
Malam ini rista ada janji bertemu dengan denok dan juga ranti di sebuah restoran, mereka adalah karyawan rista yang selalu menemaninya jika rista berada di bali.
"Geas, malam ini ayo kita lanjutkan ke tempat yang lebih menyenangkan," kata ranti dengan wajah berseri.
Ya, di luar rista mengatakan untuk tidak memanggil dirinya dengan panggilan bu agar mereka bisa santai.
Malam ini ranti ulang tahun dan dia ingin bersenang senang dengan teman terbaiknya para para janda yang masih cantik dan takkan ada yang mengira jika mereka bertiga adalah para janda.
"Ayo rista kita akan bersenang senang, aku akan menjagamu di sana jangan takut." kata denok
Rista mengangguk kepalanya dan dia fikir tidak salah mengikuti dua temannya yang sudah berjanji akan menjaganya karena ini pertama kalinya rista menginjak club malam yang kata orang bisa kita bersenang senang.
Setelah mengganti pakaian mereka dengan membeli di sebuah toko, mereka bertiga masuk ke tempat club yang hanya di masuki untuk orang orang tertentu.
Club itu hanya bisa di masuki dengan mempunyai kartu pelanggan dan ranti mendapatkan dari pacarnya yang seorang staf kantoran dan itu pun di dapatkan saat ada acara kantor karena bosnya menraktir.
tiga wanita dewasa memasuki tempat itu dengan senang dan mereka mencari tempat duduk di keramaian manusia yang sedang menikmati alunan musik.
Denok memesan minuman untuk mereka dan minuman bersoda untuk rista, denok mengajak ranti kelantai dansa yang tidak jauh karena mereka harus menjaga rista.
Rista meminum soda di depannya dan memang ini soda tanpa alkohol dari itu rista minum tanpa khawatir.
Melihat dua temannya bergerak sana sini mengikuti alunan musik DJ membuat rista tersenyum.
Denok menghampiri rista mengajaknya kebawah untuk berjoget dengan memaksa akhirnya rista mengikuti mereka dan mulai berjoget mengikuti musik.
Di kejauhan ada sepasang mata melihat tiga wanita yang sedang berlenggak leggok kan tubuh mereka dengan senyum yang tak terlihat.
Rio sedang bosan karena banyaknya pekerjaan membuatnya harus menghilangkan penat di kepalanya.
tidak di sangka dia bisa melihat rista bersama teman temannya berada di club dan rio tersenyum tidak menyangka jika rista bisa berada di tempat seperti ini.
Rista duduk kembali ke mejanya dan meminum airnya kembali dan melihat kedua temannya masih bergoyang ria mengikuti detuman musik.
Tak lama ranti dan denok datang dan meminum minumannya dan tentunya minuman mereka berakohol.
Ranti ayo kita senang senang sampai mabuk kata denok yang sudah membawa seorang pria yang tadi berjoget dengannya.
__ADS_1
Denok memang sering datang ke tempat seperti ini dan sudah biasa berkencan dengan pria yang dia pilih secara acak di tempat seperti club.
Ranti hanya tersenyum melihat kelakuan denok yang sudah mulai setengah mabuk dan mulai berciuman dengan laki laki muda itu.
Beda dengan ranti dia wanita yang setia dia sekarang sedang menunggu kekasihnya menjemput untuk pulang.
Walaupun janda ranti tidak ingin berganti ganti pasangan seperti denok yang ngawur menyerahkan diri kepada setiap laki laki.
Tak lama ranti sudah mabuk karena banyak minum dan denok entah kemana tidak tahu bersama laki laki tadi.
Terus terang sekarang rista jadi bingung katanya mereka akan menjaganya dan ini malah kebalikkan sepertinya perkataan mereka beda kenyataan.
Tak lama kekasih ranti datang dan membawa ranti dan rista sekarang sendirian dan saat dia mau beranjak pulang.
"Sendirian," kata laki laki yang menghampiri rista
Rista melihat laki laki di hadapannya yang berbau alkohol dia merasa dalam bahaya dan saat rista mau berdiri, "sayang sudah lama menunggunya," kata seseorang yang tiba tiba duduk di sebelahnya.
Rista melihat laki laki itu yang sudah duduk di sebelahnya dan secara otomatis laki laki yang berbau alkohol itu pergi meninggalkan rista.
"rio," kata rista terkejut tetapi dia senang saat pria yang menolongnya adalah rio, rio yang sama saat menolongnya dahulu kala.
"Aku tadi bersama teman temanku, mereka sudah pergi." kata rista gugup seperti remaja yang ketahuan melanggar jam malam.
Rio yang melihat rista berbicara seperti itu semakin gemas dan ingin mencium wanita dewasa yang seperti ABG itu.
Padahal rio tahu semua karena daritadi dia mengawasi rista di tempat duduknya dan saat kembali dari toilet tak sengaja melihat rista sudah di ganggu pria dan temannya juga sudah tidak ada.
"Ayo aku antar pulang," kata rio sambil menunjuk dengan matanya jika laki laki yang tadi mendekatinya masih mengawasinya.
Rista berdiri bersama rio berjalan keluar meninggalkan club malam menuju apartemennya dan karena sudah malam rista ketiduran di dalam perjalanan.
Rio melihat rista tertidur dan menunggunya terbangun, rio hanya memandang wanita yang dari dulu dia sukai.
Debaran hatinya masih sama seperti dahulu dan rio rasa kali ini takkan melepaskan kesempatan untuk mendapatkan wanitanya kembali.
Rista mengerjabkan matanya melihat sekeliling dan di sebelahnya rio yang memejamkan mata, merasa ada gerakan rio membuka matanya.
__ADS_1
"sudah bangun." kata rio
"Hmmm, aku lupa memberi alamatku dan ini sepertinya apatrtemenku," kata rista
"Kamu tinggal disini juga," kata rio pura pura tidak tahu jika rista tinggal di tempat yang sama dengan apartemennya juga.
"Aku tidak tahu kamu tinggal dimana jadi aku berencana membawa ke apartemenku dan ternyata kita sama menempati apartemen ini juga." kata rio berbohong lagi.
"Aku tinggal di lantai atas." kata rio
"Aku di lantai lima belas," kata rista
"aku antar dulu ketempatmu." kata rio
Mereka turun dari mobil dan menuju tempat rista, di sepanjang jalan rista merasa jika dia pernah berjalan seperti ini dengan seseorang.
Sampai di depan pintu rista berhenti dan melihat laki laki yang sekarang berdiri tegak menatapnya.
"masuk dulu aku buatkan kopi," kata rista
Sebenarnya rista canggung menawarkan seorang pria masuk ke apartemennya karena semenjak bercerai rista tidak pernah memiliki kekasih.
"tidak usah kamu istirahat saja, boleh aku minta no ponselmu." kata rio dan rio memberikan ponselnya ke rista.
Rista mengetikkan no ponselnya dan setelah itu rio meninggalkan rista yang sudah masuk kedalam apartemennya.
Rio bersorak riang dalam hatinya karena sudah mendapatkan no ponsel rista dan dia naik lif ke atas menuju apartemennya yang baru selesai di bersihkan tiga hari yang lalu.
Rio tidak sabar menunggu rista untuk mengingatnya, karena sampai saat ini rista brlum mengingat masa kecil mereka.
Rio yakin akan mengejar rista, biarkan saja janda yang penting perasaan rio sangat besar kepada janda impiannya.
Rista janda dua anak adalah wanita yang memang rio inginkan dari dahulu dan untuk orang tuanya rio yakin tidak masalah.
Selama ini mama menginginkan seorang menantu dan cucu, mendapatkan rista adalah wanita paket komplit.
Seorang menantu dan dua cucu, semoga mama senang nanti sambil menunggu cucu dari rio sendiri nantinya.
__ADS_1
Rio sudah tak sabar mendapatkan cinta rista dan menikahi menjadikan istrinya, di dalam hatinya hanya ada rista dan rista wanita penunggu hatinya.