Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 7


__ADS_3

Di dalam ruangan OB Nayla nampak duduk sambil memegangi jarinya yang tadi menyentuh dagu om galaknya.


" Ya ampun halus banget ya kulit om galak, kayak pantat bayi ", gumam Nayla sambil senyum-senyum sendiri.


Sinta yang baru masuk ke ruangan OB di buat geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.


" Wes, kumat nih bocah ",


Tiba-tiba ide jahil melintas di otaknya. Di ambilnya sebuah tisu dan melemparkan ke arah Nayla.


" Nay, ada duwit jatuh ",


" Mana-mana ", Nayla reflek celingukan mencari sesuatu. Saat sadar ia tengah di kerjain sahabatnya ia segera membalas kelakuan Sinta.


PLETAK


" Aduh sakit nay ", pekik Sinta karena di sentil dahinya.


" Rasain, siapa suruh ganggu orang berkhayal ", kesal Nayla.


" Idih, berkhayal kok bangga. Tuh di suruh Bu Dania buat bersihin gudang yang ada di lantai empat ", kata Sinta sambil mendudukkan bokongnya di dekat Nayla.


" Apa ? ini aja gue baru istirahat sin ", gerutu Nayla kesal.


" Sama, gue juga masih capek. Nafas gue aja belum genap masak sudah di suruh kerja lagi ",


" Ya sudah kalau begitu kita istirahat dulu di sini sepuluh menit lagi ",


" Lah nanti kalau Bu Dania ngomel gimana ? ", tanya Sinta heran.


" Ya di dengerin lah. Masa mau loe jawab, auto di pecat kita ", jawab Nayla enteng lalu meneguk air dalam botolnya. Sinta dibuat geleng-geleng kepala oleh jawaban nyeleneh sahabatnya.


*


*


Setelah cukup istirahat Nayla dan Sinta buru-buru naik ke lantai empat. Mereka segera membersihkan gudang tersebut sebelum Bu Dania marah-marah. Hampir dua jam lamanya akhirnya pekerjaan mereka selesai juga. Nayla dan Sinta nampak duduk selonjoran di atas lantai dengan nafas ngos-ngosan.


" Gila gue capek banget sin ",


" Sama nay, rasanya gue mau pingsan. Mana pengap lagi nih ruangan ", gerutu Sinta sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


Saat keduanya tengah meresapi rasa lelahnya, tiba-tiba seekor tikus kecil berlari menghampiri keduanya. Nayla yang melihat tikus itu lari ke arahnya segera berdiri sambil berteriak.


" Aaaaaa tikussss ", tampak Nayla yang takut dengan tikus kocar-kacir menghindari kejaran tikus nakal itu. Sinta yang dasarnya tidak takut dengan tikus, malah tertawa terpingkal-pingkal melihat kesialan temannya.


" Sinta tolongin gue ", pekik Nayla yang terus saja berlarian. Sinta yang mendengar itu bukannya menolong malah sengaja menggiring tikus itu ke arah Nayla.


" Aaaa dasar teman lucknut ", Nayla semakin kencang berlari di ruangan yang tidak terlalu besar itu. Mulutnya sibuk mengumpati sahabatnya dengan nama-nama binatang.


Saat dalam keadaan terdesak ia baru sadar segera berlari ke arah pintu dan dengan cepat keluar dari sana. Namun,


BRAAKK


GUBRAK

__ADS_1


Tubuh Nayla menabrak sesuatu cukup keras hingga terjatuh.


" Aduh ", pekik Nayla.


Namun saat Nayla membuka matanya, ia langsung melotot ketika menyadari bahwa yang dia tabrak tadi adalah om galak. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah posisinya saat ini yang tengah berada di atas tubuh atasannya.


Nayla jadi diam mematung dan terus menatap wajah tampan kenzoe yang cukup dekat. Tanpa sadar bibir Nayla memuji lelaki di depannya.


" Om, kalau dari Deket gini, om ganteng banget deh ",


Deg


Kenzoe yang mendengar pujian dari bocah ingusan itu menjadi salah tingkah. Buru-buru ia mendorong tubuh Nayla hingga jatuh ke sampingnya.


" Aduh ", pekik Nayla ke dua kalinya.


" om kasar banget sih sama cewek " kesal Nayla memonyongkan bibirnya.


" Berisik ", kesal kenzoe sambil segera berdiri.


Kenzoe yang tadinya ingin mengunjungi ruang manager pemasaran di lantai empat itu, urung ia lakukan. Badannya terasa sakit semua setelah tertimpa tubuh berat Nayla.


" Romi kita kembali ke ruangan saya ",


" Baik bos ", jawab Romi heran namun tetap mengikuti langkah bosnya.


Sinta yang sedari tadi diam di balik tembok, segera menghampiri sahabatnya setelah kenzoe sudah masuk ke dalam lift.


" Lo nggak apa-apa nay ", tanya Sinta sambil membantu Nayla berdiri.


" Astaga ", kata Sinta sambil menepok jidatnya sendiri.


Sinta pikir Nayla akan marah kerana kejahilannya tadi. Ternyata sahabatnya itu malah tengah bahagia sekali. Sia-sia sudah rasa cemasnya tadi.


🌸🌸🌸🌸🌸


Sedangkan di dalam ruangan Kenzoe, Romi tampak mengulum senyum mengingat kejadian barusan. kenzoe yang merupakan bos sekaligus sahabatnya itu nampak kesal sekali dengan gadis ingusan tadi.


" Kayaknya loe punya penggemar baru Zoe ", ledek Romi sambil menahan senyumnya.


" Diam Rom, mau gue potong lima puluh persen gaji loe bulan depan ",


" Jangan lah Zoe, kejam amat sih loe "


" Kalau begitu diamlah ", kesal kenzoe.


" Tapi gue heran deh sama loe Zoe, biasanya kalau ada karyawan kayak gitu Loe pasti main pecat. Lah tadi loe malah pergi gitu aja. Ngomel juga nggak, kenapa ? ", tanya Romi heran.


" Cukup Romi, gue gak mau bahas tuh bocah. Bikin emosi gue mau meledak ", jawab kenzoe yang sebenarnya juga tidak mengerti akan sikapnya tadi. Entah kenapa setiap Kenzoe menatap mata bulat gadis ingusan itu, amarah dalam dirinya menguap begitu saja.


" Tapi tuh bocah lumayan cantik Zoe, gemesin banget pengen gue gigit ", kata Romi sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Bibirnya mengulas senyum membayangkan sesuatu yang menyenangkan. Apa itu, hanya Romi lah yang tahu.


Kenzoe yang mendengar ucapan asistennya mendengus tidak suka.


" Sebaiknya Loe kembali ke ruangan loe sekarang, sebelum asbak ini melayang mengenai kepalamu ", ancam Kenzoe sambil menatap tajam ke arah sahabatnya.

__ADS_1


" Ampun bos ", Romi pun segera berlari keluar meninggalkan ruangan bosnya yang tengah marah.


.


.


Di kantin perusahaan.


" Nayla Sinta ", teriak Bu Dania melihat kedua anak buahnya yang tengah asyik memakan bekalnya.


" Kedua gadis itu segera menoleh ke arah sumber suara. Nampak Bu Dania yang tengah berdiri sambil berkacak pinggang.


" Ada apa ya Bu ? ",


" Kalian ini dari mana saja ? Dari tadi saya cari tidak ada ", geram Bu Dania.


" Kita dari gudang di lantai empat Bu. Bukannya tadi bu dania sendiri yang menyuruh saya untuk mengajak Nayla membersihkan gudang itu ", jelas Sinta.


" oh jadi kalian sudah membersihkan gudang itu. Baguslah kalau begitu, ya sudah kalian lanjut saja makannya ", kata Bu Dania sambil berlalu pergi.


" Lah cuma gitu doang. Kirain mau ucapin makasih ", kesal Sinta sambil menggigit sedotannya dengan gemas.


" Mana ada terima kasih.Yang ada besuk-besuk kerjaan kita makin nambah ",


" Ish ish sungguh kejam sekali ", kata Nayla yang di tanggapi kekehan Oleh Nayla.


🌸🌸🌸🌸🌸


Malam harinya di apartemen mewahnya, Kenzie nampak menikmati sebatang rokok sambil duduk di balkon menikmati pemandangan lampu kota.


Hatinya saat ini teramat sangat marah pada Tania. Pasalnya, ketika pulang dari kantor tadi, kenzoe tidak mendapati sang kekasih di dalam apartemennya. Perempuan seksi itu rupanya sudah kembali ke Jakarta. Tania hanya meninggalkan pesan pada selembar kertas di atas nakas.


Ia menjelaskan bahwa dirinya harus segera kembali ke Jakarta karena jadwal syutingnya akan dimajukan.


" Apa karir dan popularitas mu itu jauh lebih berharga dari diriku Tania. Bahkan sekedar untuk menemaniku satu malam lagi saja kamu tidak bisa. Aku lelah Tania ", geram Kenzoe sambil menekan batang rokok itu ke asbak hingga tak berbentuk.


Saat ia memejamkan mata untuk meredam amarahnya, tiba-tiba wajah cantik gadis ingusan tadi siang melintas di pikirannya.


" Astaga, ada apa denganku. Kenapa malah memikirkan gadis bodoh itu ", kesal kenzoe yang kemudian memilih kembali ke dalam kamar.


*********


Jangan lupa


Like


Komen


Hadiah


dan


Subscribe ya


Terima kasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2