
Pagi ini seperti biasa Nayla bersiap-siap membuatkan kopi untuk bos tersayangnya. Ia segera meletakkan sapu dan alat pelnya itu di sudut ruang pantry. Dengan hati riang ia mengaduk-aduk kopi buatannya. Saat dirinya tengah asyik dengan tugasnya, tiba-tiba terdengar deheman seseorang.
" Ehem ehem "
Nayla yang sudah hapal suara siapa itu pura-pura tidak mendengar. Agnes yang merasa di abaikan merasa sangat kesal. Dengan gerakan kasar ia menarik bahu Nayla hingga menghadapnya.
" Apa sih mbak ", kesal Nayla.
" Heh, cewek tengil kamu kasih apa kopi itu sampai pak kenzoe gak mau sama kopi buatan aku hah ", teriak Agnes sambil mendorong bahu nayla yang membuat gadis itu mundur selangkah.
" Aku kasih pelet biar pak kenzoe tergila-gila sama aku. Puass ", teriak Nayla tak kalah nyolotnya.
" Oh sudah berani kamu sama saya ",
" Siapa takut, emang situ siapa ? Bos ? kata Nayla semakin berani. Ia sudah muak dengan perempuan di depannya itu yang sok kecantikan.
" Kamu ", geram Agnes hendak menampar Nayla.
Saat tangan Agnes berada di atas hendak melayangkan tamparan, tiba-tiba Romi datang ke arah mereka.
" Ada apa ini ? Tanya Romi yang sudah berdiri di ambang pintu pantry.
Lelaki itu yang tadinya hendak masuk ke ruangan bersama Kenzoe, mendadak mendengar keributan. Dasarnya Romi yang punya jiwa kepo tinggi akhirnya mencoba mencari tahu. Sedangkan kenzoe yang cuek itu lebih memilih kembali masuk ke dalam ruangannya.
Agnes yang melihat Romi yang sudah berdiri di dekat mereka jadi ketakutan.
" Emm ini ini pak Nayla, ia mendorong saya. Ia pikir saya akan merebut pekerjaannya membuat kopi untuk pak kenzoe. Padahal saya hanya ingin membuat teh untuk saya sendiri ",
Nayla yang mendengar itu langsung melotot ke arah Agnes. Bisa-bisanya nenek lampir di sampingnya itu memutar balikkan fakta seperti itu.
" Benar begitu Nayla ? " tanya Romi yang sebenarnya kurang yakin dengan ucapan sekretaris bosnya itu.
" Tentu saja tidak benar pak. Buat apa saya marah jika seandainya mbak Agnes mau merebut pekerjaan saya ini. Saya justru malah senang, karena pekerjaan saya jadi berkurang. Lagian saya tidak perlu bicara panjang lebar untuk membela diri saya. biarkan CCTV itu yang menjawab ", kata Nayla sambil menunjuk letak CCTV dengan dagunya.
Romi yang mendengar jawaban Nayla tersenyum smirk sambil melirik ke arah CCTV itu berada. Rupanya gadis ingusan itu pandai juga.
Sedang Agnes nampak diam ketakutan di tempatnya.
" Maaf pak Romi, saya permisi dulu untuk mengantar kopi ini untuk pak kenzoe ",
" Baiklah ", jawab Romi memberi jalan untuk Nayla.
Agnes masih di tempatnya sambil sesekali melirik ke arah Romi yang tengah menatapnya tajam.
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Sesampainya di depan ruangan Kenzoe, Nayla menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. Ia melakukan hal itu lantaran merasa sedikit gugup.
Tok tok tok
" Masuk ",
Ceklek
" Om eh pak kenzoe ini kopi anda ", kata Nayla sambil meletakkan kopi itu di atas meja kerja bosnya.
Kenzoe yang tadinya sibuk mengecek laporan, kini beralih melirik ke arah Nayla yang tengah sedikit membungkuk di depannya saat menaruh kopi miliknya.
Manik mata Kenzoe diam-diam mengamati paras cantik gadis ingusan di depannya itu. Kenzoe mulai menelisik setiap inci wajah Nayla. Nampak bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bibir mungil berwarna pink, ditambah pipi chubby yang terlihat menggemaskan untuk di cubit.
Benar kata Romi, gadis ingusan di depannya itu memang lebih cantik jika diperhatikan dari jarak dekat.
Nayla yang telah selesai meletakkan kopi untuk bosnya itu segera mendongak. sehingga membuat manik mata keduanya tidak sengaja bertemu. Nayla yang mendapati bosnya itu tengah menatapnya menjadi salah tingkah.
Sedangkan Kenzoe yang baru sadar buru-buru membuang pandangannya ke arah lain. Setelahnya Ia kembali memasang raut wajah datar dan dingin.
" Om kopinya jangan lupa di minum ya ", kata Nayla tanpa sadar.
Kenzoe yang mendengar Nayla memanggilnya OM, kembali menatap ke arah Nayla sambil memelototinya tajam.
Nayla yang di tatap seperti itu bukannya takut malah melayangkan gombalan mautnya.
" Permisi om ", kata Nayla segera berlari keluar.
Kenzoe yang mendengar gombalan receh dari bawahannya itu sampai mengulum senyumnya. Entah kenapa kelakuan Nayla selalu mampu mengubah suasana hatinya. Tingkah konyol gadis itu selalu berhasil mencuri perhatiannya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah berlari keluar dari ruangan atasannya, Nayla segera kembali ke ruangan OB. Nampak ia yang tengah duduk manis sambil senyum-senyum tidak jelas.
Nayla benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuannya sendiri yang dengan berani menggoda atasannya.
" Semoga saja habis ini om galak gak mecat gue karena kebodohan gue tadi. Mulut gue ini kalau di Deket om galak memang suka lepas kendali ", batin Nayla sambil menopang dagunya.
Saat tengah asyik melamun, tiba-tiba terdengar pintu yang di buka cukup keras.
BRAAK
" Astaga ", pekik Nayla terjengit kaget.
" Wah wah, enak bener ya nay. bukannya kerja malah asyik melamun di sini ", omel Bu Dania.
__ADS_1
" Maaf Bu Dania, Nay cuman istirahat bentar kok. Tadi kepala nay sedikit pusing ", kilah Nayla sambil memegangi pelipisnya, pura-pura merasa pusing.
" Alah alesan saja kamu nay. Tadi wajahmu gak kesakitan gitu, malah senyum-senyum tidak jelas ",
" Nggak kok, nay gak bohong ",
" Sudah jangan banyak alasan. Pokoknya kamu saya hukum bersihin toilet bawah menggantikan Tara yang gak masuk hari ini ",
" Tapi Bu...",
" Saya gak mau denger alasan kamu lagi nay. Kalau istirahat nanti belum juga selesai, saya akan tambah hukuman kamu ", Kata Bu Dania sambil berlalu pergi meninggalkan Nayla yang masih ingin protes.
" Kampret, baru juga senang sedikit sudah kena hukuman ", gerutu Nayla seraya mengambil alat tempurnya dan segera turun ke lantai bawah.
*
*
Nayla yang menjalankan hukumannya itu, terus saja ngedumel sepanjang membersihkan toilet tersebut.
Saat tengah asyik menggerutu, datang kak varo yang akan masuk ke dalam toilet pria.
" Loh nay kok kamu yang bersihin toilet ini ", tanya lelaki berkaca mata itu.
" Hehehehe, nay lagi dapat hukuman kak ",
" Emang kamu salah apa sampai di hukum ",
" Nay ketahuan melamun di ruang OB ", kata Nayla sambil nyengir kuda.
" Kamu itu ya nay, bandelnya dari dulu kok gak ilang-ilang ", kata kak varo sambil mengacak-acak rambut Nayla.
" Ih kak varo rambut nay jadi berantakan. Nanti kadar kecantikan nay jadi berkurang ", kata Nayla sewot.
Varo yang mendengar kata-kata Nayla bukannya merasa bersalah malah semakin tertawa.
" Kamu itu akan selalu cantik Nay, meski rambut kamu berantakan sekalipun ", bisik varo.
Blushh
Pipi Nayla seketika langsung memerah. Pujian kak varo barusan membuat Nayla tersipu malu di buatnya. Varo pun berlalu masuk ke toilet meninggalkan Nayla sambil menyembunyikan senyumannya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka dengan tatapan tidak suka.
*********
__ADS_1
Author tunggu like komen dan subscribenya
Terima kasih ☺️