Mengejar Cinta Om - Om Galak

Mengejar Cinta Om - Om Galak
Bab 41


__ADS_3

Di sini lah akhirnya mereka berempat, di dalam restoran di mana tadi Nayla dan Kenzo makan malam. Nayla terlihat menatap penuh rasa penasaran pada sahabatnya Sinta yang tengah makan. Karena keduanya belum makan malam, maka Kenzoe menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu sebelum nanti di interogasi.


Romi dan Sinta tampak tidak nyaman saat makan. Padahal apa yang mereka lihat tidak seperti yang sebenarnya terjadi. Akhirnya makan malam itu selesai juga. Meski Romi dan Sinta harus susah payah menghabiskan makanannya di tengah tatapan intimidasi dari kenzoe dan Nayla.


" Sekarang jelaskan pada kami, ada hubungan apa kalian berdua ? ", tanya kenzoe seraya menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.


" ini semua tidak seperti yang bos pikirkan ", bela Romi.


" Maka dari itu jelaskan sekarang ",


Romi tampak menghela napas panjang, sebelum akhirnya ia menceritakan yang sebenarnya terjadi.


" Begini bos, tadi itu mama bos, alias Tante imel itu nyuruh gue datang ke rumah Nayla untuk mengantar beliau dan juga ibunya Nayla berbelanja kebutuhan souvenir karena pak Maman sopir mama bos sedang sakit perut dan disuruh Tante Imel pulang duluan. Kebetulan Sinta datang untuk mengembalikan novel yang dia pinjam dari Nayla. Dan Tante Imel malah ngajak Sinta buat ikut kami. Alasannya sih biar ada yang di ajak sharing. Soalnya selera anak muda jaman sekarang dengan orang dulu kan beda bos. Apalagi Nayla sudah menyerahkan semua urusan pernikahannya sama Tante Imel ", kata Romi menjeda penjelasannya.


" La trus kok sekarang tinggal kalian berdua. Trus masuk restoran mewah untuk makan malam, hayo ", tanya Nayla sambil memicingkan mata menatap Romi dan Sinta bergantian.


" Soalnya tadi Tante Imel sama tante Rani nyuruh kita cari makan dulu. Soalnya mereka masih lama di toko souvenir tadi dan mereka berdua sudah makan malam gitu bos ", kata Romi melanjutkan penjelasannya.


" Tadi gue sudah minta pak Romi untuk makan malam di tukang nasi goreng di pinggir jalan. Tapi kata pak Romi tidak higienis. Padahal gue makan di sana berkali-kali juga gak kenapa-kenapa ", kata Sinta sambil melirik sebal ke arah Romi.


Hilang sudah rasa kagumnya dulu pada lelaki tampan di sampingnya. Ia paling tidak suka sama cowok yang sok bersih dan suka meremehkan orang lain.


" Tapi tadi tempatnya memang kotor dan banyak debu dari asap kendaraan Sinta. Masak kamu cewek gak ngerti, dasar jorok ", kata Romi beralasan.


" Bilang aja pak Romi gak pernah makan di warung pinggir jalan karena gak pernah hidup susah. Saya jamin kalau pak Romi mau coba sekali saja, bakalan ketagihan sama rasanya ",


" Saya tidak mau dan tidak ingin mencobanya ", kata Romi seraya menatap tajam Sinta.


" Sombong. Hati-hati ntar kualat Lo sama ucapan sendiri ", cibir sinta pada asisten bosnya itu.


" Bodo amat ", ketus Romi.


Nayla dan kenzoe saling pandang melihat kedua orang di depannya ini yang malah bertengkar.

__ADS_1


" Kenapa kok gak kayak ekspektasi aku ya om ", tanya Nayla berbisik di telinga kenzoe.


" Sama sayang, aku pikir mereka bakalan mengakui bahwa tengah menjalin hubungan. Eh tahunya malah berantem kayak tom and Jerry ", kata kenzoe yang membuat keduanya terkikik geli.


Kenzoe yang melihat suasana berubah menjadi tegang, mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Lalu setelah ini kalian mau kemana ? Apa akan menjemput mamaku dan ibu Nayla di toko souvenir ",


" Tentu saja menjemput mereka bos, karena tadi mereka menyuruh saya untuk kembali menjemput setelah selesai makan malam ", jawab Romi.


" Ya sudah kalau begitu aku dan Nayla balik duluan saja. Soalnya tadi nayla minta di antar pergi ke minimarket lebih dulu ",


" Gue boleh nebeng sama loe gak nay ? Gue rela deh loe ajak keliling dunia dulu. Dari pada gue harus satu mobil sama dia ", kata Sinta seraya menunjuk Romi dengan dagunya.


" Nggak, gue gak mau ya kencan gue Ama om ganteng terganggu. Loe bareng lagi aja sama pak Romi, kan tadi datangnya barengan. Jadi pulangnya ya harus bareng lagi ", kata Nayla setengah mengulum senyumnya.


" Yaelah nay kejam amat. Lagian itu aturan dari mana kalau pulang pergi harus bareng terus ", kesal Sinta pada sahabatnya.


Romi yang mendengar perdebatan dua sahabat itu segera menarik tangan Sinta untuk meninggalkan restoran itu.


" Sudah jangan banyak ngobrol, sebaiknya kita segera ke toko tagi. Gak enak kalau Tante Imel dan ibunya Nayla menunggu terlalu lama ",


Sinta yang mengerti segera berdiri dan mengikuti langkah Romi. Nayla yang melihat Romi menggandeng tangan Sinta merasa bibirnya terasa gatal untuk segera berkomentar. Dasar Nayla persis nitizen julid wkwkwk.


" Mau menyeberang ya pak Romi, kok itu tangan terus gandengan ", goda Nayla pada akhirnya. Sinta yang mendengar itu buru-buru melepas genggaman tangan Romi. Wajahnya terlihat merona dan salah tingkah. Romi yang kesal pada Nayla segera melenggang pergi dan di susul Sinta yang terlihat menoleh ke belakang serta melambaikan tangan ke arah sahabatnya.


" Kamu itu paling seneng godain orang ya nay ", kata kenzoe mencubit gemas pipi kekasihnya.


" Habisnya mereka berdua itu lucu banget om. Kayak tom and Jerry ", jawab Nayla cekikikan.


🌸🌸🌸🌸🌸


Di perjalan menuju ke toko souvenir Sinta tampak diam saja. sedang Romi tampak fokus menyetir dan tidak mempedulikan gadis di sampingnya yang tengah cemberut.

__ADS_1


Saat Romi serius menyetir, tiba-tiba ada ibu-ibu yang nyeberang jalan menyelonong tanpa permisi. Alhasil Romi langsung mengerem mobilnya yang membuat tubuh keduanya terhuyung ke depan. Untung keduanya memakai sabuk pengaman. Ingin rasanya Romi mengumpati ibu-ibu tadi. Tapi ia tidak mau melakukan itu, takut malah jadi panjang urusannya kalau menyangkut emak-emak. Ia lebih memilih melihat keadaan Sinta di sampingnya.


" Loe gak kenapa-kenapa kan sin ", tanya Romi yang terlihat khawatir.


" Nggak apa-apa kok pak. Sinta cuman kaget aja ",


" Syukurlah ", kata Romi seraya menyalakan mesin mobilnya meneruskan perjalanan menuju toko souvenir.


Sinta tampak terus menatap ke arah Romi dengan pikiran bingung. kenapa lelaki di sampingnya ini sangat aneh. Kadang-kadang baik, kadang-kadang menyebalkan. Tapi tidak bisa di pungkiri lelaki di sampingnya itu memang tampan mempesona. Tapi Sinta yang sudah terlanjur ilfeel dengan sikap sok bersih Romi, malah jadi kesal. Rasa kagumnya dulu tiba-tiba menguap hilang entah kemana.


Romi yang merasa di perhatikan terus oleh Sinta tampak tersenyum tipis.


" Kamu kalau suka sama saya bilang saja. Jangan curi-curi pandang kayak gitu. Entar kalau kamu jatuh cinta sama saya, saya gak mau tanggung jawab ya ", kata Romi dengan pedenya.


" Idih pede banget ", cibir sinta


" Ya habisnya kamu sedari tadi mandangin saya terus ",


" Saya gak lagi mandangin wajah pak Romi, tapi saya itu lagi mandangin rambut pak Romi yang ada ubannya ", bohong Sinta.


Romi yang terkejut, buru-buru menepikan mobilnya dan melihat ke spion untuk memeriksa rambutnya.


" Mana Sinta, gak ada ",


" Tapi bo'ong ", jawab Sinta dengan entengnya. Romi yang mendengar jawaban Sinta tampak mendengus kesal. Sinta pura-pura menatap keluar sambil tersenyum puas karena berhasil mengerjai asisten bosnya itu.


**********


Ayo like komen vote subscribe dan hadiahnya jangan lupa


Selalu othor nantikan loh 🀭


Terima kasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2