Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 30


__ADS_3

Pagi ini Nayla berangkat bekerja dengan tidak bersemangat. Entah kenapa perasaannya sejak tadi bangun tidur menjadi tidak enak. Sinta yang tengah di bonceng Nayla merasa ada yang kurang jika sahabatnya itu diam seperti ini.


" Loe kenapa sih Nayla Dipsy Pooh ? Dari tadi kok diem aja ", tanya Sinta sambil melongok ke arah wajah sahabatnya. " Loe berantem sama om galak ? Atau om galak balikan lagi sama mantan ?"


" Huss sembarangan kalau ngomong, gue tabok pake duwit langsung mingkem loe ", sewot Nayla.


" Iya loe taboknya pake duwit mainan ", ejek Sinta menyebik. Bukannya marah Nayla justru malah tertawa ngakak.


" Tahu aja loe kalau gue lagi bokek ",


" Yaelah pacar bos Pratama group gak punya duwit, rugiiiii ", teriak Sinta di kuping Nayla


" Biarin, gue kan bukan cewek matre ", teriak Nayla tak kalah kencang.


Kemudian keduanya tergelak bersama. Kedua bocah itu jika sudah bersama pasti ada saja bahan untuk di buat bercanda. Karena keasyikan ngobrol membuat perjalanan menuju tempat bekerja terasa sangat cepat. Nayla yang sudah selesai memarkirkan motor bututnya itu segera menggandeng lengan Sinta untuk masuk. Karena hari masih pagi, belum ada karyawan yang datang. Hanya para OB yang datang lebih awal, maka dari itu suasana masih sangat sepi.


Saat keduanya hendak berjalan menuju lobby, tampak seorang wanita tengah berjalan menuju ke arah mereka. Nayla mencoba bertanya pada Sinta, namun Sinta juga tidak tahu itu siapa. Nayla dan Sinta terpaksa berhenti karena perempuan itu terlihat ingin menghampiri mereka.


Perempuan yang tengah memakai masker itu berjalan seraya menatap Nayla dengan sorot mata penuh kebencian. Nayla yang merasa mendapat tatapan tajam dari perempuan itu merasa sedikit was-was.


PLAAKK


Terdengar bunyi tamparan yang cukup keras mengenai pipi kiri Nayla saat perempuan itu sudah berada tepat di depannya.


" Dasar ****** kecil, berani-beraninya kamu menggoda kekasih saya ", geram Tania dengan nafas menggebu. Ia menarik rambut Nayla dengan penuh emosi.


" Rasakan ini gadis sialan ", teriak Tania semakin kencang menarik rambut Nayla.


" Au sakit mbak ", pekik Nayla berusaha melepas cengkraman tangan Tania di rambutnya. Sinta yang melihat sahabatnya di aniaya segera mendorong Tania hingga hampir terjungkal.


" Apa-apaan sih loe, datang-datang mukul temen gue ", marah Sinta seraya menatap tajam Tania.


" Kamu itu tidak usah ikut campur, ini urusan saya dengan gadis sialan itu ", dengus Tania yang masih ingin menghajar Nayla.


Nayla tampak menunduk memegangi pipinya yang terasa panas. Sinta segera memeriksa keadaan Nayla yang terlihat berantakan.


" Dengar ya gadis sialan, kamu dengarkan saya baik-baik. Jauhi Kenzoe, atau saya akan membuat hidup kamu tidak tenang selamanya ", ancam Tania seraya melenggang pergi meninggalkan Nayla yang masih syok.


" Dasar orang gila ", maki Sinta meneriaki Tania yang tampak tidak peduli dan terus berjalan menjauh.


" Loe gak apa-apa kan nay ", tanya Sinta khawatir.

__ADS_1


" Gue gak apa-apa kok sin, cuman kaget aja ", jawab Nayla berusaha terlihat kuat. Sinta mengajak Nayla untuk masuk ke dalam dan mendudukkan sahabatnya itu di bangku ruang tunggu.


" Sebentar ya nay, gue ambil es batu di pantry ", kata Sinta bergegas pergi.


Nayla tampak diam merasakan ngilu di pipi dan juga kulit kepalanya. Beruntung suasana tadi masih sepi, jika tidak pasti keadaan akan menjadi kacau. Dari jauh tampak Sinta berjalan tergesa-gesa membawa es batu di tangannya.


" Sini gue bantuin kompres memar loe nay ",


" Makasih sin ", jawab Nayla seraya memutar duduknya menghadap Sinta. Sahabatnya itu mulai mengompres memar di pipinya dengan hati-hati.


" Kayaknya tadi itu mantannya pak kenzoe deh nay ",


" Gue juga gak tau sin, yang jelas memang cuman mantan om galak yang punya alasan buat mukulin gue kayak gini ", jawab Nayla seraya meringis menahan perih.


" Loe harus kasih tahu pak kenzoe tentang masalah ini nay ",


" Masalah apa ? "


Nayla dan Sinta yang mendengar suara seseorang segera menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat Kenzoe sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Rupanya Kenzoe yang pagi ini ingin segera mengecek berkas meeting yang sangat penting, tanpa sengaja mendengar obrolan Nayla dan Sinta.


Kenzoe tampak terkejut melihat keadaan Nayla yang terlihat berantakan. Kenzoe yang juga melihat memar di pipi kekasihnya itu segera berlari menghampirinya.


Saat Nayla hendak menjawab, Sinta langsung menyela.


" Tadi Nayla dipukuli sana mantan pak kenzoe ", kata Sinta membuat kenzoe terkejut


" Mantan saya ? ", tanya Kenzoe yang diangguki Sinta cepat.


" Meski perempuan tadi memakai masker, saya tetap yakin itu mantan kekasih bapak. Soalnya ia tadi mengancam Nayla untuk segera menjauhi pak kenzoe ",


Kenzoe yang mendengar jawaban dari mulut Sinta tampak mulai emosi. Tanpa permisi, tiba-tiba Kenzoe menggendong Nayla. Nayla yang terkejut segera mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzoe karena takut terjatuh.


" Om ",


" Diamlah, saya akan mengobati luka kamu di ruangan saya ", kata Kenzie seraya berjalan menuju lift khusus atasan yang diikuti Romi sang asisten. Sinta yang di tinggal sendirian segera pergi ke ruangannya karena hari sudah semakin siang.


Saat sudah tiba di ruangannya, Kenzoe mendudukan Nayla di sofa yang berada di ruangannya.


" Yang terluka itu pipi Nayla om bukan kaki, ngapain sih pake di gendong segala ", sewot Nayla.


" Kamu kok gak ngerti sih nay, pacar kamu itu cuma modus, biar bisa nempel-nempel sama kamu ", ledek Romi yang masih berdiri di dekat pintu. Kenzoe yang mendengar ledekan Romi tampak mendengus sebal.

__ADS_1


" Sepertinya kamu sudah bosan menjadi asistenku Rom. Bagaimana jika mulai besuk kamu saya pindah tugaskan di pos satpam depan ",


" Ampun bos ", Romi yang mendengar ancaman Kenzoe segera ngacir keluar dan segera menutup pintu ruangan bosnya. Nayla yang melihat sikap konyol Romi Sampek tertawa ngakak.


" Au ", keluh Nayla menahan sakit karena pipinya terasa ngilu saat di buat tertawa. Kenzoe segera mengambil salep dari dalam laci meja kerjanya.


" Sini saya obati ", tanpa protes Nayla menghadap om galaknya


" Maaf ", cicit Kenzoe di sela kegiatannya mengoles obat di pipi Nayla.


" Kenapa om minta maaf ? "


" Karena gara- gara saya kamu jadi seperti ini. Saya tidak menyangka jika Tania bisa berbuat se kasar ini sama kamu ", tampak raut sedih di wajah Kenzoe. Nayla yang melihat wajah sedih om galaknya segera meraih tangannya.


" Om itu gak salah. Wajar jika mbak Tania begitu, dia pasti cemburu. Apalagi kalian kan belum lama putusnya ", kata Nayla seraya menatap lekat mata kekasihnya itu.


" Tapi yang Nayla heran, darimana mbak Tania tahu kedekatan kita ? ", tanya Nayla yang membuat kenzoe ikut berpikir. Benar juga dari mana Tania tahu batin Kenzoe penasaran.


" Ah nay tahu ", pekik Nayla tiba-tiba.


" Tahu apa ? ", tanya kenzoe penasaran.


" Jangan-jangan ini ada hubungannya sama orang yang membuntuti aku kemarin om ",


" Apa ? Ada yang membuntuti kamu ? ", tanya Kenzoe tidak percaya .


" Iya, awalnya nay juga gak tahu om. Tapi Sinta yang kasih tahu nay om. Jangan-jangan itu mata-mata suruhannya mbak Tania ",


Kenzoe tampak diam berpikir, bisa saja itu terjadi. Apalagi kemarin Tania tampak tidak terima jika ia memutuskan hubungan mereka.


" Sepertinya aku harus segera menyelidiki ini semua ", gumam Kenzoe menahan amarahnya.


*********


Maafkan othor yang telat up date. Hape othor hari ini agak rewel 😂.


Pokoknya dukungan like komen subscribe vote dan hadiah masih tetap othor tunggu.


Ayo yang pengen bales pukul mbak Tania, pukulnya pake like aja ya😁


Terima kasih para readersku 😘

__ADS_1


__ADS_2