
Pagi hari rista bangun dan dia berada di kamarnya, rista melihat rio masih memeluknya. Rupanya semalam dia tertidur di mobil dan rio pasti mengendongnya sampai kamar.
Cup, kecupan tanda terimakasih karena sudah menjadi suami yang baik dan pengertian.
Pelan sekali rista bengun dari ranjangnya, dia tidak ingin suaminya terbangun oleh gerakannya yang mungkin bisa membuatnya terganggu akan tidurnya.
Hari ini hari minggu dan mereka akan bersantai dari rutinitas kerja mereka.
Rista segera ke dapur setelah mencuci muka dan gosok gigi, dia akan membuatkan sarapan untuk suami nya hanya sarapan sederhana untuk mereka nasi goreng dan ayam goreng serta kopi untuk mereka bersantai nanti setelah makan.
rio yang bangun dari tidurnya meraba sebelahnya dengan tangannya, rupanya istrinya sudah bangun dan dengan malas rio bangun dari tempat tidurnya.
"Sepertinya rista sedang memasak, tercium aroma masakan dari dapur dan wangi." kata rio dalam hati
Segera rio mandi dan setelah selesai menghampiri rista yang juga sudah selesai memasak sarapan untuk mereka.
"Sayang kamu sudah bangun, ayo kita makan.!" ajak rista kepada suaminya.
"Waah, nasi goreng sepertinya lezat sekali." kata rio
Rio dan rista memakan sarapan pagi hari dengan senyum bahagia di selingi perbincangan kecil serta tawa bahagia saat rio sedang mengoda rista.
"Sayang semalam kamu bermimpi sampai memelukku kencang saat aku mengendongmu dari mobil." kata rio
"Benarkah." kata rista
"Hmmm bahkan bibirmu itu sepertinya sedang ingin mencium karena sangat seksi sekali," kata rio yang mengikuti gerakan bibir rista semalam.
ha...ha..ha rista tidak bisa menahan tertawanya karena rio memonyongkan bibirnya dan sangat lucu hingga rista ingin tertawa.
Rio menerima telefon karena ponselnya berdering, "meri." kata rio
Rio menutup telefonnya dan melihat rista, rista yang selesai mencuci piring menghampiri suaminya dan duduk di sampingnya.
"Sayang, meri ingin mengajak ku ke perpustakaan sekloah kami." kata rio
"Sekarang.?" tanya rista
"Nanti siang, kamu mau ikut.?" tanya rio
"Bolehkah.?" tanya rista lagi
"tentu, kamu akan lihat tempat aku sekolah dulu." kata rio
__ADS_1
Rio dan rista menuju sekolah SMA Harapan tempat rio menimba ilmu selama tiga tahun, sekolah yang cukup luas dan asri karena terdapat pepohonan yang banyak di pinggir jalan setelah gerbang masuk kesekolah.
"Rio." kata meri dan melihat rista di sebelah rio meri mengerti jika memang ada sesuatu di antara mereka.
"rista kamu juga ikut.?" tanya meri
"Tidak apa kan.?" tanya rista yang canggung karena seharusnya dia tidak ikut dan mungkin ini waktu yang tidak tepat untuknya mengikuti suaminya.
"Tidak apa." kata meri yang sedikit kecewa ada rista diantara mereka mengenang masa SMA nya.
Mereka berjalan bertiga dan meri tidak berhenti berbicara mengenai masa sekolah mereka , mengenang masa muda adalah hal yang menyenangkan.
"pak budi." kata meri yang memanggil pak budi guru olah raga mereka dahulu.
"Rio dan meri dan ini..." kata pak budi
"Ini istri saya pak." kata rio mengenalkan rista krpada pak budi
"Ooh..istri rio." kata pak budi
Meri memang terkejut dengan perkataan rio tadi, tapi meri menyimpan keterkejutannya dengan tersenyum.
Karena tanda tanya terhadap hubungan rio dan rista kini terjawab sudah, jika rista memang benar wanita yang spesial bagi rio yaitu rista adalah seoarang istri dari rio bramastya.
"Meri, awas." kata rio
" buuk" meri menabrak seseorang dan mereka sama sama terjatuh.
"Aduh." kata meri dan pak robi bersamaan dengan guru matematika yang terkenal dengan wajah galak nya.
"Meri." kata robi
"pak," kata meri dengan nyengir kudanya
"Kamu meri dan rio." kata robi yang sudah berdiri di bantu rio
Rio dan meri bersalaman kepada gurunya yang sudah tua dan masih menjadi guru di sekolah mereka.
"Pak robi masih saja ganteng seperti dulu." kata meri agar tidak kena marah pak robi
"Satu, dua ,tiga. Kabuuuur..." kata meri yang lari duluan dan rio juga rista menyusul meri lari duluan.
Ha..ha..ha..tawa mereka bertiga, setelah sampai di perpustakaan,kelakuan mereka masih sama saat mereka sekolah dulu.
__ADS_1
Beruntung perpustakaan mempunyai letak yang berbeda dengan tempat belajar anak anak jadi tidak menganggu.
"tahu ngak dulu kami sering melakukan yang lebih lucu dari yang tadi,ya kan rio," kata meri melihat rio lalu rista bergantian.
Rio hanya tersenyum, mengingat si waktu sekolah benar benar menyenangkan dan mereka masuk ke perpustakaan yang kebetulan sepi karena sudah waktu pulang sekolah.
Meri dan rio juga rista melihat lihat perpustakaan sekolah dan setelah itu mereka menuju lapangan basket di sekolah.
Kebetulan ada beberapa siswa sekolah yang sedang bermain basket, rio bergabung dengan mereka san meninggalkan rista bersama meri.
"Rista apa kalian bersua benar sudah menikah,?" tanya meri
"Iya, kami sudah menikah siri karena suatu hal." kata rista jujur.
"Kenapa menikah siri, apa ini karena tante rara.?" tanya meri
"Tidak, tante rara memang tidak tahu soal ini.bukan menyembunyikan tapi memang ada hal yang terjadi dan tante rara juga belum memberikan restu untuk hubungan kami.
Meri terdiam dan sekarang pertanyaan dalam hatinya terjawab sudah.
"rista kamu adalah wanita beruntung mendapatkan cinta seorang rio dan aku sangat iri padamu." kata meri
"apa kamu juga mencintai rio.?" tanya rista
Meri menganggukkan kepalanya karena memang benar adanya jika dia mencintai rio sedari dahulu tapi sayang rio hanya menganggapnya teman dan meri tidak ingin kehilangan rio dan memendam perasaannya selama ini.
"Tenang, aku sudah cukup senang menjadi teman rio dan aku senang rio sudah mendapatkan cinta yang selama ini di carinya." kata meri
Rista hanya diam dan dia tahu tidak mungkin menyalahkan orang untuk jatuh cinta pada seseorang seperti meri contohnya.
"apa perlu aku bantu soal tante rara." kata meri
Rista hanya tersenyum dan tidak lama rio duduk di sebelah rista mengambil air minum di tasnya untuk rio.
Memang rista hari ini membawa air mineral di tas nya juga tisu yang memang selalu rista bawa, rio melihat rista sepertinya tadi dia melewatkan sesuatu pembicaraan antara wanita.
"sayang kamu tidak apa apa,?" tanya rio
"Ezzz rio memang mau aku apain istrimu ini." kata meri yang memukul lengan rio tertawa
"Siapa tahu kamu mengintrogasi seperti biasa yang kamu lakukan pada wanita yang mencoba mendekatiku." kata rio yang sudah memegang tangan rista
"Emang aku polisi segala introgasi." kata meri
__ADS_1
Mereka tertawa bersama, rista melihat meri yang memang pandai menyimpan perasaan kepada rio, di dalam hati rista berkata, "semoga meri mendapatkan seorang yang juga mencintainya sepenuh hati." kata rista tulus mendoakan meri