berteriak memanggil kedua ibunya itu, mereka segera datang.


" Ada apa nak ? ", tanya ibu Nayla yang terlihat khawatir.


" Buk, sepertinya Nayla mau melahirkan ",


" Astaga nak, ya sudah kita ke rumah sakit sekarang ", kata Bu Rani panik. Mama Imel yan baru turun dari lantai atas tampak bingung melihat besannya panik.


" Ada apa Bu "


" Nayla mau melahirkan Bu ", jawab Bu Rani.


" Benarkah? Ya sudah sekarang bu Rani temenin Nayla ke rumah sakit, biar di antar pak Ujang ya Bu. Saya mau siapin keperluannya dan juga menelepon Kenzoe ",


" Baik Buk Imel ",


Akhirnya Nayla bersama ibunya berangkat duluan ke rumah sakit. Sedang Kenzoe yang mendapat telepon dari sang mamah segera bergegas menuju rumah sakit.


" Sayang " panggil Kenzoe di ambang pintu. Nayla yang sudah pembukaan sembilan tampak terbaring di atas ranjang bersalin.


" Mas ",


Kenzoe segera menghampiri sang istri untuk memberinya semangat. Setelah pembukaan sudah lengkap, dokter jenny segera bertindak.


Setelah mengejan dengan kuat, akhirnya bayi perempuan yang sangat cantik itu keluar juga.


" Wah, cantik sekali bayi kalian ", kata dokter Jenny yang membuat kenzoe dan Nayla menatap ke arah bayi mereka. Tampak binar bahagia begitu terpancar dari raut wajah keduanya.


" Sayang anak kita cantik sekali, mirip sama kamu ",


" Iya mas, tapi hidungnya mirip kamu banget ", kata Nayla seraya mengulum senyumnya.


Setelah ibu dan anak itu selesai di tangani, mereka segera di pindahkan ke ruangan VVIP.


Alex sang kakak, tampak antusias menatap bayi mungil yang tengah tertidur di dalam box bayi itu.


Kedua orang tua Nayla dan Kenzoe juga berada di sana. Mereka begitu senang karena cucu kedua mereka berjenis kelamin perempuan. Lengkap sudah kebahagiaan mereka.


" Sayang, apa kamu senang punya dedek bayi ", tanya mama Imel seraya memangku cucunya itu agar mudah melihat adeknya.


" Tentu saja sayang dong nek ", jawab Alex penuh semangat. " Kalau Alex minta dedek lagi yang cowok boleh gak nek ", tanya Alex dengan polosnya.


Sontak semua orang langsung menatap ke arah kenzoe dan Nayla. Kenzo dan Nayla yang di tatap seperti itu hanya bisa meringis karena bingung harus menjawab apa.


" Sepertinya pr mu bertambah lagi Zoe, membuat dedek bayi laki-laki ", kata papa Daren yang membuat semua orang tertawa.


**********

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan hadiahnya para reader kesayangan othor


Terima kasih 😘😘


__ADS_2