
Di sebuah kamar mewah bernuansa minimalis modern yang di dominasi warna putih, tampak sepasang suami istri yang masih betah bergelung dalam selimut tebal. Nayla tampak memeluk erat tubuh sang suami seakan enggan untuk melepaskannya.
Namun tidurnya yang nyenyak itu kini harus terusik dengan silau sinar mentari pagi yang mengintip dari balik gorden kamarnya. Nayla mulai mengerjakan kedua matanya untuk mengumpulkan kembali kesadarannya. Mata bulat indah itu mulai mengamati objek yang tengah ia peluk dengan erat. Pemandangan wajah tampan sang suami saat ia membuka mata di pagi hari, sungguh membuat Nayla merasa bahagia. Vitamin yang sangat menyehatkan mata batinnya.
Tangan mungilnya mulai meraba rahang tegas sang suami dengan lembut. Kemudian dengan pelan Nayla mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir tebal sang suami. Dan Nayla melakukan itu berulang kali. Kenzoe yang merasa terusik dengan ulah sang istri mulai membuka mata.
" Sayang, kamu sudah bangun ", kata kenzoe seraya menarik pinggang sang istri agar merapat ke tubuhnya.
" Sudah sedari tadi, bahkan aku sudah mencuri kecupan di bibirmu berulang kali ", jawab Nayla mengulum senyumnya.
" Benarkah ? " tanya Kenzoe yang di angguki Nayla dengan senyum nakalnya.
" Kalau begitu sekarang giliran ku ", kata kenzoe yang langsung menarik tengkuk sang istri, dan membenamkan bibirnya di bibir Nayla dan memanggutnya dengan sedikit kasar. Setelah di rasa cukup, ia melepas tautan bibir mereka.
" Sarapan pagi yang sangat lezat ", kata kenzoe di iringi kekehan pelan.
" Mas mau mandi sekarang atau nanti, sebab ini masih terlalu pagi ",
" Nanti saja sayang, mas masih mengantuk pengen lanjut tidur sebentar lagi ",
" Baiklah ", kata Nayla seraya turun dari ranjang.
" Mau kemana ? ", kata kenzoe seraya menahan tangan sang istri.
" Aku akan mandi dulu, kemudian membantu menyiapkan sarapan. Mas tidurlah lagi, nanti selesai masak aku akan kembali untuk membangunkan mas ",
" Baiklah ", kata kenzoe seraya menarik selimutnya dan mulai memejamkan kembali kedua matanya. Maklum semalam mereka melakukan kegiatan suami istri sampai tengah malam. Itu lah yang membuat Kenzo terlihat kelelahan pagi ini.
Nayla yang melihat sang suami mulai tertidur lagi, segera masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Ia akan mandi setelah selesai membantu mbok Siti memasak.
Setelah selesai mencuci muka, Nayla segera keluar dari kamar. Saat melintasi kamar mertuanya, tampak pintu kamarnya terbuka lebar. Terlihat mama Imel yang tengah sibuk memasukkan baju ke dalam koper.
" Mamah mau kemana kok beres-beres baju ? ", tanya Nayla di ambang pintu.
" Masuklah sayang ", kata mama Imel yang tengah sibuk melipat baju di atas ranjangnya di bantu sang suami. Nayla pun menurut pada sang mertua, ia berjalan masuk dan duduk di tepian ranjang.
" Biar Nayla saja pa yang bantu ",
" Terima kasih nay, kalau begitu papa akan turun duluan ", kata papa Daren yang di angguki istri dan menantunya. Nayla menatap kembali pada mama Imel.
" Mamah mau kemana ? ", ulang Nayla.
" Mamah mau pulang ke Jakarta sayang. Di sana William masih membutuhkan arahan papa. Kamu tahu sendiri kan adik iparnya itu masih beberapa bulan terjun ke dunia bisnis, ia masih perlu bimbingan papamu. Jadi mana sama papa gak bisa lama-lama di sini ", kata mama Imel seraya mengelus bahu sang menantu.
__ADS_1
" Tapi nanti mamah ikut kan liburan ke Bali ? "
" Tentu ikut sayang. Nanti kalau sudah tiba waktunya, mamah akan ke sini lagi. Dan mama harap, kamu sama Kenzoe tetap tinggal di sini, jangan di apartemen. Rumah ini dulu di beli papa untuk rumah singgah saja. Tapi karena sekarang kenzoe sama kamu tinggal di bandung, jadi mama harap kalian mau menempati rumah ini ",
" Kalau nay ikut keputusan mas kenzoe aja mah. Tapi kalau nay boleh jujur, nay lebih suka tinggal di sini, suasana di sini sangat sejuk dan banyak tetangga yang baik. Kalau di apartemen suasananya sepi dan pemandangannya hanya gedung dan tembok ", kata Nayla yang membuat mama Imel tergelak.
" Benar kata kamu nay. Di sini kamu akan lebih betah, ada mbok Siti dan mbak Tami yang akan membantu kamu mengurus rumah ini ",
" Iya mah ", kata Nayla sambil membantu sang mama mertua memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
Setelah selesai merapikan baju-baju Nayla turun ke bawah bersama mama Imel untuk membantu mbok Siti memasak sarapan pagi. Tidak butuh waktu lama sarapan pun siap tersaji di atas meja makan. Nayla yang melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh, segera naik ke atas untuk membangunkan Kenzoe.
Kenzoe tampak sudah bangun saat Nayla membuka pintu kamarnya.
" Aku siapkan air hangatnya sekarang ya mas ? ", tanya Nayla seraya mendekat pada suaminya.
" Iya yang ", jawab Kenzoe yang tampak meregangkan otot-ototnya.
Nayla segera masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat itu. Kemudian keduanya memutuskan untuk mandi bersama. Hanya mandi ya, tidak pake anu-anu wkwkwk.
Setelah rapi kenzoe menggandeng tangan sang istri untuk turun ke bawah.
" Pagi mah pah ", sapa kenzoe pada kedua orang tuanya sambil mendudukkan diri di kursi meja makan.
" Oh ya mah, tadi kata Nayla mama sama papah mau balik ke Jakarta ya ", tanya Kenzoe. Nayla tampak sibuk mengambilkan sarapan untuk suaminya.
" Benar, nanti agak siang mamah berangkatnya ",
" Tapi nanti siang kenzoe ada rapat penting mah ",
" Tidak apa-apa sayang, kamu fokus saja bekerja. Toh mama balik ke Jakarta nya naik mobil di sopiri pak Ujang ", kata mamah Imel lembut. Kenzoe tampak manggut-manggut saja.
Setelah selesai sarapan kenzoe segera berangkat ke kantor. Nayla mengantar sang suami sampai di depan teras.
" Nanti siang mas pengen makan masakan kamu yang ",
" Iya sudah, nanti nay masakin ya. Tapi nganterinnya kalau mamah sama papah sudah berangkat ke Jakarta ya ",
" Iya gak apa-apa. Kalau begitu mas berangkat dulu ", kata Kenzoe seraya mengecup kening sang istri.
.......
Siang harinya nayla bersiap-siap untuk mengantar bekal makan siang untuk suami tercintanya setelah papah Daren dan mamah Imel berangkat ke Jakarta.
__ADS_1
Karena tidak ada sopir yang mengantar, Nayla memutuskan untuk naik taksi saja. Di sepanjang perjalanan bibir Nayla tampak mengukir senyum bahagia. Hari ini dia sudah menyiapkan opor ayam dan tumis buncis dan wortel sebagai sayurannya.
Setelah hampir setengah jam, taksi itu akhirnya tiba di depan perusahaan sang suami. Nayla segera turun dan bergegas masuk ke dalam.
Saat Nayla berjalan menuju lift, ia yang terburu-buru akhirnya terpeleset dan hampir jatuh. Untung ada seseorang yang memeganginya, sehingga tidak terjatuh ke lantai.
" Kak varo ", kata Nayla yang masih sedikit terkejut.
" Hati-hati nay ", kata Varo yang masih dengan posisi memegang pinggang Nayla.
Dari jauh Kenzoe yang baru balik dari bertemu klien di luar tampak menggeram marah melihat tubuh sang istri di sentuh lelaki lain. Ya meski ia tahu, niat lelaki itu hanya membantu istrinya. Ia pun segera berjalan cepat menghampiri keduanya.
SETT
Kenzoe menarik tubuh Nayla ke dalam dekapannya. Nayla sangat terkejut dengan kedatangan sang suami, ia takut kenzoe salah paham.
" Mas ini tidak seperti yang mas lihat ", kata Nayla panik.
" Aku tahu sayang ", kata kenzoe lembut. Kemudian ia kembali menatap Varo dengan tatapan dinginnya. " Terima kasih sudah membantu istriku ",
" Sama-sama pak ", jawab varo canggung.
Kenzoe segera mengajak Nayla masuk ke dalam lift khusus atasan. Sedang Romi yang hendak masuk di cegah kenzoe dengan kibasan tangannya. Akhirnya Romi menaiki lif karyawan dengan perasaan kesal.
Di dalam lift Kenzoe masih menggenggam erat tangan sang istri. Nayla menatap suaminya dengan raut khawatir.
" Mas ",
" Stt diamlah sayang. Setelah ini kamu akan mendapatkan hukuman dariku ", bisik Kenzoe di telinga sang istri.
" Tapi nay kan ... ",
" Diamlah, atau ku tambah hukumanmu menjadi dua kali lipat ", kata kenzoe menyeringai mesum.
Nayla tampak melengos mendengar ucapan suaminya.
" Bilang aja lagi pengen, pakai alesan hukuman segala ", batin nayla cemberut kesal.
*********
Jangan lupa like vote dan hadiahnya.
Terima kasih 😘😘
__ADS_1