
Pagi hari ini Nayla sudah terlihat rapi dan cantik. Ia duduk manis di kursi meja makan sambil memandangi lelaki tampan di depannya. Senyumnya sedari tadi terus saja mengembang. Kenzoe yang merasa terus di perhatikan oleh sang istri segera mendongak.
" Ada apa yang ? Kenapa melihatku seperti itu ? Apa ada yang aneh di wajahku ? " Tanya Kenzoe seraya meraba-raba wajahnya.
Nayla yang mendengar pertanyaan sang suami hanya menggelengkan kepala sambil terkekeh pelan.
" Tidak ada yang aneh di wajah mas, yang ada wajah mas itu kian hari terlihat semakin tampan ", jawab Nayla sambil terus menatap suaminya.
Tentu saja jawaban Nayla membuat Kenzoe merasa senang.
" Mas aku ikut ya ke kantor ? ", tanya Nayla sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
" Tumben pengen ikut, biasanya kalau mas ajak gak mau ", jawab Kenzoe heran.
" Gak tau, pokoknya nay mau ikut mas ke kantor titik ",
" Iya sayang, mas malah seneng kalau kamu ikut. Tapi pekerjaan mas akhir-akhir ini agak padat, jadi kamu jangan marah jika nanti mas gak bisa selalu nemenin kamu ", kata kenzoe lembut.
" Iya gak apa-apa ", jawab Nayla seraya meminum airnya hingga tandas.
Setelah sarapan pagi selesai, mereka berdua berjalan menuju teras depan. Di sana sudah ada Romi yang tengah duduk sambil memainkan handphonenya.
" Ayo Rom berangkat ", kata kenzoe yang mengagetkan Romi.
" Tumben gak peluk cium dulu sama istri ", ledek Romi sambil memasukkan handphone ke saku celana.
" Nggak, soalnya Nayla mau ikut ke kantor ",
" Haah, mau ngapain ? ", tanya Romi terkejut.
Sontak Nayla langsung cemberut mendengar ucapan Romi. ia mengeratkan pelukannya pada lengan suaminya. Kenzoe yang melihat perubahan raut wajah sang istri segera memelototi asistennya itu. Romi yang mendapat tatapan tajam bosnya jadi garuk-garuk kepala.
" Sudah ayo berangkat ", kata kenzoe mengalihkan suasana.
Mereka pun akhirnya berangkat ke kantor bertiga. Di dalam mobil Nayla terus saja bergelayut manja di lengan sang suami. Sesekali ia juga mencium aroma wangi parfum yang menurutnya sangat menenangkan.
Romi yang melihat tingkah aneh Nayla sampai mengerutkan alisnya.
" Itu bocah kenapa coba, kayak koala lagi nemplok sama emaknya. Gak tahu apa gue jadi pengan juga di manja-manja ", batin Romi sambil melirik tingkah aneh Nayla dari kaca spion depan.
Namun tiba-tiba saja bayangan wajah Sinta yang tengah tersenyum manis melintas di pikirannya.
" Lah kenapa gue jadi mikirin bocah cerewet itu ", batin Romi bingung sendiri. Ia segera menggelengkan kepalanya mengusir bayangan wajah Sinta dari pikirannya. Romi kembali memfokuskan diri menyetir agar segera tiba di perusahaan.
Tidak sampai satu jam, akhirnya mobil mewah itu sampai juga di depan perusahaan. Kenzoe segera turun dan membantu sang istri seraya memegangi tangannya. Kemudian keduanya bergandengan tangan memasuki lobby kantor. Para karyawan yang berpapasan segera menunduk hormat pada atasan mereka dan juga istrinya.
" Selamat pagi pak buk ",
__ADS_1
" Selamat pagi ", jawab Nayla dan Kenzoe bersamaan.
Setelah membalas sapaan dari para karyawannya, Kenzie kembali menggandeng tangan istrinya untuk berjalan menuju lift khusus atasan.
Ting
Saat pintu kotak besi itu terbuka, Nayla dan Kenzoe segera keluar. Agnes yang melihat atasannya itu keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ke arahnya, segera berdiri dari duduknya.
" Selamat pagi pak ", sapa Agnes.
" Pagi ", jawab Kenzoe tanpa menoleh sedikitpun.
Saat keduanya berjalan melewati meja kerja Agnes, tiba-tiba Nayla menutupi hidungnya dengan kedua tangannya.
" Mbak Agnes pakai parfum apa sih, baunya aneh banget ", protes Nayla. Perutnya tiba-tiba saja bergejolak hebat ketika mencium parfum yang di pakai agnes.
Reflek Agnes segera menciumi bau parfum pada bajunya.
" Saya pakai parfum yang biasanya saya pakai kok Bu ", jawab Agnes bingung.
" Tapi baunya menyengat banget mbak ", kata Nayla. Ia segera berlari masuk ke dalam ruangan suaminya dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Kenzoe yang melihat istrinya berlari masuk segera menyusulnya.
Sedangkan Agnes tampak menahan kesal karena ucapan Nayla tadi.
" Sialan tuh bocah, untung ada pak kenzoe, kalau nggak ada sudah ku cakar tuh muka ", gerutu Agnes seraya kembali duduk mengecek pekerjaannya.
Hoek Hoek
Kenzoe yang melihat istrinya muntah-muntah segera mendekat. Di pijitnya tengkuk sang istri dengan lembut.
" Sayang kamu kenapa ? ", tanya Kenzoe dengan raut wajah khawatir.
" Nggak tahu mas, tiba-tiba perutku terasa mual mencium bau parfum mbak Agnes tadi ", jawab Nayla seraya membersihkan mulutnya dengan tisu.
Kenzoe segera menuntun sang istri untuk duduk di sofa dalam ruangannya. Ia segera menelepon Sinta untuk minta di buatkan teh hangat. Tidak berselang lama Sinta pun datang membawa teh hangat memasuki ruangan Kenzoe.
" Loh nay, loe kenapa ? ", tanya Sinta melihat wajah pucat sahabatnya. Ia buru-buru meletakkan teh yang ia bawa di atas meja di dekat sofa.
" Gue nggak apa-apa kok sin, hanya sedikit mual aja ", jawab Nayla lemas. Tubuhnya terasa tidak bertenaga karena sarapan pagi nya tadi sudah ia keluarkan semua.
" Ehem, Sinta itu teh yang saya minta sebenarnya untuk nayla ", kata Kenzoe menyela.
" Oh ya ampun, maaf pak saya tidak tahu ", Sinta segera meraih teh di atas meja dan menyerahkannya pada Nayla.
" Di minum gih, mumpung masih anget "
" Makasih sin ", jawab Nayla seraya menyeruput teh tersebut. Sekarang perutnya terasa sedikit nyaman. Mualnya yang ia rasakan tadi sekarang berubah menjadi rasa lapar.
__ADS_1
" Mas, nay laper ", rengek Nayla pada sang suami.
" Kamu mau makan apa ? Biar mas pesankan " kata kenzoe seraya duduk di dekat istrinya. Sinta yang tadi duduk di sebelah Nayla segera berdiri dan sedikit menjauh.
" Loe belum sarapan nay ? Jangan-jangan loe masuk angin ", ujar Sinta menebak. Nayla segera menggeleng cepat.
" Gue udah sarapan tadi, tapi gara-gara nyium bau parfum mbak Agnes, gue langsung muntah-muntah ",
Mendengar jawaban Nayla membuat Sinta mengerutkan dahinya.
" Astaga, jangan-jangan loe lagi isi nay ",
" Isi apa ? ", tanya Nayla tidak paham.
" Ish Lola amat sih loe nay. Maksud gue itu jangan-jangan loe lagi hamil ? " jawab Sinta yang membuat Nayla dan Kenzoe saling tatap.
" Gue ? Hamil ? ",
" Iya, biasanya orang hamil kan suka mual kalau nyium bau-bau menyengat ",
" Masak sih gue hamil ! Tapi bulan kemarin gue masih datang bulan kok ",
" Trus bulan ini loe udah dapet lagi belum ? ", tanya Sinta antusias. Ia sudah seperti seorang dokter kandungan menanyai pasiennya.
" Belum sih, harusnya kemarin gue dapatnya. Tapi kan masih telat satu hari ", jawab Nayla yang masih belum yakin jika dirinya hamil.
" Loe coba pakai alat test kehamilan aja ", usul Sinta.
" Tidak perlu ", potong kenzoe yang membuat Nayla dan Sinta menoleh bersamaan.
" Kita langsung ke dokter kandungan saja. Biar mas hubungin teman mas yang bekerja di rumah sakit milik papa di sini ", kata Kenzoe seraya berjalan menjauh.
" Wauu, sultan mah bebas. Nggak usah pake ngantri, secara rumah sakitnya aja milik sendiri ", goda Sinta pada sahabatnya.
Nayla hanya melengos menanggapi omongan sahabatnya. Kemudian perhatiannya beralih pada perutnya. Ia meraba perutnya yang masih rata itu dengan perasaan yang sulit di jelaskan.
" Apa benar gue sedang hamil ", batin Nayla dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
**********
Semoga ya nay 🥰
Ayo emak emak mana dukungannya
Othor tunggu nih
Terima kasih 😘😘
__ADS_1