Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 53


__ADS_3

Hari demi hari berjalan begitu cepat. Tak terasa kini kandungan Nayla sudah menginjak usia lima bulan. Perutnya juga sudah terlihat mulai membesar. Berat badan Nayla juga sudah bertambah sebanyak lima kilogram. Kini pipinya terlihat semakin chubby dan badannya tambah berisi.


Saat ini Nayla tengah menikmati suasana sore di taman belakang bersama sang suami. Ia juga tengah menyiapkan rujak buah buatan mbok Siti sebagai cemilan.


" Sayang, makan rujaknya jangan banyak-banyak nanti perut kamu sakit ", kata Kenzoe seraya meringis membayangkan rasa asam di lidahnya.


" Nggak banyak kok mas, ini kan cuma sepiring doang. Biasanya sampek dua piring ", jawab Nayla sambil nyengir kuda.


" Kamu ya kalau di bilangin selalu saja bandel ", kata Kenzoe seraya mencubit gemas kedua pipi chubby istrinya.


" Oh ya ampun mas, ini sudah jam berapa? bukankah hari ini kita mau cek kandungan ? Tanya Nayla yang terlihat panik.


" Baru juga Jam lima yang, nanti agak malam juga gak apa-apa. Jenny prakteknya sampai malem kok ", kata Kenzoe enteng.


" Oiya ya, suami aku kan sultan, gak perlu ngantri langsung dapat barisan paling depan ", kata Nayla tersenyum senang sambil bergelayut manja di lengan sang suami.


" Emang siapa suaminya ? ", tanya Kenzoe menggoda sang istri.


" Mau tahu ? Atau mau tahu banget ? Goda balik Nayla.


" Mau tahu banget nget nget nget ", jawab Kenzoe yang membuat sang istri tergelak.


" Suami aku itu seorang CEO yang super duper ganteng dan kaya raya. Namanya.... Raden mas Kenzoe Pratama putra yang hobinya ngambek kalau gak di kasih jatah malam ", jawab Nayla yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


" Wah, mulai nakal ya kamu yang, suka ledekin suami sendiri. Sini kamu harus mas kasih hukuman ", kata Kenzoe seraya menggelitik pinggang sang istri yang membuatnya berteriak kegelian.


" Haha ampun mas, ampun, udah mas geli ", kata Nayla seraya memegangi tangan suaminya yang terus mencoba menggelitiknya.


Keduanya terlihat begitu bahagia menikmati momen kebersamaan di sore yang indah itu. Mbok Siti dan mbak Tami yang kala itu tengah mengupas bumbu di teras belakang dapur tampak ikut tersenyum bahagia melihat kedua majikannya.


" Pak Kenzoe banyak berubah ya mbok sejak kenal non Nayla. Dulu jarang sekali tertawa bahagia seperti itu. Bahkan senyum saja jarang sekali. Sampai-sampai saya dulu takut loh mbok, kalau di suruh nyonya nganterin kopi buat pak Kenzoe ", kata mbak Tami yang terus sibuk mengupas bawang.


" Kamu benar nduk, non Nayla memang gadis yang periang. Mungkin den Kenzoe sudah tertular sifat non Nayla, jadi murah senyum dan juga sering tertawa ", kata mbok Siti yang sudah lama ikut nyonya Imel. Mereka berdua memang sengaja mama Imel pindah tugaskan ke Bandung untuk membantu Nayla menantu kesayangannya. Ia tidak mau jika menantunya itu kecapekan mengurus rumah dan putranya.


" Iya mbok, semoga mereka menjadi keluarga Samawa dan diberi keturunan yang Shaleh dan shalihah ",


" Aamiin ", jawab mbok Siti mengaminkan.


.....

__ADS_1


Malam harinya pukul tujuh malam Nayla dan Kenzoe sudah tiba di rumah sakit tempat praktek dokter Jenny. Kenzoe segera menggandeng tangan sang istri menelusuri lobby rumah rumah sakit. Seperti biasa selalu ada suster yang meyambut kedatangan mereka.


" Silahkan masuk pak Kenzoe, dokter Jenny sudah menunggu ",


" Terima kasih ",


Keduanya pun segera masuk ke dalam ruangan itu. Terlihat dokter Jenny yang tengah duduk manis di kursi kerjanya sambil melempar senyum ramah pada mereka.


" Selamat malam nyonya Nayla, selamat malam Zoe ",


" Selamat malam dok ", jawab keduanya bersamaan.


" Kalau begitu langsung saja kita lakukan USG ya, bukankah kalian penasaran ingin melihat jenis kelamin anak kalian ", tanya dokter Jenny seraya mengulum senyumnya.


" Benar Jen, aku tidak sabar ingin mengetahuinya ", jawab Kenzoe berbinar.


" Baiklah, kalau begitu silahkan nyonya Nayla berbaring dulu ",


Nayla pun menuruti ucapan dokter jenny. Di bantu sang suami Nayla mulai naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana. Sang suster dengan cekatan mulai menyibak baju Nayla dan mulai mengoleskan gel khusus di atas permukaan kulit perut bawahnya.


Setelah selesai di oles gel, dokter jenny segera menempelkan alatnya ke permukaan kulit perut Nayla, dan gambar calon sang buah hati kini terpampang nyata pada layar monitor di samping Nayla.


" lihatlah, calon bayi kalian sudah berkembang dengan sempurna. Bahkan gerakannya juga mulai aktif. Coba kita lihat ya apa jenis kelaminnya ", kata dokter Jenny seraya menggerak-gerakkan alatnya itu.


" Wah, sepertinya anak pertama kalian adalah laki-laki. Lihat ini burungnya mengintip dengan malu-malu ", kata dokter Jenny seraya tergelak.


Kenzoe terlihat sangat senang mendengar anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki. Sebenarnya laki-laki atau perempuan tidak masalah bagi Kenzoe. Yang terpenting bayi dan ibunya sehat dan selamat sampai lahiran nanti.


Setelah selesai pemeriksaan keduanya pun segera duduk di depan dokter jenny yang tengah menulis resep untuk Nayla.


" Apakah ada keluhan nyonya Nayla ? ",


" Em, tidak ada dok. Cuman mudah lelah saja kalau di bawa jalan terlalu lama ", jawab Nayla .


" Kalau itu masih wajar nyonya Nayla, kalau begitu vitamin nya akan saya tambahkan. Ini pak Kenzoe resepnya ",


" Terima kasih Jen ",


" Sama-sama ",

__ADS_1


Kenzoe dan Nayla pun segera menebus resep yang di berikan dokter Jenny. Kemudian setelah mendapatkan vitaminnya, keduanya memutuskan untuk segera pulang.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di tempat lain, Romi dan Sinta yang dua minggu lalu sudah melakukan prosesi lamaran, kini tengah di sibukkan untuk menyiapkan acara pernikahan mereka yang akan di laksanakan satu bulan lagi.


Kini keduanya tengah berada di dalam toko perhiasan yang berada di dalam Mall.


" Yang ini kayaknya bagus deh mas ", kata Sinta seraya menunjuk cincin pilihannya.


" Bagus, kalau kamu suka kita pesan yang model kayak gini aja ",


"Ya sudah yang ini aja mas ",


" Kamu gak ingin beli yang lain Sin, seperti kalung, atau gelang ? ", kata Romi yang membuat Sinta langsung berbinar.


" Bener nih boleh ? Nanti aku pilih yang mahal loh ", kata Sinta seraya mengulum senyumnya.


" Tidak apa, asal jangan satu toko kamu borong semua ", jawab Romi yang membuat Sinta tergelak.


" Ya gak lah mas, emang Sinta mau buka toko mas apa ",


Keduanya pun tergelak bersama. Sinta kembali fokus melihat-lihat model kalung yang terpajang rapi di depannya. Ia tampak bingung melihat begitu banyak pilihan yang menurutnya semuanya bagus itu.


" Mas pilihin dong, aku bingung mau pilih yang mana ",


" Beneran mau mas pilihin ? Nanti gak cocok lagi sama selera kamu ",


" Ya nanti Sinta lihat dulu pilihan mas. Ayo cepetan bantu pilihin ",


" Iya sayang ", kata Romi seraya menunduk mencoba memilih kalung yang menurutnya bagus. Saat keduanya sibuk memilih, tiba-tiba ada suara seseorang memanggil dari belakang.


" Mas Romi ",


**********


Hayo siapa ?


Jangan lupa like nya

__ADS_1


Biar othor semangat up date tiap hari ☺️


Terima kasih 😘😘


__ADS_2