
Kini keduanya tengah berada di dalam mobil. Nayla tampak sibuk menatap keluar jendela, ia masih tidak percaya dengan semua ini. Lelaki tampan yang selama ini ia kagumi, yang bahkan kata Sinta tidak mungkin ia dapatkan, nyatanya sekarang dia sudah menjadi miliknya.
Apalagi saat Nayla mendengar ucapan kenzoe tadi bersama bapaknya, yang mengatakan ingin menjalin hubungan yang serius dengannya, sungguh Nayla merasa seperti di alam mimpi. Betapa beruntungnya ia, mendapatkan cinta seorang Kenzoe pratama putra.
Kenzoe yang sedari tadi melirik Nayla yang tampak melamun, tidak tahan untuk tidak bertanya.
" Ada apa ? ", tanya Kenzoe seraya memegang jemari kekasihnya. Mendengar pertanyaan Kenzoe membuat Nayla menoleh ke arah sang kekasih.
" Aku masih gak percaya, kalau kita sekarang sudah pacaran ", jawab Nayla menatap lekat kenzoe. " Mengingat sikap om dulu yang super duper dingin dan cuek, Nayla bahkan tidak pernah berharap jika cinta nay bakal di balas sama om ",
Kenzoe nampak tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu.
" Semua orang bisa berubah nay, begitu juga dengan perasaan. Dulu awal-awal saya lihat kamu, rasanya selalu saja kesal. Tapi lihat sekarang, saya bahkan tidak bisa jauh dari kamu barang sehari saja. Bahkan Romi sering kali mengatai saya CEO bucin ", kata Kenzoe tergelak.
" Pak Romi mah belum ngerasain jatuh cinta yang sebenarnya. Nanti kalau sudah bucin, bakal nay ledekin sampai nangis ", kata Nayla yang membuat keduanya tergelak.
" Terus untuk kencan pertama kita, kamu ingin pergi kemana ? ",
" Nayla pengen jalan-jalan ke mall aja om. Setelah itu nonton bioskop, gimana ? ",
" Ok, keinginanmu akan saya penuhi tuan putri ", goda Kenzoe seraya mencubit gemas pipi Nayla.
Setelah hampir dua puluh menit perjalanan, mereka akhirnya sampai juga di salah satu mall di pusat kota. Kenzoe segera turun dari mobil, ia juga membukakan pintu untuk Nayla. Tentu saja Nayla sangat senang dengan perhatian yang Kenzoe berikan.
Kenzoe segera menggandeng tangan Nayla untuk segera masuk. Nayla yang jarang sekali ke mall merasa sangat bahagia. Terlebih ada lelaki tampan yang dengan setia selalu menggandeng mesra tangannya. Benar-benar sebuah kencan yang selama ini Nayla impikan.
" Apa kamu lapar, jika iya kita makan di resto yang ada di depan sana. Masakannya sangat enak, mau ? ", tawar kenzoe.
" Boleh, kebetulan nay tadi belum makan malam ", jawab Nayla meringis.
" Baiklah kita makan dulu ", kata kenzoe seraya menggandeng tangan Nayla menuju restoran itu.
Setelah memilih tempat, terlihat pelayan mulai menghampiri mereka. Pelayan itu menyerahkan buku menu kepada mereka. Setelah beberapa saat, nampak pelayanan itu mencatat semua pesanan kenzoe.
" Om sering makan di sini ", tanya Nayla penasaran.
" Lumayan, saya dan Romi selalu mampir kesini jika ada meeting di luar ",
" Oh, pantesan om hapal betul sama menunya ", kata Nayla manggut-manggut.
__ADS_1
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya menu pesanan mereka pun tiba. Setelah semua tersaji di meja, Nayla segera mengambil makanan itu, dan memakannya dengan lahap.
" Wah, udang asam manisnya enak banget om ",
" Benarkah ? ",
" Serius, Nih om cobain sendiri ", kata Nayla seraya menyodorkan udang yang sudah ia kupas ke depan mulut Kenzoe. Melihat udang besar yang menggiurkan, kenzoe dengan cepat melahapnya.
" Gimana om ? Enakkan ?
" Benar enak sekali ",
Mereka pun akhirnya melanjutkan acara makan malam itu tanpa banyak bicara lagi.
Setelah puas menikmati makan malam, keduanya pun memutuskan untuk lanjut menonton. Namun saat mereka berjalan menuju gedung bioskop, Nayla tampak berbisik kepada kenzoe
" Om, kayaknya ada yang buntutin kita deh ",
" Iya saya juga merasakannya ", balas kenzoe pelan.
" Sebenarnya Nayla sudah curiga sejak kita di restoran mewah kemarin om. Itu perempuan terus saja menatap ke arah kita, bahkan terlihat sedang memotret kita juga ", kata Nayla lagi.
" Saya sepertinya tahu itu siapa ", kata kenzoe segera menarik tangan Nayla dan mengajaknya untuk berlari. Setelah cukup jauh berlari kenzoe dengan cepat berbelok ke arah kiri untuk mengecoh perhatian orang tersebut. Mereka bersembunyi di balik tembok menunggu orang tersebut menyusul. Dengan nafas ngos-ngosan Nayla mendekap lengan kenzoe dan ikut bersembunyi di belakang kekasihnya.
Dari tempat persembunyian kenzoe, mereka dapat melihat orang tadi celingukan mencari. Ia terlihat bingung antara berbelok ke kiri atau ke kanan.
Kenzoe yang sudah yakin siapa orangnya, segera keluar dari persembunyiannya.
" Ehem, mamah cari siapa ? ", tanya Kenzoe pada orang tersebut. Sontak ucapan kenzoe membuat Nayla sangat terkejut.
" Mamah ", gumam Nayla seraya menatap orang yang tengah menggunakan masker dan juga kaca mata hitam di depannya.
Pelan tapi pasti orang itu mulai membuka masker dan juga kaca matanya.
" Ish kamu itu selalu saja bisa menebak ya Zoe ", kesal sang mama.
" Mamah tuh yang kurang kerjaan banget ", gerutu kenzoe.
" Biarin ", ketus sang mama. Namun sedetik kemudian matanya langsung berbinar menatap lekat gadis di dekat putranya.
__ADS_1
" Ya ampun, imut dan menggemaskan sekali calon menantuku ini ", kata mama kenzoe seraya mendekat pada Nayla dan mencubit gemas pipinya. Nayla yang mendapat pujian dari calon mertua menjadi tersipu malu. Ia segera meraih tangan mama Imel dan menciumnya.
" Siapa nama kamu sayang ",
" Nayla Az Zahra, Tante bisa panggil Nayla aja ", jawab Nayla tersenyum manis.
" Oh ya ampun manisnya ", puji mama Imel lagi. Kenzoe lega melihat mamahnya yang terlihat sangat menyukai Nayla.
" Mama ngapain seperti seorang penguntit ngikutin kami ", tanya Kenzoe kesal. Mamahnya ini kadang kelakuannya memang suka di luar logika.
" Hehehe, mamah sangat penasaran sama calon mantu. Jadi mama putusin buat memata-matai kalian. Habisnya papa dan william terus saja ngomong kalau Nayla itu gadis yang lucu dan polos , mama kan jadi penasaran Zoe ", kata mama Nabila seraya memeluk Nayla gemas.
" Mamah itu datangnya gak tepat, kita sedang kencan mah ", kesal kenzoe. Nayla yang mendengar ucapan kekasihnya itu segera mencubit pinggangnya
" Om gak boleh ngomong kayak gitu sama orang tua ", Mama yang mendengar Nayla memanggil kenzoe om langsung tertawa terbahak-bahak.
" Ya ampun sayang, kamu manggil anak Tante om hahaha. Ya ampun Zoe ternyata kamu memang sudah tua, sudah saatnya untuk kamu segera menikah ", ledek sang mama yang membuat kenzoe semakin kesal. Nayla yang melihat wajah cemberut om galaknya merasa sangat lucu.
" Trus sekarang mama mau ikut nonton film juga ? "
" Oh tentu saja tidak sayang, mama mau balik ke hotel. Papa kamu mamah suruh menunggu di sana, pasti sekarang orangnya lagi sangat kesal. Karena mama sudah keluar Sedari tadi ", kata mama Imel seraya menaruh masker dan juga kacamatanya ke dalam tas.
" Ya sudah kalau gitu Tante pergi dulu ya sayang. Kalian teruskan saja kencannya, tapi ingat jangan pulang malam-malam ",
" Baik Tante ", jawab Nayla seraya mencium tangan mama Imel.
Setelahnya mama Imel segera berlalu pergi kembali ke hotel. Kenzoe yang tidak mau membuang waktu lagi segera menarik tangan Nayla menuju tempat bioskop.
Dari kejauhan, tampak Tania mengepalkan kedua tangannya. Ia sungguh merasa iri melihat Tante Imel yang terlihat begitu menyukai gadis ingusan itu.
" Dasar Tante Imel bodoh, tidak bisa membedakan mana yang bagus dan mana yang buruk. Memang apa kelebihan gadis itu di bandingkan aku. Aku bahkan lebih segala-galanya di bandingkan gadis sialan itu ", kesal Tania dalam hati.
" Lihatlah, suatu saat kalian akan menyesal karena lebih memilih gadis ingusan itu dari pada aku ", geram Tania seraya berlalu dari sana sambil menghentak-hentakkan kakinya karena kesal.
********
Mana yang belum kasih like, ayo buruan di pencet. Othor kan juga butuh penyemangat ðŸ¤ðŸ¤
Para readers ku yang sudah mampir, apalagi kasih like, othor ucapkan terima kasih banyak 😘😘
__ADS_1