
Dua Minggu telah berlalu semenjak kelahiran baby alexio. Pagi hari ini, seperti biasa Nayla di sibukkan dengan kegiatan barunya sebagai seorang ibu. Ia dengan hati-hati menyiapkan air hangat untuk mandi putra kesayangannya itu. Di bantu oleh baby sitter putranya, Nayla jadi tidak kesusahan.
" Wah anak mamah yang gemesin mau mandi ya ", kata Nayla seraya menyabuni seluruh tubuh alexio yang gemoy itu. Kemudian setelah seluruh tubuhnya sudah di penuhi busa sabun, Nayla segera menggendong alexio dan mulai memasukkannya ke bak bayi.
" Wanginya, anak Mamah pinter ya, gak nangis di mandiin ", kata Nayla seraya membasuh tubuh baby alexio hingga bersih.
Setelah bersih Nayla menyerahkan putranya itu pada sang pengasuh agar di pakaikan baju. Sedangkan dirinya akan menyiapkan air hangat untuk sang suami, dan menyiapkan pakaian kerjanya juga.
Saat Nayla memasuki kamar, rupanya suaminya itu masih tertidur pulas. Nayla berjalan mendekat ke ranjang, dan menatap lekat wajah tampan suaminya. Di kecupnya sekilas bibir tebal sang suami, kemudian ia beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Nayla sibuk menyiapkan air hangat, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Nayla tampak tersenyum karena ia sudah tahu siapa yang melakukannya, sudah pasti suaminya.
" Sayang, kamu pagi-pagi sudah menggodaku ", kata kenzoe seraya menciumi tengkuk sang istri.
" Aku hanya menciummu mas, bukan menggodamu ",
" Tapi ciumanmu sudah membangunkan milikku yang, dan kau harus tanggung jawab ", rengek Kenzoe seperti anak kecil.
" Ya ampun, memang mas lupa kalau aku masih masa nifas, belum boleh begituan ", terang Nayla sambil meneruskan kegiatannya. Ia beranjak dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian. Kenzoe yang lagi mode ngambek itu, terus saja mengikuti Nayla.
" Loh, kenapa mas malah ngikutin nay sih. Itu airnya sudah siap, mas kan harus pergi ke kantor, katanya ada rapat pagi ",
Bukannya menjawab Kenzoe malah kembali memeluk sang istri.
" Memangnya berapa lama sih yang masa nifas itu selesainya ? ",
" Kalau gak salah sih sekitar empat puluh hari ", Jawab Nayla sambil memilih kemeja yang akan di pakai kenzoe ke kantor. Sedang Kenzoe yang mendengar jawaban sang istri langsung lemas seketika.
" Kok lama banget sih yang ? ",
" Ya memang lama mas, malah ada yang lebih dari itu. Jadi mas yang sabar ya ", kata Nayla yang tampak menahan tawanya saat melihat ekspresi sang suami yang terlihat frustasi.
" Gak bisa kurang yang ? ", tawar kenzoe. Nayla langsung tertawa mendengar ucapan suaminya.
" Gak bisa mas, kamu ini ada-ada saja ya mas, pakek di tawar segala. Emang beli cabe di pasar pake acara tawar menawar ", jawab Nayla sambil geleng-geleng kepala.
Kenzoe tidak lagi bertanya, ia segera masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah lesu. Cukup lama Kenzoe di dalam kamar mandi, entah apa saja yang dilakukan bapak satu anak itu di dalam sana. Setelah hampir setengah jam, kenzoe baru keluar. Di kamar sudah tampak sang istri yang tengah menggendong putranya yang sudah mandi.
__ADS_1
Kenzoe berjalan mendekati istrinya dan segera menoel pipi gembul alexio.
" Gantengnya anak papa ", kata kenzoe seraya menciumi pipi gembul alexio.
" Mas kok lama banget sih mandinya ", tanya Nayla heran.
" Em itu anu tadi perut mas mules yang ", jawab Kenzoe yang tampak salah tingkah sambil garuk-garuk kepala. Padahal di dalam kamar mandi tadi Kenzoe lagi nenangin senjatanya yang sudah lama gak dapet jatah π€.
" Oh, aku pikir mas ketiduran di kamar mandi ", ledek Nayla. " Sudah sana cepetan pakai baju, pak Romi sudah nungguin tuh di depan "
Nayla pun segera mengajak putranya keluar kamar untuk berjemur di teras belakang. Setelah selesai berpakaian kenzoe berjalan menuju teras belakang menyusul sang istri.
Di sana sudah nampak sepiring nasi goreng di atas meja dan juga segelas susu hangat.
Nayla yang menyuruh mbak Tami menyiapkan sarapan itu di teras belakang. Ia tahu jika sang suami bakalan ngambek kalau gak di temani sarapan.
Setelah selesai menghabiskan sarapannya, kenzoe segera mencium istri dan putranya itu.
" Mas berangkat dulu ya ",
" Iya sayang. Alex papah berangkat dulu, kamu gak boleh rewel ya, jangan bikin mamah kerepotan ",
" Siap papah ", kata Nayla menirukan suara anak kecil dan hal itu sontak membuat kenzoe tertawa. Karena gemas Kenzoe segera melahap bibir merah sang istri yang sangat menggoda. Setelah puas, ia baru melepas tautan bibirnya. Nayla tampak melotot kesal karena ulah mesum suaminya.
Kenzoe tidak menghiraukan tatapan sang istri, ia segera berjalan menuju teras depan dengan senyum puas di bibirnya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Tak terasa sudah enam tahun berlalu begitu saja. Kini usia Alexio sudah menginjak enam setengah tahun. Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah dasar.
Nayla dan Kenzoe tampak tersenyum bahagia mengantar putra kesayangannya itu ke dalam kelas barunya.
" Sayang, kalau di dalam kelas kamu gak boleh ramai ya. Alex harus dengerin semua ucapan Bu guru ", kata Nayla seraya berjongkok di depan putranya sambil mencium gemas kedua pipi yang gemoy itu.
" Ih mamah jangan cium-cium gitu, Alex itu sudah besar, jadi gak usah di kasih tahu kayak gitu alex sudah mengerti ", jawab Alex yang sedikit kesal. Nayla yang mendapat jawaban ketus dari putranya itu tampak geleng-geleng kepala. Alex memang tidak suka di anggap seperti anak kecil, padahal usianya baru enam setengah tahun, namun tingkahnya sudah seperti orang dewasa saja.
" Lalu mamah harus nyium siapa, kan putra mamah cuman Alex ", kata Nayla pura-pura sedih.
__ADS_1
" Ya bikin adek bayi lagi aja ", jawab Alexio yang langsung membuat papanya senang.
" Papah gak keberatan kok buat bikin adek bayi lagi ", kata kenzoe bersemangat. sedangkan Nayla tampak mendelik kesal mendengar ucapan suaminya.
Saat ketiganya sibuk mengobrol tidak jelas, datanglah seorang gadis kecil yang sangat cantik dengan senyum mengembang di bibirnya.
" Kak Alex, aku kangen ", kata gadis itu seraya memeluk Alex erat.
" Hey Alana jangan memelukku sembarangan malu di lihat orang ", kesal Alex seraya mendorong gadis kecil itu yang membuat Alana tampak mulai berkaca-kaca.
" Ya ampun sayang, jangan kasar pada perempuan ", kata nayla memelototi putranya. " Alana jangan bersedih, biar nanti Tante jewer kuping Kak Alex ",bujuknya pada putri sahabatnya itu.
Dari jauh tampak Sinta dan juga Romi yang berjalan mendekat ke arah Nayla.
" Ada apa sayang ", tanya Sinta pada putrinya yang terlihat akan menangis.
" Kak Alex jahat mih, masak Alana peluk gak mau ", adu bocah cantik itu dengan bibir mengerucut.
" Benarkah ? ", tanya Sinta lagi dan di angguki cepat oleh sang putri.
" Wah, anak loe sok jual mahal banget nay ",
" Entahlah sin, gue juga gak ngerti. Mungkin dulu gue salah ngidam ", kata Nayla bingung sendiri. Pasalnya sifat putranya itu benar-benar berbeda sekali dari dirinya.
" Gimana kalau kita jodohin saja anak-anak kita ", kata Sinta sambil melirik Alex bermaksud untuk menggodanya. Dan benar saja, alexio langsung mendelik menatap ke arahnya.
Mendengar ucapan teman mamanya, alexio langsung melayangkan protesnya.
" Nooooo, Alex gak mau mah, Alex gak mauuuu ", kata bocah laki-laki itu seraya berlari masuk ke dalam kelasnya.
Tentu saja tingkah lucu Alex itu berhasil mengundang gelak tawa kedua orang tuanya.
**********
Jangan lupa like vote dan hadiahnya para reader kesayangan othor π
Terima kasih π
__ADS_1