Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 51


__ADS_3

Sore hari itu, cuaca terlihat sedikit mendung. Bahkan rintik hujan sudah mulai turun membasahi bumi. Sinta yang tadi pagi di antar oleh sang kakak, kini tengah berdiri di depan pos satpam menunggu jemputan. Sudah hampir dua puluh menit ia berdiri di sana sambil sesekali mengecek handphonenya.


Ting


Suara pesan masuk terdengar dari handphone yang tengah ia pegang. Buru-buru Sinta membuka pesan yang rupanya di kirim oleh sang kakak.


** Maaf sin, kakak gak bisa jemput kamu. Kakak hari ini ada lembur sampai jam tujuh **


Setelah membaca isi pesan kakaknya, Sinta tampak menghela napas kasar. Tahu gitu ia pulang menggunakan ojek.


** Iya kak, biar Sinta pulang naik ojek aja**


Balas sinta membalas pesan kakaknya. Kemudian ia berjalan agak ke depan kantor untuk mencari ojek yang biasanya mangkal dekat kantornya. Namun karena hujan mulai turun, tidak nampak satu pun tukang ojek di sekitar kantornya.


" Ya ampun, kok gak ada sih tukang ojeknya ", gerutu Sinta sambil membuka aplikasi untuk memesan ojek online.


Namun saat Sinta hendak mendeal, tiba-tiba ia di kejutkan suara klakson mobil di depannya.


" Kenapa belum pulang ? ", tanya Romi setelah membuka kaca mobilnya.


" Kakak saya lembur pak, ini mau pesan ojek ",


" Nggak usah pesan, saya antar ",


Awalnya Sinta sedikit ragu, namun setelah di pikir-pikir ia pun menyetujuinya. Lumayan kan hemat biaya transportasi wkwkwk.


Kini Sinta sudah duduk manis di dalam mobil atasannya.


" Loh, pak kenzonya mana ? ", tanya Sinta heran.


" Tadi, bos minta di antar pulang jam dua siang. Katanya Nayla minta di temani beli rujak buah di Deket komplek perumahan sambil jalan kaki ", jawab Romi yang membuat Sinta melongo. Apa ini termasuk ngidam anehnya Nayla batin Sinta sedikit geli.


" Oh ya sin, besuk hari Minggu siang kamu ada acara gak ? ",


" Nggak ada sih pak. Memang ada apa ya pak ? ", tanya Sinta seraya menatap lekat lelaki dewasa di depannya.


" Emm, itu mamah minta agar kamu datang ke rumah buat makan siang bersama. Apa kamu bisa ? ",


" Boleh, tapi nanti pak Romi yang jemput ya ", jawah Sinta yang terdengar manja.


" Iya, saya akan jemput kamu jam sepuluh pagi ", kata Romi yang di angguki Sinta cepat.


Akhirnya mobil yang di kendarai Romi pun tiba di depan rumah Sinta. Sinta pun segera turun dan melambaikan tangan saat mobil mewah atasannya itu berlalu pergi.


.........


Keesokan paginya, Romi yang berjanji akan menjemput Sinta, kini sudah berada di depan rumahnya. Ia segera turun dari mobil dan berjalan menuju teras rumah calon mertuanya.


Tok tok tok

__ADS_1


Ceklek


" Eh nak Romi, ayo masuk. Sintanya masih dandan di dalam kamar ", jawab ibu Sinta dengan senyum merekah.


" Iya makasih Bu, biar saya tunggu di teras saja ",


" Ya sudah kalau gitu saya panggil sinta


nya dulu ya ? ",


" Iya, silahkan ",


Ibu Sinta segera masuk ke dalam untuk memanggil putrinya. Beberapa saat kemudian, ia kembali lagi bersama Sinta di sampingnya. Romi tampak terpesona sesaat saat melihat Sinta yang tampak sangat cantik menggunakan gaun berwarna pink. Namun deheman ibu Sinta membuat ia kembali sadar dan terlihat salah tingkah.


" Kalau begitu saya ajak Sinta ke rumah dulu ya Bu ? ",


" Iya nak Romi, hati-hati di jalan ",


Keduanya pun segera mencium tangan perempuan paruh baya itu sebelum akhirnya berangkat menuju rumah Romi.


Di perjalanan, keduanya tampak diam membisu. Mereka terlihat masih canggung untuk sekedar jalan berdua.


" Kalau kamu bosan, kamu bisa menyetel musik kesukaan kamu ", kata Romi pada akhirnya untuk memecah suasana hening yang tercipta di antara keduanya.


" Tidak usah pak Romi, saya lebih nyaman begini saja ", jawab Sinta yang terlihat salah tingkah. Entah kenapa kini dirinya selalu saja berdebar-debar jika berdekatan dengan Romi.


" Ohhh, baiklah ", kata Romi yang tampak bingung harus berkata apa. Suasana pun kembali hening tanpa suara. Untung mobil yang di kendarai Romi segera tiba di depan rumahnya, keduanya terlihat menghela napas lega bersamaan.


" Sayang, akhirnya kamu datang juga. Ayo masuk, Tante sudah masakin makanan kesukaan kamu loh ", kata mama Naya sambil menggandeng Sinta masuk ke rumah.


Romi yang baru turun dari dalam mobil tampak geleng-geleng kepala. Mamanya itu jika sudah bersama Sinta pasti lupa dengan anaknya sendiri.


" Ayo duduk sayang, lihat ini semua menu kesukaan kamu ", kata mama Naya seraya mendudukan Sinta di salah satu kursi meja makan.


" Ya ampun Tante, kok repot-repot segala. Sinta bukan pemilih makanan kok, apapun yang Tante masak pasti Sinta habiskan nanti ", kata Sinta yang terlihat berbinar menatap makanan di atas meja. Semuanya adalah menu kesukaannya.


" Nggak repot sama sekali kok sayang. Ayo dimakan sayang, mumpung masih anget ",


" Iya Tante ",


Sinta yang melihat Romi hendak menyendok nasi segera mendekatkan tempat nasi itu ke arah Romi.


" Pak Romi mau lauk apa, biar saya ambilkan ", tanya Sinta.


Romi tampak diam sesaat, ia di buat terkejut dengan perhatian Sinta yang seperti seorang istri. Kemudian ia pun tersenyum sambil menunjuk menu yang ia inginkan.


" Saya ingin makan rendang dan tumis brokoli itu ", jawab Romi. Sinta dengan cekatan segera mengambil menu yang di inginkan oleh asisten bosnya itu.


" Ini pak ", kata Sinta menyodorkan piring yang sudah penuh pada Romi.

__ADS_1


" Terima kasih ", jawab Romi seraya tersenyum manis.


Mama Naya yang melihat interaksi keduanya tampak mengulum senyum. Sepertinya ia tidak salah memilih calon menantu.


" Kalian terlihat seperti sepasang suami istri. Kapan kira-kira kalian siap untuk menikah ? ", tanya mama Naya yang membuat keduanya langsung tersedak karena terkejut.


Uhuk Uhuk


🌸🌸🌸🌸🌸


Di tempat lain, tepatnya di kediaman rumah Kenzoe, Nayla tampak sibuk memakan rujak yang ia beli tadi bersama sang suami. Dengan lahap Nayla mengunyah rujak itu meski sedikit asam.


Kenzoe yang melihat Nayla mengunyah mangga setengah matang itu, tampak meringis sambil menelan air liurnya yang terasa penuh.


" Mas mau ? ", tanya Nayla sambil menyodorkan sesendok pada suaminya itu.


" Nggak sayang, kamu saja yang makan ",


" Kenapa gak mau. Ini enak loh mas ", kata Naila yang sedikit memaksa.


" Tapi mas gak pengen yang ", Tolak kenzoe yang memang tidak terlalu suka makanan asam.


Mendengar jawaban sang suami membuat mata Nayla mulai berkaca-kaca. Entah kenapa sejak hamil, mood Nayla mudah sekali berubah-ubah. Seperti sekarang ini, ia mudah sekali menangis karena hal yang sepele.


Kenzoe yang melihat air mata sang istri sudah mengumpul di pelupuk mata, segera meminta maaf.


" Sayang maafin mas, ya sudah sini mas juga pengen makan rujak buahnya ",


Mendengar ucapan sang suami, mata Nayla langsung berbinar. Ia segera menyendok rujak itu dan mengarahkan ke mulut kenzoe.


" Haaakk ", kata Nayla seraya membuka mulutnya seperti ibu menyuapi anaknya.


Kenzoe tampak ragu-ragu untuk membuka mulutnya. Saat raut wajah sang istri yang terlihat akan mendung lagi, ia segera melahap rujak di depannya. Tentu hal itu membuat Nayla sangat senang. Kenzoe tampak menahan rasa asam sekaligus pedas di mulutnya. Nayla kembali menyendokkan rujak itu hingga beberapa suap. Setelah merasa sudah tidak tahan, Kenzoe segera menahan sendok yang akan di suapkan padanya


" Sudah nay, mas sudah tidak kuat ", kata kenzoe seraya mengambil es teh di dekatnya. Dia segera meminum es teh itu hingga tandas. Setelah rasanya pedasnya itu sudah sedikit mereda, kini perut Kenzoe yang gantian terasa mulas.


" Oh ya ampun, sepertinya calon bayiku sedang ingin mengerjaiku", batin Kenzoe sambil memegangi perutnya.


Kenzoe yang tidak tahan segera berlari masuk ke dalam rumah.


" Mas mau kemana ? ", tanya Nayla heran.


" Ke toilet ", teriak kenzoe sambil berlari masuk menahan mulasnya yang sudah di ujung tanduk 🀭


🌸🌸🌸🌸🌸


Calon debaynya usil kayak emaknya πŸ˜‚


Ayo para reader kesayangan othor jangan lupa dan komennya.

__ADS_1


Terima kasih 😘😘


__ADS_2