
Hari ini Tania yang mendapat waktu istirahat sampai besuk siang segera meluncur ke apartemen kekasihnya. Ia menjadi khawatir dengan perubahan sikap kenzoe yang semakin dingin padanya. Apalagi setelah percakapan mereka kemarin di telepon, Tania semakin di buat tidak tenang.
Saat sudah tiba di basemant apartemen kenzoe, Tania segera keluar dari dalam mobilnya dan bergegas naik ke lantai sepuluh dimana letak apartemen kenzoe berada. Setelah tiba di depan pintu apartemen kenzoe, Tania segera menekan nomor sandi dan mulai membuka pintu itu.
Di lihatnya ke sekeliling ruangan yang terlihat sangat sepi. Kemudian ia beralih menatap pintu kamar kenzoe yang terlihat terbuka sedikit. Dengan pelan ia melangkahkan kaki jenjangnya ke dalam kamar sang kekasih. Di lihatnya kenzoe yang tengah tertidur pulas di atas ranjang.
" Tumben sekali jam segini kamu sudah tidur ", batin Tania saat melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul sembilan malam.
Tania berjalan dengan perlahan mendekati ranjang kenzoe. Setelah itu ia merangkak naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh kenzoe dari belakang. Tania mulai menciumi aroma wangi tubuh kekasihnya yang sangat ia rindukan.
Kenzoe yang merasa terganggu dengan pergerakan Tania, mulai membuka mata dan mengumpulkan kesadarannya. Saat mata Kenzoe terbuka lebar, ia terkejut mendapati tangan putih mulus tengah melingkar di perutnya. Ia segera membalik tubuhnya untuk melihat orang tersebut.
" Zoe ", sapa Tania tersenyum manis padanya.
" Tania ", kenzoe buru-buru memundurkan tubuhnya. Kemudian ia beranjak turun dari ranjang king size nya.
" Kenapa Zoe ? Kenapa kamu terlihat tidak senang dengan kedatanganku ? tanya Tania dengan raut wajah sendu.
" Maaf Tania. Tapi aku benar-benar lelah dengan hubungan kita yang tidak jelas ke depannya ini. Sebaiknya kita sudahi saja ", ucapan Kenzoe sontak membuat Tania marah.
" Nggak aku gak mau Zoe. Aku gak mau putus sama kamu, bukankah kamu sudah berjanji akan menungguku. Kenapa kamu sekarang berubah pikiran ? "
" Apa aku masih perlu menjawab pertanyaan kamu itu Tania. Kamu lah orang yang membuat aku bisa mengambil keputusan seperti ini. Dua tahun lebih aku menunggu kepastian dari kamu. Tapi apa ? Kamu terus saja sibuk dengan dunia mu sendiri. Aku lelah Tania, lelah mengharapkan perhatian kamu, aku lelah menunggu waktu luang kamu dan aku lelah terus-terusan kamu abaikan. Kamu selalu lebih mementingkan karirmu dari pada aku yang merupakan kekasihmu ",
" Tapi Zoe, semua masih bisa di bicarakan baik-baik kan. Aku gak mau putus dari kamu Zoe. Aku masih sangat mencintaimu ", Tania berlari menghambur memeluk tubuh kekasihnya itu sambil menangis tersedu-sedu.
Kenzoe sebenarnya tidak tega melakukan ini pada Tania. Namun beberapa hari ini ia sudah memikirkan matang-matang akan keputusannya ini. Di dalam hatinya yang sekarang sudah tidak ada lagi nama Tania. Yang tertinggal hanya rasa kecewa dan kecewa. Ia tidak mau berlarut-larut dalam hubungan yang membuatnya tidak bahagia
" Maaf Tania, tapi keputusanku sudah bulat. Aku harap kamu mau menerima keputusanku ini. Dan sekarang aku harap kamu keluar dari apartemen ini. Aku sedang ingin sendiri ",
" Nggak Zoe, aku gak mau. Aku gak mau putus sama kamu, aku juga gak mau pergi dari sini ", rengek Tania memohon sambil terus memeluk tubuh Kenzoe. Kenzoe berusaha melepas pelukan Tania dan sedikit mendorong bahu kekasihnya.
" jika kamu tidak mau pergi dari sini, biar aku yang keluar ",
__ADS_1
" Nggak Zoe kamu gak boleh pergi, aku gak mau putus sama kamu ",
Kenzoe yang kehabisan kesabaran itu dengan keras membentak kekasihnya.
" Tania cukup ",
Mendengar bentakan kenzoe yang keras membuat Tania langsung melepas pelukannya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Kenzoe bisa berbicara begitu kasar padanya. Tania menatap nanar pada sang kekasih dengan uraian air mata. Kenzoe yang sudah terlepas dari pelukan Tania, buru-buru meraih kunci mobilnya di atas nakas dan bergegas pergi meninggalkan Tania.
Tania yang melihat kekasihnya pergi keluar meninggalkan dirinya seorang diri, mulai meraung menangisi hubungannya dengan sang kekasih. Tubuh lemas nya merosot ke lantai, tangannya menangkup wajah cantiknya yang sudah basah oleh air mata.
" Kenapa jadi begini ? Kamu kenapa jadi jahat kayak gini sama aku Zoe. Kenapa ? hik hik ",
🌸🌸🌸🌸
Di jalan, kenzoe melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihat Tania menangis membuat hatinya ikut merasakan sakit. Tidak mudah untuk dirinya mengambil keputusan ini. Hubungan yang di bangun hampir empat tahun itu telah banyak memberikan kenangan manis untuknya.
Tapi rasa kecewa yang Tania berikan sedikit demi sedikit, telah berhasil mengikis semua kenangan indah itu sekaligus rasa cintanya. Semua memang harus segera di akhiri. Karena Kenzoe tidak mau berlarut-larut dengan hubungan yang tak pasti.
Karena tidak ingin terjadi sesuatu di jalan, Kenzoe segera menepikan mobilnya di pinggir jalan raya. Kenzoe memukul setir mobilnya berulang kali untuk meluapkan semua emosinya. Hatinya saat ini sungguh kacau sekali.
Malam itu Kenzoe yang tengah banyak pikiran memutuskan menginap di kantornya. Ia sedang tidak ingin di ganggu oleh siapa-siapa.
🌸🌸🌸🌸🌸
Pagi harinya
Nayla yang semalam tidak bisa tidur memikirkan om galaknya terus, akhirnya bangun kesiangan. Jam dinding sudah berjalan sampai angka tujuh lebih, namun sang pemilik kamar masih terlihat asyik mendengkur. Ibu Nayla yang belum melihat anak gadisnya keluar kamar, segera berjalan ke arah pintu kamar Nayla.
Tok tok tok
" Nayla bangun ", panggil Bu Rani dengan nada yang masih wajar. Karena tidak mendapat sahutan dari dalam, kini panggilan itu naik satu oktaf.
" Naylaaaa bangunnn ", teriak ibunya jengkel.
__ADS_1
" Astaga masih belum bangun juga ", dengan sedikit menggeram Bu Rani mengumpulkan kekuatannya.
Dok dok dok
" Naylaaaaaaa bangunnnnnnn ", duar suara emaknya yang menggelegar sampai membuat ranjang Nayla bergetar.
Nayla yang mendengar teriakan ibunya yang menggema di seluruh kamarnya sampai terkejut dan terduduk dari tidurnya. Ia yang belum sepenuhnya sadar segera mengucek kedua matanya. Saat kesadarannya mulai kembali, matanya langsung melotot sempurna mendapati jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh lewat seperempat.
" Astaga gue kesiangan ", ia segera berlari keluar kamar sambil menyambar handuknya. Di depan pintu sudah ada ibunya yang tengah berkacak pinggang menatap garang ke arahnya.
" Stop stop jangan ngomel dulu ya ibuku yang cantik. Waktunya gak keburu, nanti nay bisa telat ", kata Nayla yang segera ngacir masuk ke dalam kamar mandi.
🌸🌸🌸🌸🌸
Setelah drama kesiangan di pagi hari, kini di sinilah Nayla berada. Mengepel lobby kantor sambil menahan perutnya yang lapar. Maklum tadi ia tidak sempat ikut sarapan. Yang ada pagi-pagi ia sudah sarapan dengan Omelan Bu Dania yang memarahinya karena terlambat datang.
Krukkkk
" Astaga nih perut kok gak bisa di ajak kompromi sih. Sabar ya cacing kremi, nanti kalau tugas gue sudah beres kita sarapan bekal nasi goreng buatan emak gue. ok ", kata Nayla sambil mengelus perutnya.
Kemudian ia segera melanjutkan tugasnya membersihkan lantai paling atas. Nayla mulai membersihkan ruang om galaknya lebih dulu. Mumpung orangnya belum datang. Dengan pelan Nayla mulai membuka pintu ruangan Kenzoe.
Ceklekk
Ketika pintu itu terbuka lebar, mata indah Nayla menangkap sesosok laki-laki tampan yang tengah meringkuk di atas sofa.
" Om galak ", gumam Nayla terkejut.
********
Jangan lupa like komen vote hadiah
Biar author semakin semangat up datenya
__ADS_1
Terima kasih ☺️