
Kini Kenzoe dan Nayla tengah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kenzoe sedari tadi terus menggenggam jemari tangan istrinya. Dari raut wajahnya, kenzoe tampak begitu tegang. Nayla juga terlihat diam saja, hatinya saat ini terasa campur aduk. Antara kaget, senang, takut dan gugup.
Tidak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai kenzoe akhirnya tiba di rumah sakit milik sang papa. Setelah memarkirkan mobil Kenzoe segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nayla. Mereka berdua berjalan memasuki lobby rumah sakit dengan perasaan sama gugupnya.
Dari kejauhan seorang suster sudah menunggu kedatangan mereka.
" Pak kenzoe, mari saya antar ke ruangan dokter jenny " kata suster itu yang di angguki Kenzoe cepat.
Kenzoe dan Nayla berjalan mengikuti sang suster menuju ruangan dokter spesialis kandungan.
Ceklek
" Silahkan masuk pak ",
" Terima kasih "
Kenzoe dan Nayla pun segera masuk ke dalam ruangan dokter jenny.
" Hay Zoe, ada yang bisa ku bantu ? ", tanya dokter jenny yang merupakan teman masa kecil kenzoe.
" Jen, tolong bantu aku memeriksa istriku. Tadi ia muntah-muntah dan mengeluh mual ",
" Kalau begitu kamu bantu istrimu untuk berbaring di atas ranjang sana ",
Kenzoe pun segera menuntun Nayla untuk naik ke atas ranjang pasien. Suster tadi tampak mulai menyingkap baju Nayla, dan mengoleskan gel khusus. Dokter jenny mulai menempelkan alat usg itu ke permukaan kulit perut Nayla. Dari monitor tampak terlihat kantong rahim Nayla yang sudah ada titik kecil di dalamnya.
" Lihat itu Zoe, yang titik kecil itu adalah calon buah hati kalian. Usianya sekitar empat Minggu ", kata dokter jenny seraya menunjuk gambar di monitor.
" Jadi istriku benar-benar hamil Jen ", tanya Kenzoe yang masih tidak percaya.
" Tentu saja, apa kau meragukan kemampuan alat ku ini ", ledek dokter jenny. Kenzoe pun menggelengkan kepalanya. Ia kemudian menatap istrinya dengan binar bahagia.
" Kamu beneran hamil sayang, sebentar lagi kita akan mempunyai bayi ", kata kenzoe seraya mengecup kening sang istri.
" Iya mas, nay masih tidak percaya jika nay bisa hamil secepat ini ", ucap Nayla dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Dokter jenny tampak menyudahi USG nya. Kemudian suster mengelap sisa gel di perut Nayla dan membantu menutup kembali pakaiannya.
Setelah ketiganya duduk, dokter jenny mulai menjelaskan.
" Selamat ya Zoe, sebentar lagi kamu akan menjadi papa ", kata dokter jenny seraya tersenyum .
" Terima kasih ", jawab Kenzoe sambil menatap sang istri.
" Untuk semester pertama, saya harap ibu Nayla tidak melakukan aktifitas terlalu berat. Karena di semester pertama ini, kandungan masih sangat rentan. Kalau untuk saat ini kandungan ibu Nayla dalam keadaan sangat sehat. Jadi saya akan meresepkan vitamin dan obat penambah darah saja ",
" Iya dok, terima kasih ", jawab Nayla yang terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dokter jenny.
" Apa ibu Nayla merasakan mual di pagi hari ",
" Tidak dok. Cuma ketika ada bau yang menyengat saja dok saya merasakan mual ",
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu resep ini saja sudah cukup ", kata dokter jenny sambil menyerahkan resep itu pada Kenzoe.
" Terima kasih Jen ",
" Sama-sama ", jawab dokter jenny ramah.
Setelah keluar dari ruangan dokter jenny, kenzoe segera menebus resep tadi. Tidak butuh mengantri lama, kenzoe sudah mendapatkan obatnya. Kenzoe segera mengajak istrinya untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Kenzoe mengajak sang istri untuk segera beristirahat di dalam kamar.
" Sayang, kamu di rumah saja ya ! Mas harus kembali ke kantor, karena nanti siang ada rapat penting dengan klien dari luar negeri ", kata Kenzoe seraya membelai Surai hitam sang istri.
" Iya mas. Aku baik-baik aja kok, mas gak usah khawatir. Di sini juga ada mbok Siti dan mbak Tami. Nanti kalau nay butuh sesuatu, nay akan minta tolong mereka ",
" Baiklah sayang, mas kembali ke kantor dulu ya. Hallo baby, papa balik ke kantor dulu ya, jangan nakal ", kata kenzoe seraya mencium kening dan juga perut istrinya. Tingkah konyol kenzoe sontak mengundang gelak tawa Nayla.
Kenzoe terlihat begitu berat meninggalkan sang istri. Namun pekerjaan penting tengah menantinya, ia harus bisa bersikap profesional.
Setelah Kenzoe pergi, Nayla tampak mengelus perutnya yang masih rata.
" Hay sayang, mamah gak nyangka kamu cepet hadir dalam perut mamah. Semoga kamu sehat-sehat terus ya sayang ", gumam Nayla terharu.
........
Di kantor Romi tampak menunggu atasannya itu dengan harap-harap cemas. Ia takut jika Kenzoe tidak datang dan lebih memilih menunggui sang istri. Rupanya kekhawatiran Romi salah, karena dari arah lift yang terbuka tampak Kenzoe yang keluar dari sana.
" Astaga bos, aku kira bos tidak akan datang ", kata Romi yang terlihat lega.
" Benar bos. Lalu bagaimana dengan Nayla ? ",
" Nayla beneran hamil Rom, sudah empat Minggu ", jawab Kenzoe tersenyum lebar.
" Benarkah ? Wah selamat bos, semoga sehat terus ibu dan bayinya ", doa Romi tulus.
" Aamiin, terima kasih ", jawab Kenzoe sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya. Kalau begitu secepatnya kamu siapkan berkas-berkas yang kita perlukan rom ",
"Siap bos ",
Akhirnya mereka pun melakukan rapat itu setelah waktu makan siang berakhir. Cukup lama juga rapat itu berjalan, dan hampir pukul tiga sore rapat itu baru selesai.
Tampak senyum puas tercipta di wajah Romi dan Kenzoe saat keluar dari ruang rapat. Itu menandakan bahwa hasil rapat tadi sesuai dengan harapan mereka.
Dari kejauhan tampak Sinta yang berlari ke arah keduanya.
" Pak kenzoe, bagaimana hasil pemeriksaan Nayla ? ", tanya Sinta yang terlihat ngos-ngosan.
" Apa yang kamu duga tadi benar Sinta. Istri sayang memang tengah hamil ",
" Benarkah itu pak kenzoe ? ", tanya Sinta tidak percaya.
" Benar ", jawab Kenzoe yang membuat Sinta senang.
__ADS_1
" Kalau begitu selamat pak Kenzoe ",
" Terima kasih. Kalau kamu mau menjenguk istri saya, kamu boleh ikut kami pulang nanti ", tawar Kenzoe.
" Iya pak saya mau ", jawab Sinta girang.
Setelahnya Kenzoe kembali ke ruangannya bersama Romi.
Sinta yang merasa sangat senang dengan kabar kehamilan sahabatnya itu jadi bersemangat menyelesaikan pekerjaannya.
Tepat pukul setengah lima sore, Sinta sudah berdiri siap di dekat mobil atasannya. Para karyawan yang juga akan pulang, terlihat menatap Sinta dengan tatapan heran. Namun Sinta tidak peduli, ia tetap menunggu dengan setia kedatangan bosnya itu.
Dari jauh tampak orang yang di tunggu-tunggu muncul juga.
" Kamu duduk di depan Sin ",
" Siap pak ", kata Sinta segera masuk dengan semangat.
Romi yang melihat tingkah Sinta tampak geleng-geleng kepala. Ia pun turut masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi. Saat Romi akan menyalakan mobil, ia melirik pada sabuk pengaman Sinta yang masih belum terpasang. Tanpa mengatakan apa-apa Romi segera mendekatkan tubuhnya untuk meraih sabuk itu.
Sinta yang terkejut dengan sikap Romi segera memundurkan tubuhnya.
" Pak Romi mau ngapain ? ", tanya Sinta waspada.
" Kamu mau di tilang ya, lihat sabuk pengaman kamu belum terpasang ", jawab Romi santai.
Romi semakin merapatkan tubuhnya ke badan Sinta, sebab sabuk pengaman itu sulit di raih. Dengan posisi yang begitu dekat, membuat jantung Sinta berdebar-debar luar biasa.
" Astaga kenapa dengan jantung gue ini ? Jangan bilang kalau gue mulai suka sama pak Romi ", batin Sinta gelisah.
KLIK
" Sudah ", kata Romi yang hendak menjauhkan tubuhnya. Namun tanpa sengaja netra ke duanya bertemu dan terkunci sesaat.
" Ternyata nih cewek kalau gue Amati dari Deket gini cantik juga ", batin Romi yang betah memandangi wajah Sinta.
Kenzoe yang sedari tadi diam di kursi belakang sengaja berdehem keras untuk mengacau adegan romantis di depannya.
" Ehem ehem, acara pandang-pandangannya di tunda dulu ya, nanti istri saya kelamaan menunggu ", kata kenzie sambil mengulum senyumnya.
Romi yang tersadar segera kembali duduk di kursi kemudi sambil garuk-garuk tengkuknya. Sedangkan Sinta yang tampak salah tingkah karena saking malunya segera melengos ke arah luar jendela. Mukanya sekarang pasti sudah seperti tomat merah.
" Ish ini semua gara-gara pak Romi si kutu kupret, gue kan jadi malu sama pak kenzoe ", gerutu Sinta dalam hati dengan kesal.
**********
Ayo ayo like dan hadiahnya jangan lupa
Othor selalu setia menunggu dukungan para reader tercinta.
Terima kasih 😘😘
__ADS_1