
" Mas Romi ", panggil seorang perempuan cantik berpakaian seksi dari arah pintu masuk.
Sinta dan Romi langsung menoleh ketika mendengar panggilan itu.
" Mona ", gumam Romi.
Romi yang melihat mantan kekasihnya itu berjalan ke arahnya langsung menatap ke arah Sinta. Sinta yang di tatap justru malah sedang sibuk memindai perempuan cantik di depannya.
" Mas Romi apa kabar ? ", sapa Mona seraya ber cipika cipiki. Tentu saja hal itu membuat Sinta langsung mendelik. Sedangkan Romi yang tampak terkejut dengan kecupan Mona langsung mundur selangkah. Namun Mona tidak menyerah, ia malah bergelayut manja di lengan Romi.
" Mas Romi kemana saja ? Mona kangen loh sama mas. Kita balikan lagi yuk, Mona masih sayang banget sama mas Romi ",
Romi yang melihat tanduk di kepala Sinta mulai keluar, dengan segera melepas tangan Mona dari lengannya dengan sedikit kasar.
" Kenapa sih mas ", tanya Mona kesal. Kemudian ia melirik ke arah Sinta yang tampak berdiri bersidekap sambil menatap tajam ke arahnya.
" Apa ? Kenapa kamu menatap saya kayak gitu ? Iri ya gak bisa dapat cowok ganteng kayak saya ", kata Mona meremehkan. Ia pikir Sinta adalah pengunjung yang kebetulan tengah berdiri di samping mantan kekasihnya itu.
" Iri ? ", kata Sinta seraya tertawa sinis.
" Kenapa saya harus iri, sedangkan lelaki tampan ini saja sudah saya miliki ", kata Sinta sambil menarik lengan Romi dan memeluknya dengan posesif. Kemudian dengan penuh berani Sinta mengecup bibir Romi di depan perempuan menyebalkan itu. Mona langsung melotot melihat Sinta yang mengecup bibir mantan kekasihnya.
Bahkan Romi juga ikut terkejut mendapat serangan tiba-tiba dari kekasihnya itu. namun sedetik kemudian senyum bahagia mengembang di bibirnya. Kelakuan calon istrinya itu memang sebelas dua belas dengan istri atasannya, bar-barnya kebangetan.
" Maksud kamu apa ? ", tanya Mona menahan emosi.
" Dia calon istri aku Mona, sebentar lagi kami akan menikah ", jawab Romi seraya mengecup kening Sinta. Mona semakin terkejut mendengar ucapan Romi.
" Kamu gak salah mas, mau nikah sama cewek modelan kayak begini ? ", ejek Mona tersenyum sinis. " Cantikan juga aku kemana-mana ", ucap Mona sambil tersenyum mengejek.
Sinta yang mendengar itu bukannya marah malah tertawa.
" Buat apa lebih cantik mbak, toh tetap saya pemenangnya ", jawab Sinta yang membuat Mona langsung terdiam. Ia kemudian menatap nyalang ke arah Romi dan Sinta bergantian, setelah itu ia pergi meninggalkan toko perhiasan itu dengan perasaan sangat kesal.
" Kamu memang luar biasa sayang ", ucap Romi tersenyum bangga.
" Sinta kok di lawan ", jawab Sinta yang di sambut gelak tawa calon suaminya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Setelah acara membeli cincin kemarin, Romi dan Sinta terus di sibukkan dengan berbagai acara lainnya. Seperti fitting baju pengantin, menyewa jasa MUA, jasa EO dan lain lainnya.
Dan tanpa terasa hari ini, hari istimewa yang di nantikan oleh Romi dan Sinta, dimana keduanya akan di persatuan dalam tali pernikahan akhirnya tiba juga. Acara ijab Qabul yang akan di laksanakan di kediaman keluarga Hendrawan ayah Sinta tampak sudah ramai di hadiri oleh sanak saudara.
Kenzoe dan Nayla juga sudah tampak hadir di sana. Nayla tampak begitu cantik mengenakan gaun berwarna merah muda. Meski perutnya sudah membuncit, namun sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.
" Mas, aku ke kamar Sinta dulu ya, mau lihat sudah selesai di rias atau belum ",
__ADS_1
" Perlu mas temani ? ", tanya Kenzoe lembut seraya membelai tangan istrinya.
" Nggak usah. Mas di sini saja, sepertinya pak Romi butuh hiburan dari mas biar gak terlalu gugup ", kata Nayla sambil mengulum senyumnya.
Kenzoe tampak melihat ke arah sahabatnya itu. Kemudian ia terkekeh pelan membenarkan ucapan istrinya.
" Sepertinya memang perlu di hibur ", kata kenzoe yang membuat Nayla tergelak.
" Ya sudah, nay ke kamar Sinta dulu ",
" Iya sayang ",
Setelah Nayla masuk ke dalam rumah, Kenzoe kembali menatap ke arah Romi. Sahabatnya itu terlihat begitu gugup dengan dahi penuh keringat. Kenzoe tampak terkekeh melihat teman sekaligus asistennya itu diam membisu.
" Napa loe diam aja, grogi ? " ledek kenzoe yang akan menjadi saksi pernikahan sahabatnya itu.
" Gila gue gugup banget Zoe, gue takut nanti malah bikin gue salah ucap lagi ",
" Lebih baik loe sekarang atur napas beberapa kali, biar grogi loe berkurang ", nasehat kenzoe.
" Ok, gue coba ",
Romi pun mencoba mengatur napasnya berulang kali seperti ucapan bosnya. Dan untung cara itu berhasil mengurangi rasa gugupnya. Dalam hati Romi berdoa semoga saja ia nanti dapat mengucapkan ijab Qabulnya dengan lancar.
....
" Kamu cantik banget Sin ", puji Nayla yang duduk di tepian ranjang.
" Makasih nay. Suami loe mana ? ",
" Mas kenzoe sudah siap sedia di depan buat jadi saksi nikahan loe ", jawab Nayla yang di sambut kekehan oleh Sinta.
" Sekali lagi selamat ya Sin, semoga kalian bisa membangun rumah tangga yang Samawa dan segera di beri momongan ", doa tulus nayla.
" Aamiin, terima kasih nay. Loe emang sahabat terbaik gue ", kata Sinta seraya memeluk sahabatnya itu.
Saat keduanya sibuk berpelukan, dari luar tampak ibu Sinta berjalan masuk dan memberitahukan jika acara ijab Qabulnya akan segera di mulai.
" Sudah selesai belum nak ? Pak penghulunya sudah datang loh ",
" Sudah buk, Sinta sudah siap kok ",
" Ya sudah kalau begitu kita keluar sekarang yuk ", kata Nayla seraya menggandeng tangan sahabatnya itu untuk keluar menuju tempat ijab Qabul. Saat Sinta keluar dari rumah dan berjalan menuju tempat ijab Qabul, Semua mata langsung tertuju pada calon pengantin yang tampak begitu cantik.
Bahkan Romi sampai melongo melihat calon istrinya yang begitu mempesona dengan balutan kebaya berwarna putih itu. Rasa grogi yang tadi sudah hilang kini kembali menyerang. Dengan cepat Romi segera mengatur napasnya kembali. Ia benar-benar takut jika salah berucap. Bisa-bisa ia akan di ledekin habis-habisan oleh semua keluarganya.
Sinta yang sudah duduk di dekat calon suaminya, tampak mengulum senyum melihat tingkah lucu Romi. Sinta segera menggenggam tangan calon suaminya yang terasa sangat dingin.
__ADS_1
" Mas jangan terlalu gugup, Sinta yakin mas pasti bisa ", bisik Sinta di telinga Romi.
" Makasih sayang ", jawab Romi yang terlihat mulai tenang.
Dan acara ijab Qabul itu pun segera di mulai. Pak penghulu menjabat tangan Romi dengan erat. Dan setelah itu Romi dengan sedikit gugup mengucapkan ijab Qabul dengan lancar meski tidak selantang kenzoe dulu.
" Bagaimana saksi ? Sah ? "
" Sah ",
" Saaaah ", jawab Kenzoe semangat sekali.
Teriakan kenzoe sampai membuat Nayla gemas dan menghadiahi suaminya itu cubitan di pinggang.
" Gak usah kencang-kencang kali mas ", sewot Nayla mendelik.
" Biar semua dengar sayang ", jawab Kenzoe terkekeh pelan.
Acara ijab Qabul itu pun akhirnya selesai. Nanti malam acara resepsi juga akan langsung di adakan di hotel berbintang milik keluarga Kenzoe.
Karena Nayla merasa sedikit lelah, ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu sebelum nanti malam menghadiri acara resepsi mewah sahabatnya itu.
Di dalam perjalanan, Nayla tampak menyenderkan kepalanya di bahu sang suami.
" Kenapa sayang ? ", tanya Kenzoe seraya membelai lembut rambut sang istri.
" Sedikit capek mas ", jawab Nayla seraya memainkan jemarinya di dada bidang sang suami. Entah kenapa darah kenzoe langsung berdesir hebat merasakan sentuhan jari sang istri di dadanya.
" Jangan memancingku sayang ? ", kata kenzoe menahan gejolak karena ulah tangan nakal sang istri. Apalagi gundukan kenyal Nayla tampak terlihat menyembul dengan posisinya yang setengah miring ke arah Kenzoe.
" Memancing apa ? ", tanya Nayla tidak mengerti.
Tanpa menjawab Kenzoe langsung meletakkan jemari tangan sang istri di atas senjatanya yang sudah mengembang dan keras.
Nayla tampak terkejut merasakan benda keras dan besar itu.
" Astaga ya ampun sepertinya gue telah melakukan kesalahan besar. Bisa-bisa gue lemes sampek malem nih ", batin Nayla seraya melirik ke arah Kenzoe. Tampak seringai mesum tercetak jelas di wajah suaminya itu.
" Oh No ",
**********
Hayo loh nay π€
Jangan lupa dukungannya ya emak-emak bapak-bapak, kakak-kakak. Othor tunggu loh ya π
Terima kasih ππ
__ADS_1