Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 44


__ADS_3

Sinar mentari pagi yang cerah, menelusup masuk di celah gorden hotel tempat Nayla dan kenzoe menginap. Cahaya silau itu mampu mengusik ketenangan tidur Nayla. Mata indahnya mulai mengerjap mencoba mengumpulkan kesadarannya.


Di lihatnya wajah tampan sang suami yang masih nyenyak menyelami mimpi. Pipi Nayla tiba-tiba saja bersemu merah saat mengingat kejadian semalam. Suaminya itu sungguh luar biasa, tanpa lelah menggempur tubuhnya sampai empat kali pelepasan. Tubuh Nayla sungguh terasa remuk redam. Rasanya ia malas sekali untuk sekedar bangun dari ranjang.


Namun karena hari sudah semakin siang dan badannya juga terasa lengket, Nayla mencoba bangun dari tidurnya. Namun pada saat hendak berjalan, tiba-tiba rasa perih menyerang bagian intinya.


" Au ", pekik Nayla yang membuat kenzoe terbangun.


" Sayang kamu mau kemana ? ",


" Nay mau mandi mas, ini sudah siang ", kata Nayla yang masih berusaha berdiri dari duduknya.


" Biar mas bantu ", kata kenzoe seraya turun dari tempat tidur dan menghampiri sang istri untuk segera ia gendong.


" Makasih ", kata Nayla seraya mengecup pipi suaminya.


" Jangan menggodaku sayang ",


Nayla hanya terkekeh pelan menanggapi omongan suaminya.


Akhirnya mereka pun mandi bersama untuk mempersingkat waktu. Kenzoe yang melihat tubuh polos sang istri, mati-matian menahan hasratnya. Ia tahu istrinya masih sangat lelah setelah semalam ia kerjai habis-habisan.


Setelah hampir setengah jam di dalam kamar mandi, akhirnya acara bersih-bersih selesai. Kenzoe menggendong kembali Nayla dan meletakkan istrinya itu untuk duduk di tepian ranjang. Kemudian ia mengambilkan pakaian Nayla yang berada di koper.


" Ini sayang, pakailah. Aku akan memesan makanan agar di antar ke kamar ", kata kenzoe seraya meraih handphone di atas nakas.


Setelah selesai memakai baju, Nayla berjalan keluar menuju balkon kamar hotel tersebut. Pemandangan yang sangat indah, mentari pagi yang berseri-seri itu seakan melukiskan gambaran hati Nayla yang bahagia saat ini.


Sungguh ia tidak menyangka, jika takdir hidupnya akan seperti ini. Mendapat suami yang tampan kaya dan juga sangat mencintainya. Mertua yang tidak mempermasalahkan status sosialnya. Bahkan sudah menganggapnya seperti putri mereka sendiri. Sungguh dalam mimpi pun Nayla tidak berani berkhayal seperti ini.


" Sayang, sarapannya sudah datang ", kata kenzoe seraya melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Nayla yang tengah melamun itu tersentak kaget. Untung ia segera bisa menguasai dirinya.


Ia berbalik menatap suaminya dengan mata indahnya.


" Gendong ", rengek nayla dengan nada di buat manja. Kenzoe tergelak dan kemudian mulai mengangkat sang istri untuk masuk ke dalam kamar.


Mata Nayla langsung berbinar melihat banyak makanan enak di atas meja. Ia segera turun dari gendongan sang suami dan segera berlari menghampiri makanan lezat itu.


" Selamat makan ", kata Nayla seraya melahap nasi goreng seafood dengan lahap.


" Makan yang banyak sayang, biar nanti punya tenaga untuk meneruskan ronde yang ke dua ", bisik Kenzoe di telinga sang istri. Sontak Nayla langsung tersedak mendengar ucapan mesum suaminya.

__ADS_1


" Uhuk-uhuk ",


Kenzoe yang melihat itu segera meraih air di atas meja dan menyerahkannya pada sang istri. Nayla segera meminum air itu hingga habis.


" Om mau bunuh nay ya, kenapa ngomong kayak gitu saat nay makan ", sewot Nayla menatap kesal suaminya.


" Maaf sayang, mas gak sengaja ", kata kenzoe seraya memeluk erat istri kecilnya.Jika sudah begini Nayla jadi tidak bisa marah.


" Ya sudah kita makan lagi yuk. Mas mau makan yang mana biar nay ambilin ",


" Mas mau bubur ayam saja yang ",


" Ok ", kata Nayla segera mengambilkan bubur ayam itu untuk suami tercintanya.


Meraka pun segera meneruskan sarapannya tanpa mengobrol lagi. Setelah selesai sarapan, keduanya naik ke atas ranjang dan duduk bersandar pada sandaran tempat tidur dengan posisi saling memeluk.


" Untuk honey moon kamu ingin pergi kemana sayang ? " tanya Kenzoe seraya mengecup pucuk kepala sang istri.


" Nay sih ngikut mas aja ",


" Apa kamu tidak punya impian ingin pergi kemana gitu ", tanya Kenzoe yang di jawab gelengan oleh Nayla.


Mendengar ucapan sang istri membuat kenzoe semakin memperat pelukannya. Ia memang tidak salah memilih, istrinya ini sungguh luar biasa.


" Gimana kalau kita liburan sekeluarga sekaligus bulan madu ? ", tanya Kenzoe lagi.


" Wah, ide mas boleh juga. Nay setuju ", jawab Nayla senang.


" Kalau begitu sepulang dari hotel, mas akan membicarakan masalah ini dengan mama. Soalnya mama tuh paling tahu tempat-tempat bagus untuk liburan. Gimana ? ",


" Nay ikut aja mas ",


" Baiklah mas anggap setuju. Dan sekarang waktunya kita melanjutkan kegiatan kita ", kata kenzoe menyeringai mesum.


Nayla yang mendapat tatapan lapar dari sang suami hanya bisa meneguk salivanya.


" Oh ya ampun ", gumam Nayla pasrah.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Seminggu telah berlalu, kini Kenzoe sudah kembali ke rutinitas kerja seperti biasanya. Untuk acara liburan sekaligus bulan madu yang kemarin mereka bicarakan, akan dilaksanakan bulan depan menunggu liburan semester adek Nayla.

__ADS_1


Pagi ini seperti biasa, Nayla mengantar sang suami untuk berangkat bekerja.


" Sayang mas berangkat dulu ", kata kenzoe sambil mengecup kening sang istri. .


" Ya mas, yang semangat kerjanya ", kata Nayla seraya mencium tangan suaminya.


Kenzoe yang sudah berpamitan segera masuk ke dalam mobil. Setelah melihat mobil sang suami yang sudah keluar dari gerbang rumah, Nayla kembali masuk ke dalam.


Ia jadi bingung harus ngapain, semua pekerjaan sudah ada yang melakukan. Sedang ingin kembali bekerja di kantor, kenzoe melarangnya. Masa iya istri CEO yang kaya raya kembali bekerja menjadi office girl.


Akhirnya ia memutuskan untuk menuju halaman belakang. Ia mulai membantu mama Imel merawat bunga milik mertuanya itu. Tentu dengan senang hati mama Imel mengijinkannya.


" Sayang, mama boleh tanya ", kata mama Imel sambil menyemprot tanaman anggreknya.


" Boleh, mamah mau tanya apa ? ",


" Em itu, apa nay menunda kehamilan? Kan usia nay masih sangat muda ", tanya mama Imel hati-hati.


" Nggak ma. Nay gak akan nunda kok, nay sudah siap kapanpun Tuhan kasih kepercayaan itu ",


Mendengar jawaban Nayla mama Imel merasa sangat senang.


" Makasih ya sayang, soalnya mama sudah pengen gendong bayi. Dulu mama pengen banget punya anak perempuan, tapi papah mertua mu itu tidak mengizinkan. Katanya ia tidak ingin melihat mama kesakitan. Sungguh alasan yang aneh, orang melahirkan pasti semua merasakan sakit, mana ada yang ngerasain enak ", kesal mama Imel mengingat masa lalu.


" Itu tandanya papah sayang banget sama mamah ", kata Nayla menghibur.


" Kamu benar sayang, dan sekarang mama akan minta itu sama kamu. Buatkan mama cucu yang banyak. Minimal empat lah biar rumah kita rame anak kecil ", kata mama Imel tersenyum senang.


Mendengar ucapan mama mertuanya membuat Nayla kesusahan menelan salivanya.


" Astaga satu aja belum jadi, masa sudah pesen empat aja ", batin Nayla gusar.


**********


Yang sabar ya nay 😁


Ayo ayo emak-emak, bapak-bapak, adek-adek, Kakak-kakak like nya di pencet ya jangan di anggurin 😁


Biar othor makin semangat up datenya


Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2