
Hari ini Nayla sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Di rumah, kedatangannya di sambut hangat oleh semua anggota keluarganya. Bahkan ada Sinta dan Romi yang turut hadir untuk menyambut kepulangannya.
Semua orang tampak begitu bahagia dengan kehadiran bayi cantik yang terlihat anteng di gendongan sang mama. Bayi perempuan itu telah di beri nama oleh papahnya. Namanya Khanza Aurelly Pratama. Bayi mungil yang kehadirannya membuat sang kakak alexio menjadi sangat posesif. Bahkan ketika Sinta ingin menggendongnya, alexio langsung menatapnya tajam.
Setelah acara penyambutan itu selesai, Nayla segera menggendong baby Khanza masuk ke dalam kamar. Alexio yang tak ingin jauh-jauh dari sang adik segera mengikuti mamanya.
" Sayang, ini sudah sore, kamu harus segera mandi ", kata Nayla yang melihat putra pertamanya itu malah naik ke ranjang sambil menoel jari mungil adiknya.
" Tapi Alex masih ingin bersama dedek bayi mah. Alex takut nanti kalau dedek bayinya Alex tinggal mandi, bakalan di ambil sama Tante sinta ",
Nayla yang mendengar jawaban polos putranya hanya bisa mengulum senyumnya.
" Alex tenang saja, Tante Sinta sudah pulang kok. Nanti setelah mandi, Alex boleh kesini lagi ", bujuk Nayla.
" Ok deh mah, kalau begitu Alex mandi dulu ", kata Alex seraya baranjak turun dari ranjang.
Setelah putranya itu keluar dari kamar, kini giliran sang suami yang datang.
" Sayang, suster yang akan memandikan putri kita sudah datang ", kata kenzoe seraya memeluk sang istri dari belakang.
" Kalau begitu suruh saja susternya untuk langsung ke kamar bayi mas ",
" Baiklah, tapi mas minta upah dulu ", jawab Kenzoe seraya memonyongkan bibirnya.
Nayla yang mengerti akan keinginan sang suami, segera mengecup bibir tebal itu singkat. Namun sayang, saat Nayla hendak melepas tautan bibirnya, kenzoe langsung menahan tengkuknya. Kenzoe langsung menyesap bibirnya dengan sangat rakus. Setelah di rasa cukup, kenzoe segera melepas ciumannya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
" Puas ", kata Nayla menatap kesal suaminya.
" Puas banget sayang ", kata kenzoe seraya berlalu pergi untuk memanggil sang suster.
__ADS_1
Setelah suster itu naik ke lantai atas,Nayla segera mengajak baby Khanza menuju kamar bayi. Di sana sudah tersedia air hangat untuk memandikan putri cantiknya itu. Nayla tampak serius memperhatikan cara suster itu memandikan putrinya. Meski dulu ia sudah pernah memandikan Alex saat bayi, namun entah kenapa rasa gugup itu tetap saja datang. Mungkin karena ia sudah lama tidak melakukan hal itu.
Setelah suster selesai mendadani sang putri kecilnya, datanglah sang kakak yang juga sudah terlihat rapi dan wangi.
" Mamah, Alex sudah mandi ", teriak Alex dari ambang pintu.
" Benarkah ? Coba sini mamah cium, apakah sudah wangi atau belum ", kata Nayla seraya merentangkan kedua tangannya. Namun sayangnya sang putra justru langsung mundur selangkah.
" No mamah. Alex gak mau di cium-cium, Alex kan udah besar ", jawab Alex seraya menutupi kedua pipinya.
" Astaga sayang, tapi mamah pengen nyium kamu. Ayolah, kalau Alex gak mau mama cium, mamah bakalan telepon Tante Sinta saja, biar dedek khanza nya di bawa pulang ke rumah ", ancam Nayla pura-pura menelepon. Alex yang mendengar ancaman itu, langsung mengambil handphone sang mama.
" No mama, ok Alex mau mama cium ", jawabnya dengan sedikit terpaksa.
Nayla yang mendengar jawaban putranya, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia segera mencium semua wajah putranya sampai berkali-kali.
cup cup cup cup
" Stop mamah stop ",kesal Alex sambil mendorong wajah sang mama.
" Iya iya sudah, anak mama memang wangi ", kata Nayla seraya tersenyum penuh kemenangan.
Alex tampak sibuk membersihkan pipinya yang di ciumi mamanya. Tampak raut wajah kesal dan juga bibir cemberut yang membuat anak laki-laki itu terlihat lucu. Nayla yang melihat putranya cemberut, segera mengalihkan perhatiannya.
" Sayang, lihatlah dedek khanza nya sudah wangi dan cantik ", kata Nayla yang berhasil membuat Alex berhenti mengusap pipinya. Anak laki-laki itu segera menghampiri sang adik yang sedang di gendong oleh suster.
" Wah, adik kakak memang cantik. Mamah, apa Alex boleh menggendongnya ? ",
Mendengar pertanyaan putranya membuat Nayla langsung menatap pada Kenzoe untuk meminta pendapat. Kenzoe yang mengerti segera menghampiri putranya.
__ADS_1
" Sayang, adek Khanza masih sangat kecil. Jadi belum bisa di gendong sembarangan, nanti kalau sudah bisa berjalan, baru boleh Alex gendong. Sabar ya ",
Alex yang mendengar ucapan papanya langsung tertunduk kecewa. Padahal ia sangat berharap di perbolehkan menggendong adiknya itu. Nayla yang melihat wajah murung putranya jadi tidak tega.
" Bagaimana kalau belajar memangku saja ? Nanti kak Alex duduk selonjoran, kemudian adek Khanza nya di pangku. gimana ? ", tawar Nayla. Wajah murung Alex langsung berubah berbinar saat mendengarnya.
" Mau, Alex mau mah ",
" Ya sudah sekarang kita ke kamar mamah ya ",
" Iya mah ",
Akhirnya dengan di bantu sang mama, Alex dengan hati-hati memangku adik perempuannya itu. Tampak raut bahagia yang terpancar jelas di wajahnya.
Dari luar datanglah sang nenek yang ingin menggendong cucunya.
" Nay, mana cucu mama yang cantik. Oma ingin menggendongnya ", kata mama Imel seraya mendekat ke ranjang. Melihat Omanya ingin mengambil sang adik, Alex langsung bereaksi.
" No Oma, dedek khanza lagi pengen di gendong Alex ", kata sang cucu yang langsung membuat mama Imel berhenti seketika.
" Astaga, galak sekali cucu Oma ini ", heran mama Imel. " Zoe, sepertinya kalian harus bikin satu lagi, mamah gak pengen rebutan sama Alex ", protes sang mama.
Kenzoe yang sedari tadi diam, langsung terperanjat dari lamunannya.
" No mamah, Kenzoe gak mau. Ini aja kenzoe harus puasa empat puluh hari, masak suruh bikin lagi ", kesal kenzoe pada mamahnya.
Nayla yang mendengar perdebatan mereka hanya bisa mengulum senyumnya.
**********
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan hadiahnya 😁
Terima kasih 😘