
" Om galak ", gumam Nayla terkejut.
Dari tempat Nayla berdiri tampak penampilan kenzoe yang terlihat berantakan.
" Apa om galak semalam nginap di sini ya ? ", batin Nayla bertanya-tanya.
Karena tidak ingin mengganggu tidur om galaknya Nayla berniat untuk menutup pintu itu kembali. Namun saat tangannya baru saja menarik knop pintu, terdengar suara kenzoe yang memanggil namanya.
" Nay ",
Nayla yang hendak pergi, terpaksa membuka pintu itu kembali karena rasa penasarannya. Di lihatnya om galaknya yang terlihat masih memejamkan mata. Namun kenapa tadi ia memanggil namanya ? Apakah om galak sedang mengigau ? Nayla yang penasaran mencoba untuk masuk ke ruangan Kenzoe lagi.
Dengan pelan Nayla melangkah mendekati sofa. Setelah cukup dekat dengan Kenzoe, Nayla berjongkok tepat di depan om galaknya sambil mengamati wajah tampan yang sangat ia rindukan.
" Nay, tolong jangan jauhi saya ", gumam kenzoe lagi. Nayla yang mendengar ucapan kenzoe barusan membuat hatinya terenyuh. Apakah om galak juga merasa tersiksa ketika berada jauh darinya ?
" Nay, kumohon jangan jauhi saya ",
Nayla yang tidak tega mendengar ucapan kenzoe, segera meraih tangan lelaki itu dan menggenggamnya erat.
" Nay di sini om, Nayla gak akan kemana-mana ", kata Nayla pelan dengan mata yang berkaca-kaca.
" Loh om, tangan om kok anget ", kata Nayla mulai panik. Dengan ragu-ragu Nayla mencoba meraba kening kenzoe, dan ternyata Kenzoe memang sedang demam.
Buru-buru Nayla keluar dari ruangan Kenzoe dan bergegas menuju pantry. Di dalam pantry Nayla mengambil air hangat dari dispenser menggunakan ember kecil. Setelahnya ia membawa ember itu ke dalam ruangan Kenzoe.
Nayla segera mencelupkan sapu tangannya sendiri ke dalam air hangat itu lalu memerasnya sebentar. Setelah sedikit kering, sapu tangan itu Nayla gunakan untuk mengompres kening kenzoe. Nayla yang kawatir terus saja melakukan itu hingga berulang kali.
" Nay ", panggil kenzoe yang mulai tersadar. Lamat-lamat ia mulai membuka lebar matanya untuk melihat wajah cantik Nayla yang tengah duduk di sampingnya.
" Apa ", jawab Nayla kesal
" Jangan galak-galak dong nay, saya jadi takut ", kata Kenzoe seraya tersenyum.
" Kenapa sih om tidur di sini ? Lihat gara-gara om tidur di sini badan om sekarang demam. Om itu kan udah dewasa, harusnya bisa jaga diri, bukannya ceroboh kayak gini. Bikin orang khawatir saja ", omel Nayla yang di Landa kekhawatiran. Bukannya marah, Kenzoe malah senang mendengar Omelan Nayla barusan. Sungguh gadis yang lucu batin Kenzoe mendengar Omelan Nayla.
" Maaf ", kata kenzoe seraya mengulas senyum manisnya.
" Makasih sudah mengkhawatirkan saya ", kata kenzoe lagi yang membuat Nayla salah tingkah.
" Siapa yang mengkhawatirkan om, pede banget ", ucapan Nayla berusaha mengelak. Mendengar itu membuat Kenzoe tergelak.
Tring tring
Terdengar panggilan telepon dari handphone kenzoe yang tergeletak di atas meja. Kenzoe berusaha untuk meraih handphone itu namun tidak sampai. Nayla yang melihat om galaknya kesusahan segera membantu mengambilkannya.
" Makasih ya om ", kata Nayla sambil menyerahkan handphone itu.
__ADS_1
" Saya yang harusnya bilang makasih Nayla ", kata kenzoe sambil geleng-geleng kepala menanggapi sikap absurd gadis di depannya.
Kenzoe melihat nama Romi sang asisten yang tengah menghubunginya. Kenzoe segera menggeser tombol hijau itu untuk menjawab panggilan telepon tersebut.
" Hallo ",
" Woe Zoe, loe di mana sih, dari tadi gue telepon gak loe angkat-angkat. Gue sekarang ada di basement apartemen loe ", kesal Romi dari seberang telepon.
" Gue sudah di kantor Rom ",
" Apa ? Gila Loe ya, kenapa gak hubungi gue kalau loe berangkat duluan ", tanya Romi yang semakin kesal
" Gue semalam tidur di sini ",
" What ? Ngapain loe tidur di situ ? "
" Loe cerewet banget sih Rom. Sebaiknya Loe sekarang segera kesini, dan jangan lupa beliin gue obat penurun demam dan juga bubur ayam. Dan jangan tanya lagi, kalau loe gak segera datang, gaji loe bulan depan gue potong setengah ", ancam Kenzoe.
" Dasar bos gila ", jawab Romi nyolot sambil mematikan handphonenya.
Setelah panggilan telepon itu mati, Kenzoe meletakkan handphone itu di sampingnya. Di raihnya tangan Nayla dan menggenggamnya erat.
" Nay, makasih ", kata kenzoe menatap lekat gadis cantik itu.
" Sama-sama om ", Jawab Nayla seraya menunduk karena malu di tatap oleh om galaknya.
" Ya ",
" Kalau nay boleh tahu, kenapa semalam om tidur di sini ? Kan om punya apartemen mewah ? ",
Kenzoe tampak bingung harus menjawab apa. Namun ia harus memberitahu Nayla semuanya sekarang, mungkin dengan begitu Nayla tidak akan lagi menjauhinya.
" Saya baru saja memutuskan hubungan dengan kekasih saya. Dan semalam kekasih saya itu tidak terima dengan keputusan yang saya ambil. Ia marah-marah dan tidak mau pergi dari apartemen saya. Maka dari itu saya lebih memilih keluar dan tidur di sini ",
Nayla yang mendengar pengakuan dari Kenzoe sangat terkejut.
" Kenapa om putus ? ",tanya Nayla yang merasa sangat penasaran.
Kenzoe yang mendengar pertanyaan Nayla tampak terdiam sebentar. Kemudian Kenzoe terlihat menghela napas panjang sebelum mulai menjawabnya.
" Bagaimana saya bisa menjalani hubungan jika kekasih saya itu lebih mementingkan karirnya. Usia saya sudah kepala tiga nay, saja juga ingin segera berumah tangga. Akan tetapi kekasih saya itu selalu menunda-nunda niat baik saya untuk melamarnya. Saya merasa tidak lebih penting dari karirnya sebagai seorang aktris ", jawab Kenzoe yang membuat Nayla terdiam. Ternyata kisah cinta om galaknya itu cukup menyedihkan.
" Apa kamu tahu nay, sudah dua tahun lebih saya tidak pernah merasakan perhatian darinya. Bahkan waktu bersama kami dalam sebulan dapat di hitung dengan jari. Saya merasa sangat kesepian, memiliki kekasih namun tetap sendirian ", kata Kenzoe yang mulai terlihat sendu.
" Yang sabar ya om, mungkin kalian belum berjodoh ", kata Nayla mencoba menghibur
" Lalu jodoh saya siapa ", tanya Kenzoe menggoda Nayla.
__ADS_1
" Mana nay tahu om ",
" Bagaimana kalau jodoh saya kamu saja ", tanya Kenzoe yang membuat Nayla melongo.
Setelah itu buru-buru Nayla memalingkan muka karena malu. Pipinya yang chubby tampak mengeluarkan rona merah yang sangat menggemaskan. Ingin sekali kenzoe mengecupi pipi merah itu berulang kali.
Saat kenzoe sibuk menatap Nayla yang tengah malu-malu kucing, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lebar.
Brakk
" Bos " Panggil Romi sambil berjalan cepat ke arah Kenzoe.
" Loe sakit apa bos ? ", tanya Romi khawatir.
" Cuma demam Romi. Mana obat sama bubur ayam gue ? Romi pun segera menyerahkan bubur dan obat itu ke tangan Kenzoe.
" Oh ya nay, tadi di bawah Bu Dania nyariin kamu ", kata Romi yang membuat Nayla sadar seketika.
" Astaga, mampus gue ", Nayla jadi teringat dengan pekerjaannya yang belum selesai.
" Om, pak Romi nay pamit keluar dulu ya ",
" Baiklah, sekali lagi terima kasih ", kata kenzoe yang di angguki Nayla cepat. Kemudian dengan langkah tergesa-gesa Nayla segera keluar dari ruangan Kenzoe.
Romi yang sudah melihat Nayla keluar, segera mendekat ke arah Kenzoe.
" Loe udah baikan sama Nayla ? ", kenzoe pun mengangguk sambil melahap bubur ayamnya.
" Kok bisa ? ",
" Berkat demam gue, dia yang merawat gue tadi ", jawab Kenzoe tersenyum senang.
" La trus ngapain loe semalam tidur di sini ? ",
" Semalam gue baru putusin Tania, Tania gak mau pulang, ya terpaksa gue tidur di sini ",
" What, Lo putus sama Tania ? ",
Jawaban Kenzoe membuat mulut Romi menganga.
**********
Jangan lupa gerakin jarinya buat pencet
like vote subscribe dan hadiahnya.
Apresiasi dari kalian membuat author semakin semangat untuk berkarya.
__ADS_1
Terima kasih 😘