
Pagi-pagi sekali kenzoe berangkat ke kantor di temani Romi yang terus menggerutu. Pasalnya pagi-pagi buta bosnya itu sudah menyuruhnya datang menjemput.
" Ngapain sih Zoe pagi-pagi gini udah berangkat ? " tanya Romi dengan kesal.
" Gue mau memastikan keadaan nayla ", jawab Kenzoe dengan entengnya yang membuat Romi semakin bertambah kesal.
" Loe kan bisa berangkat sendiri naik taksi, ngapain ngajakin gue, ini tuh belum masuk jam kerja ",
" Kalau loe banyak protes, gue jamin gaji loe bulan depan tinggal setengah ", jawab Kenzoe mengeluarkan jurus ancamannya.
" Bisanya cuman ngancam, dasar bos arogan ", gerutu Romi sambil terus menyetir.
Setelah hampir dua puluh menit menyetir sambil ngedumel, akhirnya mobil mereka tiba di depan perusahaan. Kenzoe yang ingin segera menemui Nayla buru-buru turun dari mobil dan masuk ke dalam. Namun nyatanya kantor masih sangat sepi, bahkan nyaris belum ada yang datang. Terlihat Romi yang baru memarkirkan mobilnya berjalan ke arah kenzoe dengan langkah lesu. Sesekali ia menguap dengan lebar.
" Rom, kenapa kok belum ada yang datang ", tanya Kenzoe yang membuat Romi ingin menangis mendengarnya.
" Ya jelas belum ada yang datang lah bos, ini tuh masih pukul tujuh pagi. Para OB masuknya itu pukul setengah delapan ", jawab Romi gregetan.
Kalau begitu temani saya menunggu Nayla di sini ", kata kenzoe seraya mendudukkan dirinya di bangku dekat resepsionis.
" Tapi gue laper bos ", kata Romi seraya memegangi perutnya. Kenzoe yang mendengar itu segera mengeluarkan uang seratus ribu dan menyerahkannya pada sang asisten.
" Ini kamu beli sarapan buat kita berdua ",
" Siap bos ", jawab Romi seraya buru-buru menyambar uang seratus ribuan dari tangan Kenzoe. Romi terlihat berlari ke arah pos satpam guna meminjam motor agar lebih cepat.
Sambil menunggu Romi membeli sarapan, kenzoe mengeluarkan ponselnya dan mulai fokus menatap layar ponselnya. Saking fokusnya bermain game, kenzoe bahkan tidak menyadari jika Nayla sudah berdiri di dekatnya.
" Om ", sapa Nayla yang membuat kenzoe langsung mendongak.
" Nay ", panggil kenzoe seraya berdiri dari duduknya. " Bagaimana keadaan kamu sekarang ? ",
" Nayla udah baikan om ganteng ", jawab Nayla yang membuat kenzoe tersenyum lega.
" Syukurlah. Kalau begitu tolong Kamu buatkan saya kopi. Saya tunggu di ruangan saya ",
" Siap bos ", jawab Nayla yang membuat kenzoe tergelak.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Kenzoe yang mendapatkan asupan vitamin kopi buatan Nayla di pagi hari menjadi bersemangat memeriksa pekerjaannya. Bahkan pagi tadi ia juga berhasil mencuri kecupan singkat di bibir gadis ingusannya itu yang membuat paginya makin ceria. Ya meski ia juga harus mendapat hadiah cubitan gemas dari sang kekasih yang terlihat marah.
Tok tok tok
" Masuk ", jawab Kenzoe. Siang itu Kenzoe kembali meminta Nayla untuk di buatkan kopi lagi karena matanya mulai mengantuk.
__ADS_1
Ceklekk
" Om ", sapa Nayla seraya meletakkan kopi itu di atas meja dekat sofa.
" Kok di situ, bawa sini Nayla ",
" Nggak mau, entar om ambil kesempatan nyium-nyium nay lagi ",
" Memangnya kenapa ? Kamu kan pacar saya ",
" Nay takut om, takut ketagihan ", jawab Nayla sambil nyengir kuda. Kenzoe yang mendengar jawaban Nayla sungguh di buat geleng-geleng kepala.
" Kalau begitu saya akan buat kamu ketagihan dengan ciuman saya ", kata kenzoe segera berdiri dari duduknya untuk menghampiri Nayla. Nayla yang melihat Kenzoe berjalan ke arahnya dengan tatapan mesumnya buru-buru balik badan hendak berlari ke arah pintu. Namun sayang, tangan Nayla sudah di tarik duluan oleh Kenzoe. Ia segera masuk ke dalam dekapan sang kekasih.
Cup cup cup cup
Kenzoe menghujami telinga Nayla dengan kecupan-kecupan singkat.
" Ih om geli, lepasin Nayla om ", rengek Nayla yang terus bergerak berusaha melepas pelukan sang kekasih.
" Ngak akan saya lepasin, ini hukuman buat kamu karena tidak menurut ", kata kenzoe yang dengan jahilnya malah menggigit kuping Nayla. Saat keduanya tengah ribut dengan posisi kenzoe yang terus memeluk Nayla, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.
CEKLEKK
DEG
Mata Kenzoe langsung membulat sempurna mendapati papa Daren yang tengah membuka pintu ruangannya. Apalagi papanya itu melihat dirinya yang masih setia memeluk tubuh Nayla.
" Papa ",
Mendengar kenzoe menyebut kata papa membuat Nayla lebih terkejut. Keduanya pun segera melepas pelukan dan berdiri sedikit menjauh. Nayla tampak salah tingkah karena kepergok oleh papa om galaknya. Semoga calon mertuanya itu tidak berpikir macam-macam tentangnya.
Terlihat papa Daren dengan santainya memasuki ruangan Kenzoe di ikuti William yang terlihat tengah mengulum senyumnya. Papa Daren mendudukan dirinya di sofa dengan terus menatap ke arah Nayla. Nayla yang merasa malu setengah mati itu buru-buru pamit undur diri.
" Pak Kenzoe saya pamit keluar dulu ",
" Iya ", jawab Kenzoe tidak berani menatap Nayla. Nayla memberi hormat pada pada papa Daren dan juga William. Setelah itu ia berjalan cepat menuju pintu. Namun pada saat Nayla hendak memegang kenop pintu, papa Daren menghentikannya.
" Tunggu ", kata papa Daren yang membuat Nayla menghentikan pergerakan tangannya. Jantungnya saat ini berdetak sangat cepat seakan mau meledak.
" A ada yang bisa saya bantu pak ", tanya Nayla terbata-bata.
" Kemari lah ", panggil papa Daren. Nayla yang takut di omeli calon mertuanya itu tampak melirik Kenzoe meminta pertolongan. Kenzoe yang mengerti segera bertindak.
" Dia sedang banyak kerjaan pa ",
__ADS_1
" Aku ini bos besar di sini, siapa yang berani protes jika aku menginginkan gadis ini berada di sini sekarang ", jawab papa Daren yang membuat kenzoe menunduk bingung. Nayla yang tidak mau membuat suasana menjadi tegang segera berjalan ke arah papa Daren.
" Duduklah ", kata papa Daren. Nayla pun menurut dan segera duduk di sofa tepat di depan calon mertuanya.
" Siapa namamu ? "
" Nayla pak ", jawabnya gugup.
" Nama lengkap ? "
" Nayla AZ Zahra ",
" Hmm nama yang bagus ", puji papa Daren yang membuat Nayla tersenyum kaku. " Lalu berapa usiamu sekarang ? ",
" Delapan belas tahun setengah pak ", jawab Nayla dengan polosnya.
" Kok ada setengahnya ", tanya papa Daren tersenyum geli.
" Soalnya mau Nayla sebut delapan belas tahun kan sudah lebih beberapa bulan. Terus kalau Nayla sebut sembilan belas tahun kan belum genap dua belas bulan. Jadi nay bilang setengah aja biar lebih adil ", jawab Nayla dengan tampang tak berdosa. William dan papa Daren tampak melipat bibirnya untuk menahan tawa mereka yang mau pecah.
" Lalu apa hubungan kamu dengan putra saya ? Soalnya tadi saya melihat kamu tengah di peluk mesra oleh putra saya ", tanya papa Daren yang membuat Nayla terdiam, ia bingung harus menjawab apa.
" Kenapa diam nay ? ",
" Pah ", Kenzoe berusaha menghentikan papanya melihat Nayla mulai terintimidasi.
" Ayo Nayla jawab pertanyaan saya "
" Sa saya dan pak Kenzoe sedang pacaran pak ", jawab Nayla seraya menunduk dan memejamkan matanya rapat-rapat karena takut.
" Oh ", kata papa Daren yang langsung membuat Nayla dan Kenzoe mendongak. Cuma oh doang batin Nayla dan Kenzoe tidak percaya.
" Ya sudah sekarang buatkan saya dan William kopi ",
Nayla yang mendengar jawaban oh dari papa daren nampak masih bengong di tempatnya. Ia pikir papanya om galak itu akan memarahinya dengan kata-kata menyakitkan. Atau bahkan akan melempar cek kosong ke arahnya dan kemudian meminta ia menjauhi putranya.
" Kenapa malah bengong nay? Kamu tidak mau membuatkan kopi untuk calon mertuamu ? ", tanya papa Daren sambil mengulum kembali senyumnya.
" Hah apa ? Papa mertua ", gumam Nayla yang semakin diam tak bergerak sambil melongo tidak percaya dengan pendengarnya.
**********
Ayok yang senyum-senyum sendirian othor temenin, asal kasih like vote subscribe dan hadiah π biar othor semangat up date nya dan nemenin kalian lewat kehaluan othor di novel ini π€.
Terima kasih ππ
__ADS_1