
Pagi ini cuaca sangat cerah sekali, bahkan di saat jam menunjukkan masih pukul setengah delapan pagi, matahari bersinar dengan terangnya. Nayla yang pagi ini mendapat tugas membantu mempersiapkan ruang rapat , segera berlari masuk setelah memarkirkan motornya. Sinta yang masih sibuk melepas helmnya di buat kesal karena di tinggal pergi begitu saja.
" Dasar tak setia teman, main pergi gitu aja. Nayla tunggu ", pekik Sinta buru-buru meletakkan helmnya di atas jok motor. Ia pun segera menyusul Nayla masuk ke dalam.
Setelah berganti seragam, Nayla dan Sinta segera masuk ke ruang rapat. Di sana sudah ada mbak indah dan teman-teman lainnya yang terlihat sibuk menata Snack dan juga minuman. Karena rapat kali ini akan di hadiri oleh beberapa perusahaan yang akan mengajukan proposal kerja sama, maka mereka harus mempersiapkan semuanya dengan baik.
Saat jam menunjukkan pukul delapan lewat dua puluh menit, semua pekerjaan Nayla dan kawan-kawan juga telah selesai.
" Huff syukurlah, akhirnya selesai juga ", desah Bu Dania lega.
" Oh ya nay, karena di sini sudah selesai, kamu bisa melanjutkan membersihkan lantai paling atas. Untuk bagian lobby, biar Melly saja yang membersihkannya ",
" Baik Bu ", jawab Nayla seraya pergi ke lantai paling atas di mana ruangan Kenzoe berada.
Saat sudah tiba Nayla segera memulai tugas rutinnya itu. Namun pada saat Nayla hendak menyapu lantai, terlihat Kenzoe dan Romi yang baru keluar dari lift khusus atasan. Kenzoe yang melihat wajah sang kekasih di pagi hari, membuat semangatnya berkibar empat lima. Apalagi ketika melihat senyum manis Nayla yang tersinggung khusus untuknya, hati om galak langsung meleyot seketika.
" Ehem Nay, tolong buatkan saya kopi terlebih dahulu ",
" Baik pak ", jawab Nayla membungkuk hormat.
Romi yang berada di belakang bosnya tampak menyebikkan bibirnya.
" Bilang aja mau sayang-sayangan dulu, pakai alesan suruh bikinin kopi segala. Dasar bucin ", batin Romi ngedumel sendiri.
Kenzoe segera masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh sang asisten. Begitu juga Nayla yang langsung masuk ke dalam pantry. Setelah selesai meracik kopi untuk calon suami, Nayla segera membawanya ke ruangan Kenzoe.
Saat Nayla hendak membuka pintu, rupanya Romi juga hendak keluar. Setelah Romi keluar, Nayla segera masuk dan menutup pintu itu kembali sesuai instruksi dari kenzoe. Nayla tampak berjalan was-was ke arah om galaknya. Mengingat akhir-akhir ini om galaknya itu terlihat seperti serigala yang kelaparan yang siap menerkamnya kapan saja.
Kenzoe yang melihat Nayla berjalan sedikit lambat, memicingkan kedua matanya karena heran. Saat Nayla sudah selesai meletakkan kopinya, kenzoe semakin di buat heran. Nayla meletakkan kopi itu sedikit jauh dari biasanya.
" Ada apa ? ", tanya Kenzoe pada akhirnya.
" Ada apa apanya ? ", tanya balik Nayla.
" Kamu itu kenapa ? Seperti tengah menjaga jarak dari saya ", tanya Kenzoe seraya menatap Nayla penuh selidik.
" Nayla saat ini lagi takut deket-deket sama om ",
" Kenapa ? ",
__ADS_1
" Karena om kayak serigala mesum, nay takut om terkam sewaktu-waktu ",
Jawaban Nayla sontak membuat kenzoe tertawa geli. Kenzoe tidak memungkiri jika apa yang dikatakan Nayla memang benar adanya. Akhir-akhir ini Kenzoe memang kesulitan mengontrol dirinya jika sudah berdekatan dengan gadis ingusannya itu.
" Mendekatlah Nay ", perintah Kenzoe.
" Nggak mau ", jawab Nayla sedikit menjauh seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
" Jika tidak mau, saya akan pecat kamu sekarang juga ", ancam Kenzoe dengan senyum liciknya.
" Jangan ",
Nayla segera berlari ke arah Kenzoe. Tentu saja kenzoe tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera menarik Nayla ke dalam pangkuannya
BRUGG
Berada di pangkuan om galaknya, membuat Nayla mati kutu. Ia yang selalu gugup saat berada begitu dekat dengan Kenzoe, hanya bisa diam membisu.
Kenzoe mengamati wajah cantik Nayla dengan lekat. Melihat pipi chubby Nayla yang terlihat bersemu merah karena malu, membuat kenzoe gemas melihatnya. Tanpa ba bi bu kenzoe langsung mengecupi seluruh wajah Nayla. Kedua pipi, kening, hidung dan terakhir bibir yang sudah menjadi candunya.
Cup cup cup cup cup
" Sarapan pagi yang menyehatkan ", gumam kenzoe puas seraya memeluk erat kekasihnya.
" Mau lagi " goda Kenzoe.
" Nggak ", pekik Nayla seraya menutup mukanya dengan telapak tangan.
Ia begitu takut kebablasan jika terus menerus mendapat serangan dari om galaknya.
Jawaban spontan Nayla membuat Kenzoe tergelak. Kekasih kecilnya itu memang sangat menggemaskan.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Di dalam apartemen mewahnya, tampak Tania tengah melakukan panggilan telepon dengan orang suruhannya.
" Bagaimana ? Apa kalian sudah mendapat informasi tentang gadis itu ? "
" Sudah bos. Rupanya gadis itu hanyalah seorang office girl di perusahaan Pratama group, milik kekasih bos itu ",
__ADS_1
Tania tampak terkejut dengan informasi yang di berikan oleh orang suruhannya. Pantas saja anak buahnya itu kesulitan mencari informasi, rupanya Kenzoe telah bermain api dengan pegawainya sendiri.
" Baiklah kalian lanjutan penyelidikan kalian. Selidiki semua tentang gadis itu, jika perlu cari tahu juga alamat rumahnya ",
" Baik bos ",
TUT
Tania mematikan teleponnya itu dengan kasar. Ia di buat heran dengan kekasihnya itu, bisa-bisanya kenzoe memacari seorang office girl. Memang apa kelebihan gadis itu sehingga membuat kenzoe sampai tertarik padanya.
Hanya seorang office girl dan gadis miskin, Tania benar-benar tidak habis pikir.
" Sepertinya aku harus segera melabrak gadis sialan itu ", geram Tania mengepalkan kedua tangannya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Sore harinya saat pulang kerja, Nayla mengajak Sinta untuk mampir ke penjual rujak buah yang terletak tidak jauh dari perusahaan. Sinta yang tengah di bonceng Nayla terlihat sedikit tidak tenang. Ia terus saja melirik ke belakang. Saat sudah di tiba penjual rujak buah, Sinta segera mengajak Nayla duduk.
" Ada apa sih, kok kamu kelihatan gelisah gitu ", tanya Nayla bingung.
" Loe coba lihat deh dua orang yang pakai jaket hitam ", kata Sinta sambil menunjuk letak mereka dengan menggerakkan dagunya. Nayla yang sudah menemukan objek yang di cari segera mengangguk.
" Memang kenapa dengan dua orang itu ? ",
" Mereka tuh dari tadi pagi ngikutin kita trus. Gue yakin banget, soalnya gue hapal banget nomor plat motornya ",
" Mau apa mereka mengikuti kita ? Mau ngrampok ? Emang apa yang mau di rampok ? motor gue juga kayak begitu. Mungkin itu cuman perasaan loe aja sin ", kata Nayla sambil memakan rujaknya.
" Bener juga sih. Tapi kita harus tetap waspada nay, kejahatan jaman sekarang tuh banyak modusnya ",
" Iya iya Sinta sayang, sekarang kita makan rujak dulu ya ", kata Nayla sambil menyodorkan rujak buah pada Sinta. Mereka pun memakan rujak buah itu dengan lahap, Sinta dan Nayla tampak masih melirik ke arah kedua pria tadi. Terlihat mereka tengah meninggalkan tempat itu, setelah menerima telepon terlebih dahulu.
Melihat orang mencurigakan itu sudah pergi, membuat Nayla dan Sinta langsung bernapas lega.
********
Ayo dong ibuk ibuk bapak bapak adik adik kakak kakak.
Dukungan nya di keluarin semuaaaa π€
__ADS_1
Kalo dapat like vote subscribe apalagi hadiah, othor langsung girang. jadi othor tunggu dukungan dari kalian oke
Terima kasih ππ