Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 27


__ADS_3

Pagi ini Nayla berangkat bekerja dengan wajah berseri-seri. Sedari tadi bibir mungilnya selalu mengulas senyum bodoh yang membuat orang melihat heran ke arahnya. Sinta yang semalam mendapat curhatan bahagia dari sahabatnya itu, sudah tidak heran lagi jika pagi ini melihat sahabatnya itu terus saja memamerkan senyumannya.


" Cie cie yang sudah punya pacar orang kaya, sekarang sudah bisa panggil sayang-sayangan ", goda sinta sambil menyenggol lengan sahabatnya itu ketika mereka tengah berjalan di lobby kantor.


" Sstt, jangan keras-keras Sinta. Nanti kedengaran orang lain, bisa runyam urusannya ", kesal Nayla sambil membekap mulut sahabatnya. Sinta yang kehabisan napas segera melepas bekapan tangan Nayla.


" Gila Lo nay, gak usah kenceng-kenceng juga kali, loe mau bunuh gue apa " sewot Sinta seraya menghirup udara sebanyak-banyaknya.


" hehehe maaf-maaf, habisnya gue gemes sama bibir lemes loe ",


" Alah bilang aja loe ngiri sama bibir seksi gue ",


" Idih pede banget loe ", cebik Nayla seraya menoyor kepala sahabatnya itu.


Mereka berdua terus saja bercanda sepanjang menuju lantai dua. Saat keduanya tiba di ruang OB, tampak Bu Dania sudah berdiri di sana sambil berkacak pinggang menatap tajam ke arah keduanya. Nayla dan Sinta yang melihat Bu Dania sepagi ini sudah berada di ruangan OB langsung punya firasat buruk.


" Nayla Sinta ", panggil Bu Dania dengan suara mengerikan.


" A ada apa ya Bu ? " tanya Nayla sedikit takut.


" Kemarin saya suruh kalian untuk mengerjakan apa ? ",


Untuk sesaat Nayla dan Sinta terlihat saling pandang, kemudian keduanya tampak menunduk takut karena merasa melakukan kesalahan.


" Ayo jawab, jangan diam saja ",


" Em bersihin lantai empat Bu ", jawab Sinta yang terlihat sedikit melirik ke arah kepala ob itu.


" Lalu kenapa tidak kalian kerjakan ? ", tanya bu Dania lagi dengan sedikit emosi. Kedua bocah di depannya ini memang sering membuat dirinya naik darah. Namun meski begitu, Bu Dania tidak tega jika harus memecat mereka.


" Kami kemarin capek banget Bu, kemarin kan kerjakan kami bertambah gara-gara Melly pulang duluan kerana sakit perut ", jawab Sinta dengan wajah di buat memelas.


" Benar Bu. Janji deh hari ini kami bakalan bersihin toilet lantai empat sampai bersih ", kata Nayla ikut membujuk.


" Ya sudah, kali ini saya maafkan. Tapi jika lain kali kalian seperti ini lagi, saya tidak akan segan-segan kasih kalian surat peringatan. ingat itu anak-anak nakal ", ancam Bu Dania seraya melenggang pergi menuju ruangannya. Melihat kepala OB itu sudah masuk ke dalam ruangannya, membuat keduanya bisa bernapas lega.


" Kalian sih bandel banget ", kata kak Lina seraya menggelengkan kepala.


" Lain kali kalau kalian butuh bantuan, bilang sama mbak, biar kami bantu ", kata mbak indah yang merupakan senior Nayla yang terkenal baiknya.


" Hehe iya mbak indah, makasih ", jawab Nayla cengengesan.


Nayla dan Sinta yang pagi-pagi sudah mendapat Omelan, segera mengerjakan tugas masing-masing. Setelah hampir setengah jam, Nayla yang sudah menyelesaikan tugas paginya, segera menuju pantry untuk membuat kopi.

__ADS_1


Tok tok tok


" Masuk ",


Ceklekk


Tanpa menyapa Nayla langsung berjalan menuju meja kerja kenzoe dan meletakkan kopi itu di dekat sang kekasih. Kenzoe yang tak mendengar suara Nayla, segera mendongak menatap kekasih barunya itu. Terlihat wajah kusut Nayla yang tampak tidak bersemangat.


" Kenapa ? ", tanya Kenzoe seraya meraih jemari tangan kekasihnya itu dan menggenggamnya erat.


" Gak apa-apa kok om, nay cuman kecapekan aja ", jawab Nayla cemberut.


Kenzoe yang mendengar sang kekasih mengeluh kecapekan segera menarik tangan Nayla hingga terjatuh di pangkuannya.


" Mana yang capek yang ini , di sini atau ini ", goda kenzoe sambil menekan pinggang, ketiak dan juga leher Nayla bergantian. Tentu saja ulah Kenzoe itu membuat Nayla kegelian.


" Hahaha om geli ", tawa Nayla menggema di ruangan Kenzoe.


" Ya saya kan gak tahu yang mana yang capek nay ",


" Ih om mah modus biar bisa pegang-pegang Nayla ", kesal Nayla cemberut lagi.


" Yang capek itu pundak Nayla om ganteng, bukan pinggang bukan pula ketiak Nayla ", jawab Nayla yang membuat kenzoe tertawa.


" Rajin banget sih pacar aku ", gumam kenzoe seraya mencium tengkuk Nayla yang wangi aroma vanila. Sontak bulu kuduk Nayla langsung meremang saat hidung mancung kenzoe menyentuh permukaan kulit lehernya.


" Ih jangan cium-cium di situ, merinding tahu ", kata Nayla menahan geli.


" trus saya harus cium dimana ? ",


CUP


" Disini ", kata kenzoe mengecup pipi Nayla.


CUP


" Atau di sini ", kata Kenzoe lagi seraya mengecup telinga kekasihnya.


Nayla yang melihat kelakuan om galaknya semakin mesum berusaha melepas pelukan Kenzoe. Bukannya terlepas, Kenzoe semakin erat memeluk pinggang ramping Nayla.


" Ih lepasin om, nay jadi takut deket-deket sama om, bisa-bisa nay langsung om terkam di sini ", kenzoe sontak tertawa mendengar ucapan kekasih kecilnya itu.


" Oh ya nay, apa malam ini kamu ada acara ? ",

__ADS_1


" Nay itu kalau malam kerjaannya cuman mengerami guling di dalam kamar om. Emang kenapa ? Om mau ngajak Nayla kencan ya ? ", tebak Nayla dengan mata berbinar.


" Bukan ", jawab Kenzoe yang membuat binar mata Nayla langsung sirna.


" Lalu ? "


" Saya ingin mengajak kamu ke pesta pernikahan teman kuliah saya dulu. Nanti kalau bisa sepulang kerja, saya akan ajak kamu ke butik dan juga ke salon. Bagaimana ? "


" Beneran om ? " tanya Nayla antusias.


" Tentu saja benar. Bagaimana ? ",


" Kalau nay sih mau banget ", jawab Nayla semangat.


" Ya sudah nanti sepulang kerja, saya tunggu kamu di parkiran ",


" Oke. Tapi ini lepasin nay dulu, hari ini kerjaan Nayla banyak. Nay harus segera kerjain supaya cepet selesainya "


" Sebentar lagi nay, saya masih kangen ", jawab Kenzoe enggan melepas pelukannya.


" Ih lepasin om, nanti kerjaan nay gak selesai-selesai ",


Nayla mencoba memberontak berusaha melepas pelukan kenzoe. Namun kenzoe malah menekan kepalanya ke punggung Nayla sehingga pelukan itu semakin erat. Saat keduanya sibuk melepas dan mempererat pelukan, tiba- tiba pintu ruangan Kenzoe terbuka lebar.


BRAAKK


" Bos laporann..... ", kata-kata Romi mengambang di udara tatkala terkejut melihat bosnya itu tengah memeluk erat OB nya.


" Astaga kalian ",


Nayla yang melihat Kenzoe lengah segera melayangkan cubitan mautnya di lengan om galaknya hingga membuat pelukan itu terlepas.


" Au sakit nay ", ringis kenzoe.


Nayla tidak menggubris, ia segera berdiri dari pangkuan kenzoe lalu berlari menuju pintu. Dan saat tiba di ambang pintu, Nayla berbalik menatap kenzoe seraya menjulurkan lidahnya. Setelahnya ia kembali berlari keluar meninggalkan ruangan om galaknya yang mulai mesum itu. Setelah kepergian Nayla, Kenzoe melayangkan tatapan tajam pada Romi yang terlihat pura-pura sibuk membaca berkas di tangannya.


" Semoga bonus gue bulan ini gak di potong lagi ", gumam Romi seraya berdoa dalam hati. Sungguh ia merutuki kebodohannya yang selalu lupa mengetuk pintu ketika masuk ke ruangan Kenzoe.


**********


Jangan lupa kasih like, subscribe vote dan hadiahnya.


Pokoknya dukungan kalian bikin othor banget semangat buat up date.

__ADS_1


Terima kasih, matur suwun 😘😘


__ADS_2