
Pagi ini Nayla sudah memutuskan untuk kembali bekerja. Ia tidak mau membuat khawatir kedua orang tuanya. Ia harus kuat menghadapi kenyataan pahit ini. Toh dia sakit hati juga karena salahnya sendiri, kenapa dari awal tidak mencari tahu status om galaknya itu.
Untung saja hubungan mereka masih sepasang kekasih. Bagaimana kalau sepasang suami istri ? Bisa-bisa dirinya akan menyandang gelar seorang pelakor.
" Ih, amit-amit jabang bayik ", batin Nayla bergidik ngeri.
Ia dan Sinta yang saat ini sudah tiba di parkiran perusahaan Pratama group, segera masuk ke dalam. Tidak butuh waktu lama Nayla sudah berganti dengan seragam kerjanya. Mulai hari ini Nayla bertekad akan menjauhi om galaknya itu. Itu semua ia lakukan demi menjaga kewarasan dirinya sendiri. Karena ia tahu hatinya mudah melemah jika berada di dekat om galaknya itu.
" Semangat nay ", kata Sinta menyemangati sahabatnya.
Nayla mengacungkan sapunya seraya tersenyum ke arah Sinta. Mereka pun berpisah, Nayla menuju lobby kantor sedangkan Sinta menuju lantai lima.
Nayla yang tidak ingin bertemu dengan kenzoe, cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai membersihkan area lobby kantor, Nayla bergegas naik ke lantai atas. Setelah sampai ia segera menyapu ruangan itu dengan tergesa-gesa. Setelah selesai menyapu ia lanjut mengepel ruangan itu satu persatu.
Jam dinding menunjukkan waktu hampir pukul setengah sembilan pagi. Nayla buru-buru masuk ke dalam pantry dan membuat kopi. Setelah itu ia segera masuk ke dalam ruangan Kenzoe dan meletakkan kopi itu begitu saja di sana. Biarlah ia di katakan tidak profesional, dari pada dirinya yang tidak bisa mengontrol perasaannya akan berakhir menjadi orang ketiga.
" Maafin nay om, mulai hari ini Nayla akan berusaha menjauhi om. Nay harap om mengerti ", gumam Nayla setelah meletakkan kopi itu di meja kerja kenzoe. Kemudian ia bergegas keluar karena tidak ingin bertemu dengan om galaknya itu.
🌸🌸🌸🌸🌸
Apartemen kenzoe
Kenzoe yang semalam tidak bisa tidur nampak masih nyaman bergelung dengan selimut tebalnya. Sesaat kemudian terdengar suara panggilan telepon yang memekakkan telinga. Kenzoe yang merasa terganggu tidurnya itu, dengan mata yang masih terpejam, tangannya sibuk meraba-raba seluruh sisi ranjangnya berusaha untuk menemukan letak handphone nya.
Saat handphone itu sudah ia pegang, kenzoe justru mematikan teleponnya dan kembali melanjutkan tidurnya. Belum juga lima menit, handphone itu kembali berbunyi dengan cukup keras.
" Sial ", umpat kenzoe seraya mengangkat teleponnya.
" Halo ", sapa kenzoe dengan mata setengah terpejam.
" Hay Zoe, gue udah nunggu loe di basemant apartemen loe sedari tadi. Kenapa loe belum muncul-muncul juga ", kesal Romi dari seberang telepon. Mendengar ucapan Romi barusan membuat mata Kenzoe langsung membeliak lebar.
" Astaga ", pekik kenzoe setelah melihat jam di handphone nya sudah pukul sembilan kurang seperempat.
Kenzoe buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Setelah itu dengan tergesa-gesa ia memakai celana dan juga kemeja kerjanya. Setelahnya ia berlari keluar dari apartemen sambil menenteng tas, jas dan juga sepatu menuju lift untuk segera turun ke lantai bawah.
__ADS_1
" Bodoh kau kenzoe, bukannya hari ini ingin menemui Nayla. Kenapa malah bangun kesiangan ", kesal kenzoe pada dirinya sendiri.
Romi yang melihat Kenzoe berlari dengan penampilan acak-acakan membuat dirinya geleng-geleng kepala.
BRAKK
Terlihat Kenzoe buru-buru masuk ke dalam mobil sambil membanting pintu. Ia dengan tergesa-gesa segera memakai jas dan juga sepatunya.
" Cepetan jalan Rom, kenapa loe malah diem ", kesal kenzoe.
" Apa loe semalam habis ***-*** sama Tania, sampai seorang Kenzoe terlambat bangun ", ledek Romi pada bos dan juga sahabatnya itu
" Loe tahu gue kayak gimana Rom, gak mungkin gue lakuin hal kayak gitu. Jadi gue gak perlu jawab pertanyaan bodoh loe. Sudah cepetan jalan ",
" Iya iya bos, sabar ",
Romi yang melihat mood sahabatnya itu sedang buruk, urung menggodanya lebih jauh. Ia segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan apartemen kenzoe menuju kantor Pratama group.
Setengah jam kemudian mereka sudah tiba di depan kantor, kenzoe terlihat bergegas turun dari mobil dan berjalan cepat menuju lift khusus atasan. Ia sampai meninggalkan Romi yang masih memarkirkan mobilnya. Kenzoe pagi ini berencana memanggil Nayla untuk membuatkan kopi untuknya. Dan setelah itu ia akan meminta maaf pada gadis itu.
" Sepertinya kamu benar-benar ingin menjauhiku nay ", batin Kenzoe kecewa.
🌸🌸🌸🌸🌸
Di dalam toilet wanita yang terletak di lantai empat, Nayla tampak sibuk membersihkan kaca besar di sana. Ia terus saja menggosok kaca toilet itu, meski sudah terlihat bersih sedari tadi. Rupanya gadis itu tengah melamun memikirkan om galaknya. Sinta yang juga bertugas membersihkan toilet itu tampak berdecak kesal melihat sahabatnya trus saja melamun.
" Ya ampun Nayla, sampai kapan loe mau ngelap itu kaca, Bukannya menjadi bersih, bisa-bisa malah pecah karena kelamaan loe bersihin ", omel Sinta seraya mencubit gemas pipi Nayla
" Hehehe, maaf sin, gue gak fokus ", jawab Nayla sambil nyengir kuda
" Ok kali ini gue maafin, tapi kalau besuk loe masih suka ngelamun mikirin om galak, gue bakal bilang sama Bu Dania biar loe di pecat sekalian. Biar loe bisa ngelamunin om galak loe itu seharian penuh ", ancam Sinta tidak sungguh-sungguh.
" Jangan dong Sin, tega banget sih loe ",
" Biarin, enak aja loe makin gaji buta. Gue yang kerja, loe asyik ngelamun doang ",
__ADS_1
Nayla yang mendengar itu segera merangkul sahabatnya sambil menoel dagu Sinta.
" Nggak usah marah-marah, habis ini gue traktir mi ayam gimana ", rayu Nayla
" Gue mau tapi harus dua mangkok",
" Dasar serakah ", kata Nayla yang membuat keduanya kemudian tergelak bersama.
*********
Setelah menyelesaikan tugasnya membersihkan toilet lantai empat, kini keduanya terlihat tengah sibuk menikmati semangkok mie ayam di kantin perusahaan. Nayla tampak sibuk menuangkan sambal ke dalam mie ayamnya sampai terlihat merah. Sinta yang melihat itu sampai mendelikkan matanya.
" Gila loe nay, loe itu makan mie ayam pake sambel, atau sambel pakai mie ayam ", cerocos Sinta.
" Enak tau sin, mau coba ? "
" Ogah, bisa-bisa gue bolak balik kamar mandi setelah makan mie ayam loe", jawab Sinta bergidik ngeri melihat sambal di mangkok Nayla.
Saat keduanya tengah sibuk membahas sambal, nampak kenzoe yang tengah berjalan masuk ke dalam kantin menemui pengelola kantin. Para pegawai wanita yang tengah makan siang di kantin tampak riuh memekik melihat bos tampannya itu mengunjungi kantin.
Sinta yang melihat Kenzoe, segera menyenggol tangan Nayla dan menunjuk keberadaan Kenzoe dengan dagunya. Nayla tampak terkejut melihat Kenzoe yang tengah berdiri di sana bersama asistennya Romi.
Nayla yang melihat Kenzoe menoleh ke arahnya, buru-buru menunduk meneruskan makannya. Sungguh dadanya saat ini berdebar sangat kencang. Sehari tidak bertemu, membuat Nayla begitu tersiksa dengan perasaannya. Dalam hati ingin berlari memeluk om galaknya, namun akal sehatnya dengan keras melarangnya.
Kenzoe yang melihat Nayla menundukkan kepalanya saat melihatnya, hanya bisa menghela napas kecewa. Tapi setidaknya ia sudah merasa senang bisa melihat wajah cantik gadis ingusan nya itu. Setelah selesai dengan pembicaraannya, Kenzoe dan Romi segera meninggalkan kantin tersebut.
Nayla yang tengah menunduk terlihat melirik ke arah kenzoe yang sudah berjalan meninggalkan kantin perusahaan. Tanpa ia sadari, tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja.
" Maafin nay ya om ", batin Nayla menahan Isak tangisnya.
**********
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya
Biar author semangat up date tiap hari
__ADS_1
Terima kasih ☺️