Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 9


__ADS_3

Mentari pagi bersinar dengan terangnya. Cuaca yang cerah membuat orang-orang bersemangat mengawali aktifitasnya di Minggu pagi ini. Namun itu tidak berlaku untuk gadis cantik yang tengah bergelung dengan selimut tebalnya.


Nayla masih tampak asyik menikmati tidurnya sambil sesekali senyum-senyum tidak jelas. Entah mimpi apa dia sekarang.


Tok tok tok


" Kak Nayla kak Nayla ", terima vino adik Nayla dari balik pintu kamar.


Karena tidak ada sahutan dari dalam Vino kembali mengetuk pintu tersebut lebih kencang lagi.


Tok tok tok


" Kaakkkk Naylaaaaa ",


Nayla yang mendengar teriakan Vino seketika bangun dan langsung terduduk. Nayla yang masih mendengar vino berteriak di luar kamarnya merasa sangat kesal.


Cekleek


BUGH


Nayla yang kesal melempar bantalnya ke arah sang adik. Vino yang tidak siap menerima lemparan itu reflek menangkap bantal tersebut dan hampir terjengkang.


" Iuuh bau iler ", kata Vino sambil melempar kembali bantal itu ke arah kakaknya.


" Enak aja ngatain bau iler. Kamu itu kenapa sih dek teriak-teriak ganggu orang tidur aja. Badan kakak itu lagi capek banget tau, pengen istirahat ", kesal Nayla.


" Vino tuh nggak maksud ganggu tidur kakak kok. Vino itu cuman mau kasih tahu kakak, kalau kak Sinta lagi nungguin kakak di depan ",


" Sinta. Astaga gue lupa ", Nayla yang teringat janjinya untuk menemani sinta jalan-jalan ke Mall, buru-buru masuk kamar dan menutup pintunya. Ia tidak menghiraukan sang yang masih berdiri di sana. Vino yang merasa di cuekin segera berlalu ke depan meneruskan kegiatannya tadi yang tertunda.


Dua puluh menit kemudian.


Nampaklah Nayla yang sudah cantik, rapi plus wangi menghampiri sahabatnya yang terlihat cemberut.


" Gila loe ya nay, gue telepon berkali-kali gak diangkat, rupanya masih enak-enakan molor ", kesal Sinta sambil bersidekap memelototi sahabatnya.


" Hehe, maaf sin.Habisnya gue capek banget. Loe tahu kan seminggu ini kerjaan gue banyak banget ",


" Lah trus ini jadi berangkat nggak ? ", tanya Sinta yang masih sedikit kesal.


" Jadi dong Sin, masa nggak jadi. Ayo ", Nayla pun menggandeng tangan sahabatnya menuju motor antik kesayangannya.


Sepanjang perjalanan Nayla dan Sinta tampak asyik bercanda. Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di salah satu mall besar


di kota. Nayla segera memarkirkan motornya yang terlihat paling tua di bandingkan yang lainnya.


Sebenarnya ada rasa minder saat melihat hal seperti itu. Namun sekuat tenaga Nayla menepisnya. Ia harus sadar diri dengan ekonomi keluarganya. Masih syukur ia bisa naik motor, dari pada jalan kaki pikir Nayla membesarkan hatinya sendiri.


Mereka berdua memasuki pintu mall tersebut dengan raut wajah ceria. Meski uang di dompet tidak seceria wajah mereka, setidaknya dengan melihat barang-barang bagus di sana bisa membuat suasana hati menjadi bahagia.

__ADS_1


" Sst nay lihat tuh. Bajunya bagus-bagus banget ala-ala Korea gitu ", bisik Sinta pada sahabatnya.


" Ia sih bagus, tapi dompet gue bisa nangis sin kalau di ajakin masuk ke toko itu, Mahal ",


" Kalau dompet gue bukan hanya nangis nay, tapi langsung tantrum guling-guling di lantai ", jawab Sinta tak kalah nyelenehnya. Mendengar kata-kata Sinta membuat Nayla tertawa ngakak.


Setelah berkeliling tidak jelas, akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke sebuah toko tas. Mereka terlihat tengah asyik melihat-lihat tas-tas cantik yang terpajang di sana.


Meski awalnya hanya ingin melihat-lihat, namun pada akhirnya mereka pun tidak bisa menghindari godaan syetan yang bernama di syetan diskon. Mereka akhirnya keluar dari toko tersebut dengan menenteng paper bag di tangan masing-masing.


" Akhirnya khilaf juga ", kata Nayla yang di sambut gelak tawa Sinta.


" Nggak apa-apa nay, sesekali ngasih hadiah buat diri sendiri. Siapa lagi yang mau beliin, La wong pacar aja gak punya ", kata Sinta di angguki Nayla cepat.


Saat tengah asyik berjalan sambil bercanda ria, manik mata Nayla tidak sengaja melihat dasi untuk pria yang menarik perhatiannya. Di tariknya tangan Sinta untuk ikut masuk ke dalam toko tersebut. Sesampainya di dalam, Nayla segera menuju tempat dasi-dasi itu di pajang.


" Buat apa loe lihat-lihat dasi kayak beginian nay. Mau beliin buat bapak Lo ? Kan bapak loe kerjanya di bengkel, masa iya pakai dasi ? tanya Sinta cengoh. Nayla yang gemas pada sahabatnya itu segera menghadiahi Sinta sentilan.


PLETAKK


" Aduh ", pekik Sinta.


" Loe itu kalau ngomong mbok ya dipikir dulu. Masa iya bapak gue yang kerja di bengkel gue beliin dasi. Buat apa ? Buat ngelap oli ? jawab Nayla gregetan.


" Lah trus loe lihat-lihat dasi buat apa coba ? ",


" Yang bener aja nay, mana mau tuh om-om pakai dasi murah kayak gitu. Tuh bos sombongnya kan level seribu ",


" Kata bapak gue yang penting itu usaha dulu, masalah hasil di pikirin belakangan ",


" La trus kalau om galak gak mau, mau loe apain tuh dasi ",


" Buat nyekek loe ", jawab Nayla menahan kesal.


" Kejam amat sih loe nay ",


" Biarin ", sewot Nayla yang berlalu pergi ke kasir membawa dasi pilihannya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Keesokan harinya seperti biasa Nayla berangkat kerja bersama Sinta sahabatnya. Sesampainya di parkiran mereka segera masuk ke dalam kantor untuk bersiap-siap bertempur dengan sapu dan alat lainnya.


Saat Nayla sudah menyelesaikan tugas rutin pagi harinya ia segera naik ke lantai atas untuk membuatkan kopi om galaknya. Tidak lupa ia membawa dasi yang kemarin ia beli. Tadi malam Nayla sudah membungkusnya dengan rapi.


Tok tok tok


Nayla segera masuk setelah Kenzoe mempersilahkannya. Nayla segera menaruh kopi itu di atas meja. Namun saat akan mengutarakan maksud hatinya, entah kenapa menjadi sedikit ragu. Ia jadi terdiam di tempatnya sambil memegangi saku celananya.


Kenzoe yang menyadari bahwa Nayla belum beranjak dari tempatnya, mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Ada apa lagi ? ", tanya Kenzoe ketus.


Entah kenapa saat teringat Nayla yang asyik bercanda dengan varo kemarin membuat hatinya kesal sekali.


" em itu om anu ",


" Kamu panggil saya apa ? " tanya Kenzoe menatap tajam Nayla.


" om eh pak ",


" Apa ? "


Nayla yang semakin gugup menyodorkan dasi itu ke arah kenzoe.


" Ini buat om ", ( lah kok om lagi dasar Nayla )


Kenzoe menatap bingkisan kecil yang di pegang oleh Nayla. Dengan ragu-ragu Kenzoe menerima bingkisan itu.


" Apa ini ? Saya tidak lagi ulang tahun ",


" Buka aja om eh pak ",


Kenzoe segera membuka bungkusan itu. Saat mengetahui isi dari bingkisan itu adalah dasi murahan membuat kenzoe tersenyum smirk.


" Barang seperti ini kamu berikan ke saya ? Bahkan harga dasi ini tidak ada sepersepuluh dari harga dasi yang saya pakai saat ini. Apa kamu mau merendahkan selera saya ", bentak Kenzoe sambil membuang dasi itu ke lantai.


Melihat dasi yang ia beli sampai menguras isi dompetnya itu di buang begitu saja, membuat mata Nayla berkaca-kaca.


" Bukan maksud nay kayak gitu om. Nay cuma mau kasih dasi itu, karena nay pikir bakal cocok buat om. Nay belinya dari seperempat gaji nay Lo om. Masa om buang kayak gitu. Kalau om gak suka kan bisa di simpan, gak usah om buang kayak gitu. Om jahat banget sih ",


Nayla pun berlari keluar sambil menyeka air matanya yang mulai jatuh ke pipi. Ia sadar siapa dirinya, namun entah perasaan macam apa yang tumbuh di hatinya yang membuat dirinya begitu nekat mendekati bos galaknya.


Kenzoe yang mendengar ucapan Nayla, tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya. Seakan-akan ia mampu merasakan betapa sakit hatinya gadis itu.


Dengan ragu-ragu Kenzoe mengambil kembali dasi yang sudah ia buang tadi. Ia tertegun sambil memegangi dasi itu. Rupanya pilihan Nayla tidak lah keliru. Corak dan warna yang Nayla pilihkan benar-benar sesuai dengan selera kenzoe. Ya meski harganya tidak seberapa di banding dasi miliknya.


Tiba-tiba perasaan bersalah bersarang di dalam hatinya.


" Apakah sikapku tadi sangat keterlaluan ", gumam kenzoe pelan ",


*********


Jangan lupa


Like komen vote subscribe dan hadiah


Satu kali tekan bisa memberi semangat author untuk berkarya


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2