Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 31


__ADS_3

SORE HARINYA


" Bagaimana Rom, apakah kamu sudah memeriksanya ", tanya Kenzoe saat berada di ruang CCTV.


" Sudah bos, saya sudah memeriksa satu-satu setiap sudut CCTV yang dapat menangkap gambar pelaku ", lapor Romi pada bosnya itu. " Riko, perlihatkan rekaman di menit di mana pelaku menampar Nayla ", perintah Romi pada pengawas CCTV tersebut.


" Baik bos ", Riko segera menayangkan kembali kejadian tadi pagi. Kenzoe mengamati dengan seksama kejadian yang terekam itu.


" Dari postur dan juga curi-ciri fisiknya aku yakin itu pasti Tania ", kata kenzoe seraya menajamkan penglihatannya.


" Saya juga yakin bos jika itu memang Tania, Sungguh orang yang sudah cemburu itu bisa berubah sangat mengerikan ", ucapan Romi sontak membuat kenzoe mendelik ke arahnya. Romi yang melihat kilatan tajam dari mata bosnya langsung diam seketika. Takut bonusnya di potong ya Rom wkwkwk.


" Tapi kita tidak bisa menuduhnya sembarangan Rom jika wajahnya tertutup seperti itu. Dia pasti akan punya alasan untuk berkelit ", kata kenzoe seraya menghela napas kasar. Sedetik kemudian,


" Tunggu dulu, coba kamu perbesar gambar yang ini ", perintah kenzoe pada Riko. Setelah melihat lebih jelas tampak kenzoe tersenyum puas.


" Apa ada yang mencurigakan lagi bos ? ", tanya Romi penasaran.


" Kamu lihat kalung yang di kenakan di pelaku itu Rom ? "


" Iya bos. Memang ada apa dengan kalung itu ? "


" Itu adalah Kalung yang aku berikan pada Tania setahun yang lalu. Waktu itu untuk ke sekian kalinya aku ingin melamar Tania, aku memesan kalung itu khusus dari singapura. Bahkan kalung itu aku yang mendesainnya. Jadi sudah pasti di dunia ini hanya ada satu kalung seperti itu ", jelas kenzoe.


" Kalau seperti ini, Tania sudah pasti tidak bisa mengelak lagi ", kata Romi ikut senang.


🌸🌸🌸🌸🌸


Setelah berada seharian di dalam ruangan Kenzoe, akhirnya lelaki tampan itu memperbolehkan Nayla pulang. Tadinya Kenzoe ingin mengantar Nayla sampai depan rumahnya, namun Nayla dengan tegas menolaknya. Nayla tidak mau jika hubungannya dengan Kenzoe di ketahui orang tuannya. Ia belum siap untuk itu. Sebab hubungan mereka masihlah sangat baru, selain itu masih ada Tania yang masih belum rela melepas Kenzoe. Ia takut orang yang tidak mengerti akan mengira dirinya adalah orang ketiga yang merusak hubungan Kenzoe dan Tania.


" Assalamu'alaikum ", kata Nayla memberi salam pada ibunya yang sedang menyirami tanamannya di depan rumah.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam. Tumben pulang-pulang ngucapin salam, biasanya teriak-teriak kayak Tarzan ", ledek ibunya.


" Nggak ngucapin salam salah, ngucapin salam malah di ledekin. Ibuk mah ngeselin , sewot Nayla hendak masuk ke rumah.


" Eh tunggu dulu nay, itu pipi kamu kenapa ? tanya ibu Nayla seraya mematikan kran air nya dan bergegas mendekati putrinya. " Ya ampun nay, sampe merah gini ", tampak raut cemas di wajah ibunya.


" Nay gak apa-apa kok buk. Ini tuh tadi Nayla ke sandung dan jatuh tengkurap. Makanya pipi Nayla langsung nyungsep nyium lantai ", jelas Nayla nyengir. Lagi-lagi Nayla merasa bersalah karena terus saja membohongi ibunya.


" Sudah di obati kan ? "


" Sudah buk. Nay masuk dulu ya buk, mau mandi ",


" Ya sudah mandi sana ", Nayla pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.


Di dalam kamar, Nayla merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia kembali mengingat kejadian tadi pagi yang menimpanya. Ia jadi takut jika kejadian seperti tadi akan terulang lagi. Saat Nayla sibuk dengan rasa takutnya, tiba-tiba handphone nya di dalam tas berbunyi tanda ada panggilan masuk.


" Halo ", sapa Nayla mengangkat telepon Kenzoe.


" Nay, apa kamu sudah sampai di rumah ? apa lukamu masih sakit ? Apa obat kamu sudah kamu minum ? tanya Kenzoe dari seberang telepon. Nayla yang mendengar banyak pertanyaan Kenzoe merasa sangat senang. Itu tandanya om galaknya sangat mengkhawatirkannya.


" Baiklah saya percaya itu. Jangan lupa setelah mandi kamu oles lagi pake salep yang tadi. Jika kamu gak nurut apa kata saya, saya akan datang ke rumah kamu untuk memastikan kamu sudah mengobati lukamu ",


" Jangannnn, iya iya nay nanti pasti akan obatin. sudah ya om nay mau mandi ",


Tut


Nayla buru-buru mematikan handphonenya, ia tidak mau di cecar lagi dengan banyak pertanyaan oleh kekasihnya itu.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di dalam kamar sebuah hotel.

__ADS_1


Saat ini Tania tengah bersantai di balkon kamar hotel yang ia sewa. Hatinya merasa puas telah melampiaskan kekesalannya pada gadis ingusan itu. Meski ia merasa hukumannya tadi terlalu ringan, setidaknya ia sudah bisa meluapkan kekesalannya.


Saat dirinya tengah asyik menikmati semilir angin malam dengan senyum puas menghiasi bibirnya, tiba-tiba handphonenya di atas nakas berbunyi. Buru-bury Tania masuk ke dalam untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.


" Kenzoe ", bibir Tania langsung melengkung senang. " Halo Zoe, tumben menelepon, apa kamu sedang merindukanku ? ", tanya Tania penuh percaya diri.


" Apa kamu bilang, rindu ! , aku sudah bosan merindukanmu Tania. Yang ada di hatiku sekarang untuk mu hanya rasa kecewa dan muak ", jawaban Kenzoe di seberang telepon sungguh menusuk dalam hati Tania.


" Kamu jahat sekali Zoe, apa salah aku sama kamu sampai kamu tega berkata sejahat itu ", tangis Tania mulai pecah.


" Aku tidak ingin membahas masalah hati kita Tania . Aku kali ini meneleponmu karena ingin memberi peringatan untukmu. Jangan pernah kamu ganggu Nayla, ia tidak ada hubungannya dengan keputusanku meninggalkanmu Tania. Jadi jangan coba-coba menyakitinya ",


" Apa maksud kamu Zoe, aku tidak mengerti. Menyakiti siapa ? ", tanya Tania pura-pura tidak tahu.


" Jangan pura-pura tidak mengerti Tania, aku tahu kamulah yang menampar Nayla tadi pagi. Kalung yang kamu pakai sudah membuktikannya tanpa aku harus banyak bicara ", jawaban Kenzoe membuat Tania terkejut. Kemudian ia melirik kalung yang tengah ia pakai.


" Sial, kenapa aku lupa melepaskannya ", batin Tania merutuki kebodohannya.


" Aku harap kamu jauhi Nayla, jika kamu tidak mengindahkan peringatanku, maka bersiaplah jika karirmu di dunia hiburan akan aku hancurkan ", ancam Kenzoe seraya menutup teleponnya.


" Halo Zoe, Zoe dengarkan aku dulu. Aaaa sial ", marah Tania melempar handphonenya di atas ranjang.


" Kenapa kamu lebih membela gadis sialan itu Zoe. Kemana cintamu yang sangat besar itu menghilang. Kenapa kamu malah ingin menyakitiku dan membelanya ",


" Sepertinya aku harus menemui Tante Imel. Aku yakin ia mau membantuku. Terlebih gadis sialan itu hanya seorang OB, pasti Tante Imel tidak akan membiarkan putra kesayangannya memacari seorang gadis miskin seperti Nayla ", kata Tania bermonolog sendiri.


" Lihat saja Zoe, jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, maka aku akan menghancurkan hubungan kalian ", geram Tania seraya menyeringai licik.


********


Ayo dong jarinya di gerakin buat mencet like subscribe vote dan juga hadiah.

__ADS_1


Dukung terus karya othor biar othor semangat up date dan bikin karya baru.


Terima kasih pokoknya buat yang sudah mau membaca novel receh othor ini 😘😘


__ADS_2