
Pagi ini saat Nayla memasuki ruangan OB, ada sedikit hal yang terlihat berbeda. Semua teman seprofesinya yang berada di ruangan itu terlihat tengah berbisik-bisik seakan sedang membicarakannya.
Tidak mau ambil pusing, Nayla lebih memilih segera pergi dari sana. Saat ia berada di lobby tengah menyapu, beberapa karyawan yang melintas juga terlihat memandanginya dengan tatapan sinis.
Nayla buru-buru menyelesaikan pekerjaannya karena semakin merasa tidak enak. Saat ia hendak memasuki lift, tampak Sinta berlari tergopoh-gopoh ke arahnya
" Nay tunggu ! ", Nayla mengernyitkan dahinya melihat Sinta yang berlari ke arahnya.
" Ada apa sin, kamu kok kayak di kejar setan aja ",
Sinta yang masih ngos-ngosan dengan cekatan memperlihatkan hape nya pada sahabatnya.
Mata Nayla langsung membulat sempurna ketika melihat foto-foto dirinya semalam yang tengah berkencan dengan om galak.
" Loe dapat darimana sin foto-foto ini ? "
" Gue gak tahu nay, tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal. Dan semua anak OB juga dapat kiriman yang sama kayak gitu ",
" Pantesan sikap mereka semua jadi aneh ", gumam Nayla yang masih tidak menyangka jika hubungan dirinya dengan sang atasan akan terbongkar dengan cara seperti ini.
" Sepertinya loe harus bicara sama pak kenzoe deh nay ", saran Sinta.
" Iya juga, tapi jam segini om galak belum datang sin ",
" Iya juga sih ", kata Sinta manggut-manggut.
" Ya sudah biarin aja, sebaiknya gue selesaikan dulu pekerjaan gue. Dari pada kena marah Bu Dania ",
" Ya udah, aku juga mau lanjutin ngepel lantai lima. Yang semangat ya nay, gue yakin pak kenzoe akan belain loe ",
" Ok ",
Mereka pun masuk ke dalam lift untuk menuju lantai sesuai tugas mereka. Setelah sampai Nayla segera melakukan tugasnya.
Saat dirinya yang tengah sibuk mengepel lantai di dekat ruangan Kenzoe, tiba-tiba ia dikejutkan oleh nyinyiran seseorang.
" Wah wah, aku gak nyangka banget, selera pak kenzoe ternyata rendah banget. Bisa-bisanya suka sama bocah ingusan kayak kamu ", sindir Agnes dengan tersenyum sinis.
Nayla yang mendengar ucapan Agnes terlihat memutar bola matanya dengan malas. Ia terlalu malas meladeni ocehan Mak lampir yang satu ini.
" Trus harusnya seleranya pak kenzoe itu seperti apa ? Seperti mbak Agnes gitu ? "
" Ya setidaknya bukan cewek miskin kayak kamu. Gak level banget tahu, aku yakin orang tua pak kenzoe akan menentang hubungan kalian. Jadi jangan kesenangan dulu kamu ",
__ADS_1
" Dasar Mak lampir sok tahu, gak tahu aja dia kalau orang tua om galak ngebet banget pengen jadiin gue mantu ", batin Nayla yang ingin menertawai perempuan di depannya.
" Terserah mbak Agnes aja deh ", kesal Nayla berlalu masuk ke dalam pantry.
Setelah selesai membuatkan kopi untuk Kenzoe Nayla bergegas masuk ke ruangan Kenzoe yang tampak terbuka lebar. Ia mencoba melongok ke dalam ruangan itu mencari keberadaan kekasihnya. Rupanya sang kekasih belum datang, padahal Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan lebih.
" Pak Kenzoe lagi ketemu klien sama pak Romi, kalau kamu mau ngadu sama kekasih kamu itu, tunggu aja sampai siang " Kata Agnes sinis.
Mendengar ucapan Agnes membuat Nayla menghela nafas kesal.
" Ya mbak Agnes, makasih informasinya ", kata nayla seraya berlalu masuk ke ruangan Kenzoe untuk meletakkan kopi buatannya. Setelahnya ia berjalan masuk ke dalam lift untuk melanjutkan tugasnya mengepel di lantai tiga.
Ting
Pintu lift terbuka lebar, Nayla segera keluar dari kotak besi itu. Ia segera melakukan pekerjaannya untuk mengepel ruangan tersebut yang terlihat sudah banyak karyawan yang sudah datang.
" Hei Nayla, ajarin kita dong, gimana caranya menarik perhatian bos ", sindir salah satu pegawai wanita yang terkenal dengan terang-terangan menyukai kenzoe.
" Iya nay, loe pake pelet apa sih bisa bikin pak kenzoe klepek-klepek kayak gitu ",
" Padahal loe gak cantik-cantik amat, cantikan juga kita-kita. Betul gak temen-temen ",
" Ho'oh bener itu. Gue yakin nih bocah pakai pelet buat dapetin pak kenzoe ",
" Kalau emang gue pake pelet, emang apa masalahnya sama kalian ? Yang gue pelet kan bukan pacar atau suami loe loe semua ", jawab Nayla dengan geram.
" Kalian semua beraninya cuman menindas gue yang hanya seorang OB. Kalau kalian berani tanya sana sama pak kenzoe kenapa lebih milih gue yang jelek ini dari pada kalian semua ",
Setelah menumpahkan kekesalannya, Nayla segera mengambil alat pel dan melanjutkan pekerjaannya.
" Gue mau lanjutin kerjaan ngepel gue. Awas saja kalau kalian berani ngatain gue lagi, gue sumpal mulut kalian pakai gagang pel ini ", kata Nayla sambil melototi mereka satu-satu.
Mendengar ucapan bar-bar Nayla membuat mereka kembali ke meja masing-masing dengan menahan kesal. Mereka cukup tahu Nayla, ia tidak pernah main-main dengan ucapannya. Maka dari itu mereka lebih memilih diam melanjutkan pekerjaan, dari pada gagang pel itu tiba-tiba melayang ke mulut mereka.
Setelah semuanya diam, Nayla segera meneruskan pekerjaannya dengan terburu-buru. Hampir pukul sebelas siang Nayla menyelesaikan pekerjaannya. Ia yang merasa lelah raga hati dan pikiran, segera melangkah menuju ruang OB. Untung ruangan itu tidak ada orang, ia segera mendudukan diri di kursi yang berada di ruangan tersebut.
Karena kehausan dan juga menahan kesal, Nayla sampai menghabiskan satu botol air mineral.
" Siapa sih kurang kerjaan banget nyebarin foto-foto gue sama om galak. Padahal gue baru juga ngerasain senengnya punya pacar, ada aja masalah yang datang ", gerutu Nayla sambil mengelap keringat di dahinya.
Saat Nayla yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di bahunya.
" Sayang ",
__ADS_1
Nayla yang hafal betul dengan suara itu segera menoleh ke belakang.
" Om ",ia segera berbalik badan dan menghambur memeluk kekasihnya.
" Om dari mana aja sih, nay hari ini kesel banget. Semua orang ngatain nay kalau nay itu pake pelet buat dapetin om ", kesal Nayla terisak di dalam dekapan Kenzoe.
" Hik hik emang nay sejelek itu ya om, sampai gak pantas buat dapetin om ",
Kenzoe yang mendengar ucapan Nayla segera menangkup pipi kekasihnya itu.
" Kamu itu cantik sayang, kecantikan kamu bukan hanya di wajah, tapi juga dari dalam hati kamu. Mereka berkata begitu hanya karena iri, karena merasa kalah sama kamu ",
Mendengar ucapan kenzoe membuat hatinya menjadi lebih tenang.
" Sekarang kamu ikut ke ruangan saya, kita makan siang di sana. Saya sudah membelikan kamu makanan yang enak-enak. Urusan ini biar Romi yang urus, kita tinggal terima beres saja ", kata kenzoe seraya membelai lembut pipi kekasihnya.
Mendengar kata makanan enak, membuat kesedihan Nayla menguap begitu saja. Ia segera mengulas senyum manis ke arah om galaknya.
" Ya udah kita ke ruangan om sekarang, Nayla mau habisin semua makanan yang om beliin. Itung-itung memulihkan kekuatan Nayla buat menghadapi nyinyiran karyawan om ", jawab Nayla yang membuat kenzoe tergelak
Kenzoe segera meraih tangan Nayla dan menggandengnya untuk masuk ke dalam lift khusus atasan.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Di tempat lain
" Apa pekerjaan kamu sudah beres ? ", tanya Tania pada gadis di depannya.
" Sudah mbak, saya sudah menyebar foto-foto itu di grub karyawan kantor ",
" Bagus. Ini sisa uang yang saya janjikan. Terima kasih atas kerjasamanya ",
" Sama sama mbak ", kata gadis itu yang terlihat senang setelah menerima amplop coklat yang berisi uang.
Setelah gadis itu berlalu keluar dari cafe, Tania pun tersenyum puas. Pasti gadis sialan itu sekarang mendapat banyak cibiran dari para karyawan wanita di sana pikirnya.
Awalnya Tania ingin membongkar hubungannya dengan Kenzoe dan membuat fitnah seakan-akan Nayla menjadi orang ketiga yang telah merusak hubungannya dengan Kenzoe. Namun mengingat uang denda yang sangat besar jika ia melanggar kontrak dengan rumah produksi yang menaunginya saat ini, membuat Tania mengurungkan niatnya. Akhirnya ia lebih memilih menyebarkan foto-foto yang ia dapat di mall saat itu untuk membuat Nayla tertekan.
" Meski ini tidak seberapa, tapi aku yakin gadis sialan itu pasti sekarang sedang menangis karena mendapat cemoohan dari para karyawan di sana. Rasakan itu gadis sialan ", gumam Tania tersenyum senang.
********
Ayo ayo like vote dan hadiahnya segera di pencet, gratis ππ
__ADS_1
Terima kasih ππ