
Siang ini Nayla berencana mengantar makan siang untuk sang suami. Sudah hampir dua Minggu Nayla tidak menginjakkan kaki di kantor Pratama group semenjak ia menikah dengan Kenzoe. Ia sangat merindukan suasana tempat dulu ia bekerja.
Karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi, Nayla bergegas menuju ke dapur. Hari ini ia ingin memasak udang asam manis dan tumis kangkung kesukaan sang suami. Ia mulai membersihkan udang, memotong sayur, mengupas bawang dan menyiapkan semua perbumbuan.
Hampir satu jam lebih Nayla menyelesaikan masakannya. Setelah itu ia memasukkan masakannya itu ke kotak makan siang. Tidak lupa Nayla tambahkan potongan buah apel dan juga anggur. Karena hasil masakannya tadi cukup banyak, Nayla berencana memberikan bekal juga untuk Romi dan juga Sinta.
" Selesai ", kata Nayla seraya menutup rapat kotak makan siang itu.
Mama Imel yang baru datang dari arah tangga segera menghampiri menantunya yang terlihat sangat sibuk.
" Kamu sedang apa sayang ? ", melihat mama mertuanya menyapa Nayla pun segera mengulas senyum manis.
" Nayla sedang menyiapkan makan siang untuk mas kenzoe ma. Rencananya nay mau ke kantor sambil mengantar bekal ini ",
" Tapi kok empat ? ", tanya mama Imel heran.
" Yang dua buat pak Romi dan Sinta mah. Tadi nay masaknya kelebihan. Mamah kalau lapar bisa langsung makan. Tadi nay sudah menyiapkan khusus buat mama ",
" Wah makasih sayang, kebetulan mamah juga sudah lapar ", kata mamah senang. Masakan menantunya memang sudah tidak perlu di ragukan lagi.
" Kalau begitu nay siap-siap dulu ya mah ",
" Ya sayang, dandan yang cantik ", goda sang mama. Nayla hanya tergelak dan berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.
Setelah siap, Nayla segera turun ke bawah untuk mengambil kotak bekalnya tadi.
" Mah, Nayla berangkat dulu ya ", kata Nayla sambil menyium tangan sang mama mertua yang sedang duduk di ruang makan.
" Iya sayang, hati-hati di jalan ",
" Siap ", kata Nayla sambil nyengir.
Setelah itu ia segera berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di halaman depan rumah.
" Ke kantor mas Devan ya pak Ujang ", kata Nayla pada sopir pribadi mama mertuanya.
" Siap nyonya kecil ", kata pak Ujang yang membuat nayla tergelak.
Mobil pun meluncur meninggalkan kediaman Keluarga Pratama. Dengan kecepatan sedang, mobil yang di kendarai pak Ujang mulai membelah kemacetan kota jakarta. Setelah cukup lama terjebak macet, akhirnya mereka sampai juga di depan kantor Pratama group.
" Makasih ya pak Ujang", kata Nayla seraya membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
" Sama-sama nyah ", pak Ujang pun meninggalkan kantor majikannya. Sebab tadi Nayla sudah berpesan akan pulang bareng dengan suaminya.
Nayla berjalan pelan memasuki lobby kantor dengan dada berdebar kencang. Ini kali pertama ia datang ke kantor itu sebagai istri dari CEO Pratama group.
" Selamat siang Bu Nayla ", sapa dua orang resepsionis itu dengan ramah.
" Selamat siang juga ", balas Nayla seraya meneruskan langkahnya menuju lantai dua sambil tersenyum tidak jelas. Biasanya jika ia lewat di depan resepsionis pasti akan di suruh mengantar ini dan itu. Tapi tadi, mereka menunduk hormat padanya.
" Enak juga ya jadi istri atasan ", gumam Nayla cekikikan di dalam lift.
TING
Pintu lift terbuka, dan Nayla pun keluar dari kotak besi itu untuk menuju ruang OB. Tadi dia sudah berpesan pada sahabatnya bahwa siang ini ia akan berkunjung ke kantor.
Saat berjalan menuju ruang OB, Nayla berpapasan dengan Bu Dania yang akan ke kantin.
" Selamat siang bu Nayla ", Sapa Bu Dania yang terlihat canggung.
" Selamat siang juga Bu Dania ", jawab Nayla dengan wajah yang di buat se anggun mungkin.
Ia pun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Bu Dania yang masih menatapnya dengan sorot mata tidak percaya. Bagaimana tidak, biasanya Bu dania yang selalu marah-marah dan memerintah sesuka hati gadis itu, kini harus menunduk hormat padanya. Sungguh nasib orang tidak ada yang dapat menebak.
" Ya ampun nay gue kangen banget sama loe. Semenjak loe nikah, gue berangkat kerja di anter Abang gue. Gak asyik banget tau, gak bisa bercanda kayak sama loe dulu ", keluh Sinta sambil melepas pelukannya.
" Yang sabar ya sin ", kata Nayla sambil mengulum senyumnya.
" Ini bekal makan siang buat loe ", kata Nayla sambil menyerahkan kotak makan siangnya.
" Wah, makasih ya nay tahu aja loe kalau gue lagi kelaparan ", kata Sinta seraya menerima bekal itu.
" Sama-sama. Ya udah gue ke atas dulu ya, mau nganterin makan siang buat suami gue nih. Nanti setelah makan siang, kita lanjut lagi ngobrol-ngobrolnya",
" Ok ",
Nayla pun berjalan kembali dan segera masuk ke dalam lift untuk menunju lantai paling atas tempat kantor suaminya berada.
TING
Pintu lift itu terbuka lebar, dengan langkah pelan Nayla mulai keluar dari dalam lift. Sesaat kemudian, ia berhenti tepat di depan meja Agnes.
" Mbak Agnes, apa suami saya ada di dalam ? ", tanya Nayla dengan gaya tengilnya.
__ADS_1
" Oh ada Bu, silahkan anda masuk ", kata agnes dengan menahan rasa kesalnya. Ia yang biasanya menatap Nayla dengan sorot mata penuh permusuhan, kali ini lebih memilih menunduk. Agnes tidak berani menatap tajam Nayla lagi, sebab gadis ingusan di depannya itu sekarang sudah menjadi istri atasannya.
Nayla pun melenggang menuju pintu ruangan Kenzoe dengan menahan tawanya. Ia sangat senang sekali melihat raut wajah Agnes yang terlihat menahan kesal.
Tok tok tok
" Masuk "
Ceklek
" Siang pak kenzoe ", goda Nayla pada sang suami.
Kenzoe yang tengah sibuk membahas proposal kerjasama dengan Romi segera mendongak menatap sumber suara.
" Sayang ", Sapanya dengan mata berbinar.
" Rom, proposal kita bahas nanti saja ",
" Iya iya gue tahu, loe mau sayang-sayangan kan ama bini loe ", goda Romi seraya menutup berkas itu dan segera berdiri dari duduknya.
" Pak Romi, ini bekal buat makan siang pak Romi ", kata Nayla seraya menyodorkan kotak bekal itu. Tentu dengan senang hati Romi menerimanya.
" Wah, terima kasih banyak Bu bos ", kata Romi yang membuat Nayla tertawa.
Romi yang tak ingin menganggu bosnya dengan sang istri, segera pamit keluar. Setelah pintu tertutup kenzoe segera berjalan menghampiri istrinya.
" Sayang ", kata kenzoe seraya menarik pinggang sang istri agar merapat ke tubuhnya. Kemudian ia memanggut bibir merah Nayla dengan mesra. Nayla yang sudah terbiasa di cium suaminya pagi siang malam mulai lihai membalas ciuman itu. Setelah cukup lama saling memanggut, kenzoe melepas ciumannya.
" Kita makan siang dulu mas, mas pasti sudah lapar kan ? ", tanya Nayla seraya melepas pelukan sang suami.
" Mas memang lapar, tapi mas mau makan kamu dulu ", bisik Kenzoe pada telinga sang istri. Tanpa basa basi kenzoe langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar khusus di dalam kantornya. Nayla yang hendak protes langsung terdiam ketika bibir kenzoe membungkam bibirnya. Nayla akhirnya lebih memilih diam ketika sang suami mulai melepas gaun yang di pakainya.
" Alamat lemes dah gue ", batin Nayla pasrah.
*********
Ayo like komen dan hadiahnya jangan lupa ya
Dukungan kalian membuat othor semakin bersemangat untuk terus berkarya
Terima kasih 😘😘
__ADS_1